Mengenal Politisi dan Pebisnis Yang Ringan Tangan

by -219 views

AWANG Notoprawiro, tentu semua orang kenal. Di kalangan pengusaha dan pebisnis, dia punya militansi yang teruji. Dari titik nol ia memulai usahanya. Di jagat politik pun Awang bukan pemain baru. Ia politisi sederhana tapi cerdas, yang berhasil menahkodai Partai Amanat Nasional (PAN) NTT.  Sentuhan kasihnya tak pernah pandang bulu. Siapa saja, dan dari golongan atau etnis manapun, ia tak peduli. Siapa sesungguhnya sosok yang ringan tangan ini? Mari mengenal dia lebih dekat.

PRIA kelahiran Namosain, Kota Kupang ini banyak dikenal di lingkungan sosial kemasyarakatan, keagamaan, dunia usaha maupun politik, karena sikapnya yang low profile dan sederhana. Sifatnya yang ‘ringan tangan’ memudahkannya diterima di semua kalangan.

Terlahir dari keluarga nelayan, Awang tumbuh bersama sembilan bersaudara dalam kesederhanaan. Kesulitan sang ayah yang hanya berprofesi sebagai seorang nelayan, membuat Awang kecil harus rela hidup dengan salah seorang kerabat ayahnya sebagai anak angkat.

Keinginan Awang untuk terus bersekolah memaksanya mencari jalan sendiri untuk membiayai pendidikannya. Awang kecil lebih banyak menghabiskan waktu bermainnya dengan berkeliling menjajakan kue ibu angkatnya. Dari penghasilan itu Awang berhasil menyelesaikan belajarnya di SD GMIT Namosain. Hal yang sama juga dilakoni Awang remaja untuk membiayai SMP dan SMA-nya, tetapi tidak lagi menjajakan kue, melainkan melaut untuk mendapatkan kesempatan memperoleh penghasilan lebih.

Ia pun dapat menamatkan pendidikan lanjutan di SMP Frater Kupang, dan SMA Giovanni Kupang. Pengalaman pahit di masa kecil dan remaja itu membuat sosok yang satu ini tumbuh menjadi pribadi yang dinamis dan menempanya sebagai pribadi yang kokoh dan tangguh.

Usai menamatkan pendidikan akhirnya di Universitas Muhammadiyah Kupang, Awang mencoba belajar menjadi manusia mandiri. Dari sanalah ia mulai memahami arti perjuangan hidup. Jatuh bangun ia memulai usahanya. Ia pantang menyerah dan terus bertekad menggapai cita-citanya; ingin merubah nasib untuk menjadi sukses.

Perjuangan dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Kemauan yang kuat, jujur serta tekun dalam bekerja, itulah modalnya dalam meraih kesuksesan.

Terjun ke Politik

Setelah menamatkan pendidikannya, Awang sempat sempat bekerja di salah satu perusahaan dari Surabaya sebelum pada akhirnya ia mandiri dengan mendirikan perusahaan pribadi yang diberi nama PT Biar Mandiri Transport (BMT), yang bergerak di bidang expedisi dan transportasi laut.

Dari latar belakang keluarganya, Awang bukan lahir dari keluarga yang berlatar belakang politisi. Tidak ada darah politik. Semasa kuliah pun Awang tak pernah bergelut di organisasi intra maupun ekstra kampus. Tapi bagi dia, politik bukan hal yang tabuh, dan tidak ada larangan baginya untuk bergelut di dunia politik.

“Dunia politik bukan hal tabu, semua bisa terjun ke sana,” ujarnya.

Kiprah politik Awang dimulai dari Partai Amanat Nasional (PAN). Tidak tanggung-tanggung ia dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi NTT, sebuah posisi yang sangat strategis.

Menduduki posisi sekretaris selama dua periode, pada tahun 2015, Awang kembali mendapat kepercayaan lebih tinggi, menjadi Ketua DPW PAN NTT hingga kini. Di tangan Awang, PAN NTT mencuat menjadi partai yang bersih dan disegani. Ia berhasil menelurkan banyak kader PAN berkualitas sebagai anggota DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi maupun DPR RI.

Tidak berhenti disitu, hingga 2017, dengan sentuhan tangan dinginnya, PAN berhasil menghantarkan putra-putra terbaik NTT menjadi Bupati di sejumlah Kabupaten. Yang paling anyar, ia juga sukses menghantarkan DR Jefirstson R. Riwu Kore dan dr. Herman Man menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2017 -2022.

Alasan di balik Awang terjun ke dunia politik karena keinginan untuk bersama seluruh komponen masyarakat membawa NTT ke arah yang lebih baik, mengawasi jalannya pemerintahan secara jernih, tegas dan tanpa kompromi, sehingga terwujud pemerintahan yang baik dan bersih.

Dengan alasan yang sederhana dan mulia itu, kini Awang tengah memantapkan diri untuk maju memperebutkan salah satu kursi DPR RI di Senayan. Inilah target politik paling realistis yang dapat diemban.

Dorongan dan desakan dari berbagai kalangan untuk menjadi calon DPR-RI pada Pemilu Legislatif 2019, menambah semangatnya untuk terus berjuang. Rekam jejak pribadinya yang bersih, jujur dan murah hati, membuat Awang banyak menjadi panutan dari berbagai kalangan, tua-muda, baik itu kalangan akademisi, rohani, birokrat, pedagang dan pengusaha, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai kalangan.

Bagi Awang, DPR adalah lembaga legislatif yang visi dan misinya untuk membela rakyat. DPR adalah perwakilan rakyat, wadah penyalur aspirasi rakyat. DPR dipilih oleh rakyat, untuk rakyat, dan dari rakyat yang mewakilinya.

“Rakyat tidak butuh wakilnya yang suka obral janji. Rakyat merindukan figur yang peduli dan mau merakyat. Rakyat butuh wakil yang berpihak pada rakyat,” akunya.

Nama Awang pun selalu muncul dalam setiap acara keagamaan, baik Islam maupun Kristen. Dalam setiap pagelaran tahunan pawai Paskah oleh Pemuda GMIT Kupang, gereja-gereja selalu mendapatkan sumbangan kendaraan besar dari PT BMT untuk dijadikan kendaraan hias.

Menurut Awang, puncak dari kesadaran keagamaan adalah universalisme pemahaman tentang dasar-dasar keyakinan. Dan, di puncak pemahaman tentang dasar-dasar universalitas keimanan pulalah, seorang pluralis bisa terikat dalam konsepsi ketuhanan. Gagasan kuat inilah yang memperkoko pemahaman serta praktek keagamaan Awang sejak duduk di bangku SMP hingga saat ini. Konsep demikian juga yang mambuatnya bisa diterima di semua kalangan umat lintas agama dan adat. (jdz)