LEWOLEBA – Pilkada Lembata Rabu (15/2) lalu yang menurut realcount telah dimenangkan Yance Sunur-Thomas Langoday, paket nomur urut 5 dengan sandi politik Sunday, diduga bermasalah. Karena itu, pasangan Titen (Herman Wutun-Vian Burin) dan pasangan Viktory (Viktor Mado Watun-Muhamad Nasir, meminta KPU Lembata menghentikan semua tahapan Pilkada, karena terindikasi ada kecurangan.

Dalam konferensi pers di Lewoleba, Kamis (16/2), kedua pasangan calon ini membeberkan beberapa fakta yang ditemukan di lapangan, yang mengindikasikan ada dugaan pelanggaran yang bersifat sistemstis,terstruktur dan masif yang merugikan masyarakat Lembata, pemilik hak suara dan mencederai demokrasi.

Dalam pernyataan sikap kedua pasangan calon ini, yang copyan-nya diterima mediantt.com, Kamis malam, ada lima pernyataan sikap.

Pertama, kedua pasangan calon menyatakan mengecam tindakan pihak-pihak yang secara sistematis, terstruktur dan masif melakukan kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Lembata 2017, sehingga mencederai demokrasi di Lembata.

“Paket Titen dan Viktori menolak seluruh pelaksanaan proses Pilkada Lembata 2017 yang telah dilakukan, Rabu 15 Februari 2017 dan hasil-hasilnya,” demikian butir lain pernyataan bersama itu.

Selain itu kedua paket ini pun menuntut KPU Lembata untuk menghentikan tahapan Pilkada Lembata selanjutnya, dan melakukan pemungutan suara ulang dengan pengawasan yang ketat dari panitia pengawasan pemilihan umum.
Point lain menegaskan, kedua pasangan calon meminta KPU Pusat, KPU Propinsi dan KPU Lembata untuk segera menindaklanjuti surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 337/9447/Otda, berkaitan dengan keikutsertaan saudara Eliaser Yantji Sunur dalam Pilkada Lembata tahun 2017.

Pada point terakhir, kedua pasangan calon ini juga mengajak seluruh masyarakat Lembata untuk tenang dan terus mengawal proses ini secara baik dan bertanggungjawab.

Asal tahu, paket Titen Herman Yosep Loli Wutun-Yohanes Vianey K Burin, diusung Partai Keadilan Sejahtra (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sedangkan pasangan Viktori (Viktor Mado Watun-Muhamad nasir), diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa. (steny leweheq)

Foto : Ilustrasi