Aneh, RAB Taman Kota Tidak Gunakan Perbup

by -175 views

Maumere, mediantt.com – Pansus Taman Kota DPRD Sikka mengungkap lagi satu temuan bermasalah yang juga aneh pada perencanaan pembangunan Proyek Taman Kota. Ternyata rancangan anggaran belanja (RAB) untuk tanaman tidak menggunakan harga standar sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Sikka.

Temuan ini terungkap ketika Pansus melakukan pendalaman lanjutan dengan Soni Kabupung Direktur CV Sony Helper Consultant, Jumat (10/3) di ruang Komisi II DPRD Sikka. Rapat Pansus ini dipimpin Ketua Pansus Gorgonius Nago Bapa dari Fraksi Partai Golkar.

Yoseph Karmianto Eri, anggota Pansus dari Fraksi PKP Indonesia mempertanyakan dasar hukum merencanakan item-item belanja pada Proyek Taman Kota, khusus pada belanja tanaman dan bunga. Dengan enteng Soni menjawab dia menggunakan standar harga dari penyedia tanaman atau standar harga yang berlaku di pasaran.

Soni mengaku bahwa dia memahami proyek yang dikerjakan adalah proyek pemerintah, dan karena itu wajib menggunakan standar harga yang berlaku pada pemerintah. Namun dia tidak bereferensi pada Perbup dengan alasan item tanaman dan bunga tidak ada pada regulasi tersebut.

“Memang seharusnya menggunakan standar dari pemerintah, tapi karena tidak diatur dalam Perbup maka saya pakai standar harga pasaran. Dan hal ini sudah dicek dan kemudian disahkan oleh dinas,” ujar Soni.

Karmianto Eri meragukan kapasitas konsultan perencana yang mengabaikan begitu saja Perbup Sikka dalam menyusun RAB Proyek Taman Kota. Terhadap jawaban Soni, rencananya Pansus akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mendapat keterangan tambahan.

Soni Kabupung didengarkan keterangannya lagi pada Jumat (10/3), setelah sehari sebelumnya dia mangkir memenuhi panggilan Pansus. Ketika ditanya alasan mangkir, Soni berlasan dokumen yang dimintakan Pansus ada di tangan staf. Saat itu staf yang dimaksud sedang dalam keadaan sakit.

Sebelum mendengarkan keterangan dari Soni, Pansus lebih dulu menggali keterangan tambahan dari Paulina Yeni Kabupung Direktur PT Ganding Landscape Maumere selaku kontraktor pelaksana Proyek Taman Kota. Diketahui kontraktor pelaksana dan konsultan perencana adalah kakak beradik kandung yang tinggal satu rumah.

Yeni Kabupung dicecar sejumlah pertanyaan berkaitan dengan dokumen ijazah landscape milik Valerianus Yanuarius da Cunha. Ijazah ini dipakai sebagai salah satu syarat untuk melengkapi dokumen penawaran kontraktor pelaksana.

Dalam prosesnya, konsultan perecana yang berupaya mendapatkan ijazah tesebut dan kemudian membayar Rp 1 juta kepada pemilik ijazah. Yeni Kabupung kemudian menambahkan lagi Rp 500 ribu sebagai biasa jasa peminjaman ijazah. Pansus menilai ada kejanggalan ketika konsultan perencana berperan sebagai kontraktor pelaksana.

Menurut Karmanto Eri, semestinya Soni Kabupung membatasi kewenangan untuk mengintervensi tugas dan kewajiban konbtraktopr pelaksana. Hubungan kakak beradik antara dua pihak ini cukup menyulitkan masing-masing mereka mempertahankan status dalam ikatan keluarga dan posisi terhadap Proyek Taman Kota.

Keterangan Tambahan

Gorgonius Nago Bapa kepada wartawan menjelaskan Pansus masih melanjutkan pendalaman dengan memanggil beberapa pihak terkait dari instansi pemerintah. Panggilan ini untuk didengarkan keterangan tambahan guna melengkapi informasi yang sudah didalami selama ini.

Jika Pansus merasa semua keterangan sudah cukup, katanya, maka Pansus akan melakukan rapat internal untuk membuat keputusan dan rekomendasi atas kerja Pansus terhadap Proyek Taman Kota. Dia belum berani membeberkan gambaran kesimpulan yang akan dihasilkan Pansus.

Tentang RAB tanaman dan bunga yang direncanakan konsultan perecana tanpa menggunakan Perbup, Gorgonius Nago Bapa mengatakan pihaknya akan mendalami sesuai regulai yang ada. Untuk mendapatkan kepastian, Pansus perlu mendengarkan keterangan tambahan dari sejumlah pihak terkait. (vicky da gomez)