Ayo ke Sumba, Ada Festival Sandelwood dan Tenun Ikat Bulan Juli

by -198 views

Kupang, mediantt.com – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT kembali menggelar even tahunan berskala nasional untuk menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara ke NTT. Di Pulau Sumba akan digelar dua even pada bulan Juli yakni Festival Sandelwood 1001 Kuda dan Tenun Ikat. Karena itu, para pencita dan petualang diminta ke Sumba pada Bulan Juli untuk menyaksikan kebolehan para lelaki Sumba dalam atraksi festival Sandelwood dan kelihaian para ibu merakit tenun ikat.

”Festival tenun ikat akan berlangsung di Sumba Barat Daya dan Sandelwood peserta berkuda mengambil titik star dari Waingapu dan finish di SBD. Peserta berkuda akan melintasi wilayah empat kabupaten sedaratan Sumba dan bermalam pada beberapa titik,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Eden Kalakik kepada wartawan di ruang rapat dinas, Kamis (23/2/2017).

Menurut dia, menurut rencana Festival Sandelwood 1001 Kuda dan Tenun Ikat Sumba digelar akhir Mei 2017, tapi ditunda karena bertepatan dengan bulan puasa bagi umat muslim. “Jadi kedua even itu baru berlangsung pada bulan Juli 2017,” katanya.

Eden menjelaskan, salah satu tujuan kegiatan tersebut agar bisa diikuti banyak peserta dan mendatangkan banyak wisatawan.

”Ketika kunjungan wisatawan ke NTT dalam jumlah yang banyak mengungguli provinsi lain, kita akan mendapatkan kredit poin tersendiri dari Pemerintah Pusat, dalan hal ini Kementerian Pariwisata,” tegasnya.

Ditanya soal persiapan, Eden menuturkan, saat ini sedang dilakukan persiapan dengan menggelar rapat koordinasi di tingkat pimpinan. ”Kita akan menggelar rapat koordinasi kedua dengan daerah dalam hal ini bupati dan pimpinan DPRD sedaratan Sumba. Keinginan kita kegiatan festival tenun ikat ini dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, dan juga akan dihadiri beberapa duta besar negara tentangga,” katanya.

Eden juga memastikan dua kegiatan besar di Sumba ini tidak akan bertabrakan dengan kegiatan lain seperti Tour de Flores (TdF) dan Soekarno month di Ende.

”Yang kita inginkan adalah meniciptakan event untuk mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin. TdF akan berlangsung bulan Mei sementara Soekarno month pada bulan Juni 2017,” ujarnya. (jdz)

Foto : Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Eden Kalakik.