Sarankan Nong Susar Istirahat, Stef Say Siap Jadi Cabup

by -121 views

Maumere, mediantt.com – Ada aroma tak sedap yang mengarah ke konflik politik di internal Partai Gerindra Kabupaten Sikka. Fransiskus Stefanus Say, salah seorang kader militan menyatakan diri siap maju sebagai calon bupati, dan menyarankan Paolus Nong Susar, kader lainnya yang kini Wakil Bupati Sikka, agar sebaiknya istirahat.

Stefanus Say, Wakil Ketua DPRD Sikka, yang ditemui di Gedung DPRD, Kamis (9/3), menyebutkan tiga nama yang kini berminat menjadi calon bupati melalui Gerindra. Selain dirinya, dua nama lain yakni Paolus Nong Susar dan Ito Viator.

“Kalau Ito, itu hanya rumpun keluarga besar, dia bukan kader yang disiapkan partai. Jadi lebih baik dia persiapkan diri lagi, jangan sekarang, tidak usah buang-buang tenaga. Tapi hak dia, mau maju silahkan. Nong Susar saya sarankan sebaiknya istirahat. Kami akan dorong dia ke provinsi saja,” tutur anggota DPRD Sikka dua periode ini.

Stef Say sangat beralasan menyampaikan pendapat politiknya terhadap proses yang saat ini sedang berjalan di Gerindra. DPP Gerindra katanya telah menyiapkan empat kader partai untuk menjadi pemimpin. Selain Stef Say, tiga nama lain yakni Marcel Litong, Hubert Moni, dan Paolus Nong Susar. Di tahun 2016 DPP Gerindra menambahkan lagi empat kader. Dari delapan kader itu, tercatat hanya dua kader yang masuk dalam kategori disiapkan yakni Stef Say dan Paolus Nong Susar.

Selain itu dia juga menyentil dari sisi ruang politis. Pada Pemilu 2014 Partai Gerindra memperoleh 5 kursi di DPRD Sikka, dan dia menyumbang 1 kursi riil yang kemudian mendudukkannya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sikka 4.

Dari sisi ini, katanya, mestinya dia mendapat ruang yang lebih dari partai jika dibandingkan dengan Paolus Nong Susar dan Ito Viator. Dia mengakui bahwa Nong Susar sekarang berada di pemerintahan, tetapi tidak punya kontribusi yang riil saat Partai Gerindra menjadi pemenang nomor dua pada Pemilu 2014 lalu.

“Mestinya saya diberi ruang lebih, karena saya membawa 1 kursi secara riil dari 5 kursi yang ada, karenanya saya akan meminta ini, apalagi saya kader yang disiapkan, untuk itulah saya siap maju,” tegas dia.

Saat ini Partai Gerindra masih sedang melakukan proses hingga saatnya akan memutuskan dan menetapkan satu nama sebagai calon bupati. Nantinya akan ada proses survei yang dilakukan oleh lembaga survei yang menjadi mitra Partai Gerindra yaitu Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indobarometer.

Secara internal, lanjut Stef Say, Partai Gerindra akan membentuk koalisi dengan partai politik lain untuk memenuhi standar pencalonan minimal 7 kursi di DPRD Sikka. Partai Gerindra hanya akan menawarkan kadernya menjadi calon bupati. Sementara untuk calon wakil bupati, bisa saja dari partai-partai yang berkoalisi. Partai Gerindra sendiri tidak akan menutup pintu bagi orang per orang yang di luar partai untuk mengikuti proses ini.

“Gerindra akan punya paket sendiri, berkoalisi dengan partai lain, dan kami menawarkan nomor satu, bukan nomor dua.  Kami buka ruang merekrut orang di luar partai untuk dikawinkan dengan kader partai,” urai dia.

Dengan pernyataan terus terang dari Stef Say, kini terekam sudah empat partai politik yang menggadang-gadang figur calon bupati. Sebelumnya sempat terekam Yoseph Ansar Rera dari Partai Nasdem, Alex Longginus dari PDI Perjuangan, dan Fransiskus Roberto Diego alias Robi Idong dari PKB. (vicky da gomez)

Ket Foto: Fransiskus Stef Say, Wakil Ketua DPRD Sikka, salah seorang kader militan Partai Gerindra yang menyatakan diri siap maju sebagai calon bupati dari pintu Partai Gerindra.