Awang Pun Jadi Idola dan Inspirasi Bagi Anak Muda

by -116 views

KUPANG – Sosok Awang Notoprawiro bukan saja dikenal sebagai politisi dan pengusaha sukses, tapi ia juga punya karakter yang humanis, sehingga menjadi idola sekaligus inspirasi untuk anak-anak muda. Keteladanan hidupnya itu yang menjadi inspirasi kawula muda.  

Data statistik memperlihatkan bahwa pengangguran di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2015 mencapai 2,41 juta orang dari populasi 3,3 juta penduduk usia kerja. Bahkan pengangguran intelektual pun masih tinggi mencapai 8,97%, meskipun total pengangguran masih didominasi pendidikan SMP ke bawah sebesar 71,63%.

Sebenarnya apa yang jadi masalah sehingga masalah penggangguran rentan menjadi penyakit sosial?

Ada banyak prasangka buruk kalau fakta ini akibat dari ketidakmampuan pemerintah untuk mensejahterahkan rakyat, Bahkan sebagian menyebut karena malas. Parahnya lagi menyebutnya sebagai takdir yang ditetapkan sejak dia lahir.

Jika asumsinya adalah malas, mungkin secara akal sehat dapat diterima. Tapi bagaimana jika dikarenakan takdir? Jika alasannya adalah takdir, mungkin napak tilas tokoh Awang bisa dijadikan sebagai referensi untuk menilai kesuksesan seseorang itu dipengaruhi oleh takdir atau tidak.

Dari berbagai sumber, Awang Notoprawiro ditakdirkan lahir dari keluarga nelayan dengan sembilan bersaudara. Lalu, Awang harus menjadi anak angkat dari keluarga lain. Pasti semua tahu alasannya. Banyak menyebut jika ekonomi alasannya.

Lantas, apakah menjadi anak angkat keluarga lain menjadikan Awang hidup rmewah. Ternyata tidak demikian. Karena Awang pun masih juga berjualan kue untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Mungkin saksi hidup teman Awang bisa menceritakan perjuangan Awang masa kecil. Tapi yang jelas, dari hasil jualan kue itu ia mampu menyelesaikan studinya sejak SD Namosain, SMP Frater sampai SMA Giovanni adalah hasil dari tabungan jualan kue. Saat SMA pun Awang sering melaut di malam hari agar ada tambahan keuangan.

Lantas, mengapa Awang bisa menyelesaikan studinya  di Universitas Muhammadiyah Kupang? Apakah ini juga dari hasil tabungan jualan kue dan melaut?  Yang pasti, saat studi Awang di Universitas belum ada kepastian siapa yang menanggung biayanya. Awang harus bersusah payah mencari hasil dari melaut yang kemudian dijual untuk datangkan uang selanjutnya membayar registrasi dan uang hidup sehari-hari.

Saat ini, Awang sudah diketahui menjadi Pengusaha Sukses dibawah bendera “Biar Mandiri Transport”. Di sisi lain, ia juga dikenal sebagai politisi partai Amanat nasional (PAN) NTT. Bahkan, saat ini ia sedang digadang menjadi Caleg DPR RI dari Dapil NTT 2. Ada harapan, Awang bisa mewakili rakyat NTT di DPR RI pada Pemilu Legislatif 2019.

Jika seseorang mampu menyukseskan dirinya menjadi orang yang mandiri, maka tidak diragukan jika ia juga mampu untuk sukseskan orang lain. Jika seseorang mampu berjuang untuk dirinya meraih masa depan, maka tidak diragukan juga jika dirinya mampu berjuang untuk orang lain.

Intisari dari tulisan ini ingin memberitakan jika kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh takdir, tetapi lebih ditekankan pada keinginan usaha yang kuat. Kerja keras dan kejujuran menjadi ihwal utama untuk meraih asa (harapan). Jika saja semua kita anak muda berpikiran seperti Awang untuk memunculkan ide kreatif sejak dini melalui usaha mandiri, maka data pengangguran yang tinggi di NTT tidak lagi tercatat seperti itu.

Untuk itu, Awang pantas menjadi inspirasi subjektif anak muda. Jika takdir bukan penentu segala-galanya. Penentuan masa depan hanya pada usaha dan kreativitas masa sekarang. Tidak Salah juga jika saat ini ‘Menggadang Awang Notoprawiro untuk menjadi Pejuang Aspirasi bagi Propinsi NTT. (*)

Ket Foto : Awang sedang berbagi kash dengan sesame.