Penyuluh Pertanian Sebaiknya Punya Kebun Contoh

by -136 views

Lewoleba, mediantt.com – Penyuluh Pertanian yang saat ini bertugas di Lembata diharapkan serius membenahi diri dan melakukan inovasi. Dan, salah satu yang diharapkan adalah memiliki kebun contoh untuk menjadi pembelajaran bagi petani.

Harapan ini diungkapkan anggota DPRD Lembata, Frans Wuhan, dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, di Aula Kantor Bupati Lembata, Senin (13/3).

“Dewan dan pemerintah Lembata berharap agar ke depan penyuluh pertanian Lembata harus memiliki kebun untuk menjadi contoh bagi petani,” katanya.

Menurut dia, semua penyuluh maupun aparatur teknis yang menangani pertanian untuk berbenah dan mengevaluasi diri, terutama yang berada di lapangan. “Penyuluh Pertanian harus mampu memberi pelajaran kepada para petani di desa tentang bagaimana menanam yang baik untuk meningkatkan hasil panen. Karena itu, penyuluh harus bisa mendampingi petani secara maksimal, dengan catatan jangan menganggap petani buta sama sekali sehingga penyuluh tidak berbuat sesuka hati,” katanya, mengingatkan.

Ia juga mengingatkan agar penyuluh memiliki segudang kreatifitas dan mampu berinovasi di lapangan sehingga tidak statis. “Semua ini harus bisa dievaluasi karena di titik inilah kelemahan kita. Kadang hanya untuk menyenangan pimpinan kita asal saja melakukan evaluasi diri  dan memberi laporan-laporan yang hampir tidak sesuai data lapangan,” tegas politisi PKS ini.

Menurut dia, sejatinya penyuluh harus percaya diri tapi tidak boleh menggurui petani. Hal lain yang menjadi catatan DPRD adalah masih kurangnya pendidikan bagi kelompok tani, sarana pendukung baik untuk penyuluh lapangan maupun bagi petani dalam pengembangan lahan pertanian.

Karena itu, lanjut dia, DPRD Lembata juga meminta agar ke depan penyuluh harus memiliki lahan sebagai contoh karena petani kadang berlaku seperti Thomas yang melihat baru percaya.

“Satu catatan penting untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lemabata adalah harus sering melakukan pameran hasil pertanian, baik dari penyuluh maupun dari petani itu sendiri,” katanya.

Penjabat Bupati Lembata yang diwakili Asisten 1, Nikolaus Padji Liarian, mengatakan, menghadapi  kondisi alam dengan tingkat curah hujan yang tidak menentu saat ini, pemerintah tetap berupaya optimal dalam menghadapi dan mengatasi semua keluhan dan kejadian lapangan tentang dunia pertanian.

Niko mengatakan, dalam upaya meningkatkan potensi pertanian dan ketahanan pangan dalam meningkatakan produksi pertanian Lembata, para penyuluh diharapkan bisa berinovasi karena yang selama ini menjadi keluhan petani adalah metodologi bercocok tanam untuk meningkatkan hasil panen.

Menurut dia, Pemkab Lembata siap memfasilitasi para penyuluh dalam pendampingan kepada petani, tapi diharapkan ke depan penyuluh harus tinggal di wilyah penempatan sesuai surat keputusan yang ditetapkan pemerintah.

“Jangan lagi seperti tahun-tahun lalu, menjadi penyuluh di Wulandoni tapi tinggal di Lewoleba, atau sebaliknya menjadi penyuluh di Lewoleba tapi tinggal di Kedang,” tegas Liarian.

Ditanya siapa yang sudah memiliki kebun contoh, ia menuturkan, dari 200-an penyuluh hanya 1 penyuluh dari kecamatan Ile Ape Timur yang sudah memiliki kebun, sisanya belum.

Karena itu, pemerintah berharap setelah rapat koordinasi ini dinas teknis harus membangun komunikasi dengan aparat di desa, termasuk para penyuluh agar diberi lahan untuk digarap, yang kemudian dijadikan contoh bagi petani di desa tersebut.

Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Kanisius Tuaq, menyampaikan trimakasih atas perhatian pemerintah dan DPRD Lembata terhadap dunia pertanian Lembata.

Tuaq berjanji sesegera mungkin membangun komunikasi dengan aparat desa agar para penyuluh juga memiliki lahan garapan sebagai contoh bagi petani.

“Target dinas ke depan adalah, peningkatan swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing, dan kkspor (Bisnismen), peningkatan kesejahteraan petani. Juga akan melakukan pemetaan desa rawan pangan,” katanya,

Ia juga mengatakan, semua ini menjadi catatan dinas adalah PPL dan petugas tidak berada di desa.

Kanis Tuaq juga berjanji melakukan pembenahan dan meminimalisir semua kesalahan agar apa yang diharapan bisa terwujud secara baik. “Semua akan berhasil berkat kerjasama kita semua,” ujarnya. (steny)

Ket Foto : Suasana saat Rakor yang lebih banyak dihadiri pegawai negeri sipil di Aula Kantor Bupati Lembata. Senin (13/3).