Skenario Proyek Taman Kota Berawal Dari Pertemuan Unipa

by -145 views

Maumere, mediantt.com – Proyek Pembangunan Taman Kota Maumere ternyata punya kisah tersendiri. Ide dan gagasan konsep tentang hal ini rupanya berawal dari pertemuan dua sahabat di Kampus Unipa Maumere sekitar Januari 2016. Dari pertemuan itulah, rancangan proyek ini dibangun, dan ujung-ujungnya kini sedang diselidiki Pansus DPRD Sikka.

Dua orang yang mengawali proyek kontroversial ini adalah Kepala Bappeda Kabupaten Sikka Alfin Parera dan seorang lainnya bernama Sony Kabupung. Nama yang terakhir diketahui memiliki basic ilmu arsitek.

Setelah pertemuan di Kampus Unipa Maumere, kemudian dilanjutkan lagi dengan pertemuan resmi di ruangan Kepala Kantor Bappeda Sikka. Di sini, konsep berkembang sampai dengan tema pembangunan yang kemudian muncul Tugu Tzunami.

Sony Kabupung dalam keterangannya di depan Pansus DPRD, Rabu (8/3), menjelaskan setelah itu dia mendirikan perusahaan jasa konsultasi yang dia beri nama CV Sony Helper Consultant. Dia kemudian memasukkan profil perusahaan ke sejumlah isntansi pemerintah. Dalam prosesnya, jasa konsultan ini kemudian ditunjuk langsung sebagai konsultan perencana yang menggarap perencanaan proyek senilai Rp 2,564 miliar tersebut.

Kepada Pansus DPRD, Sony Kabupung mengemukakan bahwa dia sudah punya niat yang cukup lama untuk mendirikan sebuah perusahaan jasa konsultasi. Dan niat itu baru direalisasikan pada 24 Oktober 2016 lewat akte pendirian. Pria berambut gondrong ini membantah jika dia mendirikan jasa konsultasi dengan jaminan mendapatkan pekerjaan sebagai konsultan perencana Proyek Pembangunan Taman Kota.

“Memang sudah lama saya punya keinginan mendirikan perusahaan jasa konsultasi, karena basic saya di situ. Tidak ada hubungannya dengan Proyek Taman Kota,” bantah Sony Kabupung.

Dari pendalaman yang dilakukan Pansus, diketahui kontraktor pelaksana proyek ini adalah PT Gading Landscape Maumere, sebuah perusahaan yang baru didirikan pada pertengahan tahun 2016. Direktris perusahaan ini adalah seorang perempuan bernama Paulina Yeni Kabupung, mantan anggota DPRD Sikka dari Fraksi Partai Golkar.

Perempuan  ini merupakan kakak kandung dari Sony Kabupung, yang mana keduanya masih tinggal dalam satu rumah yang sama.

Yoseph Karmianto Eri, salah satu angota Pansus berpendapat proses dan pelaksanaan proyek ini terindikasi unsur kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) yang sangat kuat. Apalagi terungkap konsultan pengawas yaitu CV Dekon Mitra Konsulindo, di mana Osmond Parera selaku Kepala Perwakilan tinggal bersebelahan rumah dengan konsultan perencana dan kontraktor pelaksana.

Satu hal yang diungkap Yoseph Karmianto Eri yakni proses penawaran yang dilakukan kontraktor pelaksana. Terindikasi kuat Sony Kabupung selaku konsultan perencana terlibat membantu pemenangan pelelangan proyek ini. Wakil Ketua Fraksi PKP Indonesia ini membongkar keterlibatan konsultan perencana yang berperan mencarikan ijazah arsitek sebagai salah satu syarat dalam dokumen penawaran.

Sony Kabupung akhirnya mendapatkan ijazah arsitek dari seorang bernama Valerianus Yanuarius da Cunha. Bahkan konsultan perencana ini pun langsung menyerahkan uang senilai Rp 1 juta sebagai kepada pemilik ijazah tersebut.
Sony Kabupung mengakui dia terlibat dalam urusan mencarikan dan membayar jasa ijazah arsitek. Namun dia beralasan melakukan hal itu hanya untuk membantu kelancaran proses penawaran. Sementara uang yang dia serahkan adalah titipan dari kontraktor pelaksana yang saat itu sedang keluar dari Kota Maumere.

Rapat Pansus untuk mendalami keterangan dari konsultan perencana ini dipimpin Ketua Pansus Gorginus Nago Bapa. Hadir saat itu Wakil Ketua Pansus Fabianus Toa, dan sejumlah anggota Pansus seperti Yoseph Karmianto Eri, Pankrasius Nong Tonce, Sunardin, Alfonsus Ambrosius, dan Phillips Fransiskus.

Setelah kurang lebih dua jam pendalaman, Pansus menskors rapat, dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (9/3). Penundaan dilakukan karena konsultan perencana tidka membawa serta dokumen-dokumen pendukung yang dibutuhkan Pansus. (vicky da gomez)

Ket Foto : Pansus Taman Kota DPRD Sikka meninjau lokasi pembangunan Taman Kota Maumere.