Labuan Bajo dan Danau Kelimutu di Mata Jokowi

by -125 views

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menilai, Provinsi Nusa Tenggara Timur kaya akan potensi pariwisata, akan tetapi belum dikelola maksimal.

Dalam rapat terbatas membahas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas di NTT, Kamis (16/2/2017), Presiden menyebut sejumlah destinasi pariwisata yang masih belum digarap dengan baik.

“NTT juga perlu mengembangkan lagi potensi yang cukup kaya di sektor pariwisata, yaitu di Labuan Bajo, Pulau Komodo, Danau Kelimutu, dan lain-lain,” ujar Jokowi di Kantor Presiden.

Presiden menyoroti sejumlah hal yang harus didorong lagi demi memaksimalkan potensi pariwisata.

Pertama, yang harus diperhatikan adalah persoalan infrastruktur. “Diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, misalnya akses transportasi yang mudah, baik bandara, jalan, jembatan dan pelabuhan,” ujar Jokowi.

Kedua, masyarakat NTT, khususnya di sekitar lokasi pariwisata harus benar-benar disiapkan. Sejumlah kesiapan itu mecakup cara berkomunikasi dengan tamu, produk kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan hingga kesiapan usaha kecil, mikro dan menengah.

Presiden secara khusus meminta pengembangan di sektor pariwisata NTT harus memiliki dampak nyata dalam hal menggeliatnya sektor UMKM di NTT. “Terakhir, selain itu diperlukan penyiapan dari sisi promosi,” ujar Jokowi.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya hadir di dalam rapat terbatas itu. Hadir pula antara lain Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo juga memuji pertumbuhan ekonomi di NTT. Presiden menyebut bahwa ekonomi NTT tumbuh cukup pesat beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi di NTT tahun 2014 sampai 2016 selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional ya. Tahun 2016, ekonomi NTT tumbuh 5,18 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Jadi ada tren NTT mulai mengejar ketertinggalan dengan daerah-daerah lain,” jelas dia.

Meski demikian, Presiden merasa angka tersebut belum cukup. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah mesti mendorong program pengentasan kemiskinan, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan perluasan lapangan kerja.

Presiden pun meminta menteri dan kepala daerah memperhatikan arahannya guna mewujudkan hal itu.

Utamanya, peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT harus didasarkan pada peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan perikanan. Sebab, produk domestik regional bruto (PDRB) NTT sebanyak 30 persen berasal dari dua sektor itu.

“Oleh sebab itu, saya minta penyiapan infrastruktur pertanian dan kelautan harus jadi prioritas, mulai dari pembangunan bendungan, embung, sampai pelabuhan,” ujar dia.

Jokowi mengingatkan bahwa NTT merupakan salah satu beranda Nusantara. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur di sana harus sama dengan daerah lainnya. (kompas.com)