PKB dan Hanura Sikka Bentuk Poros Baru, PKPI Terganggu

by -50 views

Maumere, mediantt.com – Menjelang Pilkada Sikka 2018, PKB dan Hanura bersepakat membentuk poros baru. Dengan modal 6 kursi DPRD Sikka, poros baru ini masih butuh 1 kursi lagi. Poros baru ini sepertinya mengganggu eksistensi PKP Indonesia Sikka. PKPI Sikka wajar merasa terganggu, karena aroma poros baru tersebut mengikuti irama induk organisasi di tingkat provinsi.

Sebagaimana diketahui, jelang Pilgub NTT, belum lama ini Hanura, PKB, dan PKPI membentuk poros baru untuk mengusung bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur.

Langkah membentuk koalisi partai di tingkat provinsi, kemungkinan besar induk organisasi tiga partai ini akan mengembangkan poros tersebut pada semua daerah di NTT yang melaksanakan Pilkada 2018. Secara politis koalisi permanen seperti ini akan lebih terkonsolidasi dengan baik, apalagi mengingat Pilgub NTT dan Pilkada dilaksanakan serentak.

Jika irama dan strategi politik PKB, Hanura dan PKPI sudah demikian, maka sangat memungkinkan PKPI Sikka akan bergabung dengan poros baru yang sudah terlebih dahulu dibentuk PKB dan Hanura.

Ketua PKPI Sikka Hidelgardis Sunur sudah sejak lama mendorong kader-kader PKPI untuk bertarung pada Pilkada Sikka. Setidaknya, ada dua nama yang digadang-gadang yaitu anggota DPRD NTT Oswaldus, dan mantan anggota DPRD Sikka Simon Subandi.

Di luar dua nama ini, masih ada beberapa kader PKPI yang selama bersikap pasif. Antara lain, Agustinus Bajo, pengurus PKPI Provinsi, dan dua anggota Fraksi PKPI DPRD Sikka yaitu Alfridus Melanus Aeng dan Faustinus Vasko.

“Partai ini kita bangun (di Sikka) dengan susah payah, jatuh bangun, dan syukur kita bisa dapat 3 kursi di DPRD. Ini modal untuk menentukan langkah politik partai dalam merebut kekuasaan. Karena itu, kita dorong kader-kader PKPI bertarung, entah sebagai bakal calon bupati, entah sebagai bakal calon wakil bupati,” tutur Hildegardis Sunur belum lama ini.

Satu-satunya perempuan yang menjadi pimpinan partai politik di Kabupaten Sikka ini bukan saja mendorong, tapi dia juga sudah mulai melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol. Ada beberapa pimpinan partai yang sudah coba didekati. Kata dia, proses itu masih dalam tahap penjajakan sekaligus menyampaikan kader-kader PKPI yang siap bertarung pada Pilkada.

Dalam proses penjakakan ini, sebut dia, belum ada kesepakatan dan cara pandang yang sama untuk membentuk koalisi. Sebagian besar partai masih dalam proses internal. “Kami akan terus membangun komunikasi politik sampai dengan terbentuknya sebuah koalisi,” ujarnya.

Terhadap poros baru di tingkat provinsi yang melibatkan PKB, Hanura dan PKPI, Hildegardis belum mau memberikan komentar lebih banyak. Dia mengaku sudah mendengar adanya poros baru tersebut, namun sampai sekarang belum ada perintah secara struktural organisasi.

“PKPI Sikka tentu saja akan mengambil langkah-langkah politik strategis demi kepentingan partai dan masyarakat Kabupaten Sikka,” katanya. (vicky da gomez)

Ket Foto: Ketua PKPI Sikka Hildegardis Sunur (paling kiri) saat Rapar Kordinasi dan Konsultasi PKPI Sikka di Hotel Pelita belum lama ini.