Satgas Gagalkan Keberangkatan 9 TKI di Bandara El Tari

by -68 views

Kupang, mediantt.com – Upaya konkrit Pemerintah Provisi NTT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) terus dilakukan untuk mencegah pengiriman TKI asal NTT secara ilegal. Jumat (17/3), Satgas yang melibatkan pihak Nakertrans NTT, TNI Angkatan Udara dan PT Angkasa Pura, menggagalkan 9 TKI asal NTT yang akan dikirim ke Surabaya, Batam dan Malaysia.

“Iya benar, Satgas kita bersama TNI AU dan Angkasa Pura berhasil menggagalkan keberangkatan 9 tenaga kerja di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 05.00 Wita,” kata Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Nakertrans NTT, Thomas Suban Hoda kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (17/3).

Ia menjelaskan, dari 9 TKI tersebut, tidak ada satu pun yang memiliki dokumen ketegakerjaan yang lengkap sesuai persyaratan. “Artinya, mereka ini illegal, makanya kita amankan untuk memberikan pembinaan lalu dikembalikan ke keluarganya,” kata putra Adonara ini.

Ia juga menyebutkan, 9 TKI berasal dari beberapa wilayah, antara lain, TTS 5 orang, Malaka 2 orang, 1 dari Naioni Kota Kupang, dan satu lagi dari Kabupaten Kupang. “Mereka semua kita amankan untuk diberi pemahaman tentang prosedur menjadi tenaga kerja keluar daerah yang benar, dengan dokumen yang benar sehingga tidak ada masalah,” katanya.

Hanya saja, lanjut dia, dari pemeriksaan terhadap para TKI itu, tidak ada yang berani menyebutkan perusahaan mana yang merekrut mereka. “Tugas kita memberi pemahaman agar bisa melengkapi diri dengan persyaratan yang ditentukan. Jadi ini upaya untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja, sekaligus memfasilitasi mereka untuk berangkat secara ilegal,” katanya.

Seperti disaksikan mediantt.com, Kabid Pembinaan sedang memberikan penjelasan kepada para TKI yang digagalkan itu di salah satu ruangan. Ia menjelaskan prosedur bagi TKI yang akan bekerja keluar daerah dan keluar negeri. Tampak para pekerja mendengarkan dengan seksama.

Ditanya soal kerugian yang dialami TKI yang digagalkan seperti yang tiket yang hangus, Thomas mengatakan, itu sudah menjadi risiko dari kekeliruan mereka yang berangkat tanpa melengkapi diri dengan dokumen yang legal.

“Itu menjadi risoko dari kekeliruan mereka yang tidak melengkapi diri dengan persyaratan yang ditentukan. Kita hanya berupaya memberikan perlindungan kepada mereka dan mengharapkan mereka bisa mengurus dokumen yang legal sebelum berangkat,” tegasnya, dan menambahkan, para TKI ini akan difasilitasi untuk kembali ke kampong halamannya.

Salah satu TKI asal Kabupaten Kupang, Desima Lensini (27), yang juga gagal berangkat menuturkan, ia direkrut oleh agen dari Batam yang akan dipekerjakan ke Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. Ia tidak menyebut nama agen yang merekrutnya, tapi ia hanya dijanjikan seluruh dokumen termasuk paspor akan diurus di Batam.

“Saya sudah bekerja di Malaysia sejak 2009 dari agen yang berbeda, tapi karena masa paspor habis maka saya kembali untuk perpanjang. Tapi karena ada tawaran baru dari agen di Batam, maka saya berangkat. Tapi digagalkan bersama teman-teman lain ini,” kata Desi yang mengaku dijanjikan gaji 1200 ringgit. (jdz)

Ket Foto : Para TKI yang digagalkan keberangkatan itu maka sedang berada di Dinas Nakertrans NTT.