Tour de Flores Star dari Lembata, 100 Pebalap Sudah Mendaftar

by -119 views

Kupang, mediantt.com – Balapan sepeda berskala internasional, Tour de Flores 2017, akan melibatkan ratusan pebalap. Tdf tahun kedua ini akan digelar pada 9-14 Mei dengan titik star dari Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Hingga saat ini, sudah 100 lebih pebapal yang mendaftarkan dri.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 100 pembalap sepeda internasional dan dalam negeri akan mengikuti Tour de Flores 2107. Yang sedah mendaftarkan itu masih bersifat sementara karena harus dikumpulkan dengan 300 orang dari unsur official,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT, Marius Jelamu kepada wartawan di Kupang, Jumad (17/3/2017).

Ia mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Event Organizer (EO) Alsemat dengan pemerintah daerah di Kabupaten Lembata maupun kabupaten se-daratan Flores untuk memantapkan pelaksanaannya.

”Minggu depan kami akan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah di Flores dan Lembata untuk mematangkan lagi persiapannya,” katanya.

Menurut dia, seremoni pembukaan Tour de Flores akan diadakan di Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, kemudian disebrangkan dengan kapal motor menuju Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, untuk memulai balapan.

”Di Lembata, para peserta akan melakukan tour dalam kota untuk menikmati suasana kota dan destinasi wisata yang di sekitarnya,” ujarnya.

Ditanya soal anggaran TdF, Jelamu mengatakan, pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih. Sementara itu, anggaran yang diminta EO untuk pelaksanaan event balap sepanjang 600 kilometer lebih itu sebesar Rp 6 miliar.

”Kita masih diskusi juga karena berat juga kalau APBD provinsi menanggung semua itu, jadi kita harapkan sisanya bisa didapat oleh EO,” katanya.

Ia juga menjelaskan, dukungan dana juga disiapkan Pemerintah Kabupaten Lembata untuk acara pembukaan, dan kabupaten yang dilintasi di Pulau Flores seperti Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Ia berharap, EO bisa bekerja lebih keras untuk menggandeng sponsor sehingga bisa membantu meringkankan biaya yang ditanggung APBD provinsi dan kabupaten. ”Kami harapkan juga sponsor bisa memberikan dukungan supaya tidak terlalu menguras APBD. Kami masih harus berkoordinasi lagi soal dukungan sponsor,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah daerah yang disinggahi di setiap etape bisa menyiapkan berbagai event sosial dan budaya untuk dipromosikan kepada pebalap maupun wisatawan lain yang ikut.

“Pmerintah optimistis Tour de Flores kali ini berjalan dengan lancar seperti tahun sebelumnya untuk mempromosikan pariwisata NTT. Kita harus pertahankan itu karena ini merupakan branding internasional dan sangat berpengaruh pada aspek marketing atau promosi pariwisata,” katanya. (jdz)

Ket Foto : Pebalap Tour de Flores 2016 ketika melintasi etape Ngada-Manggarai, persis menurun menuju Aimere.