Provinsi Riau Belajar Kerukunan Beragama di NTT

by -106 views

KUPANG – Anugerah penghargaan kepada NTT sebagai provinsi dengan Kerukunan Beragama Terbaik dari Kementerian Agama pada akhir 2015, mendorong Provinsi Riau datang belajar kerukunan dan toleransi di NTT. Mereka ingin menyaksikan sendiri bagaimana warga NTT yang majemuk hidup berdampingan tanpa ada persoalan.

Ketika menerima rombongan Koordinasi Peningkatan Harmonisasi dan Pengelolaan Kerukunan Umat Beragama dari Provinsi Riau di Ruang Rapat Gubernur, Selasa, (14/2), Gubernur NTT Frans Lebu Raya menegaskan, NTT sebagai salah satu daerah terluar NKRI sangat menjunjung tinggi semangat pluralisme. Dengan komposisi penduduk sekitar 85 persen beragama Kristiani, toleransi antara umat beragama sangat tinggi.

“Ada modal sosial berupa kearifan-kearifan lokal yang memperteguh kerukunan umat beragama di NTT. Hubungan kekeluargan dan persaudaraan  menjadi tali pengikat yang kuat. Pernah tahun 1998,  ada upaya untuk meluluhlantakan fondasi toleransi tersebut, namun tidak berhasil. Sampai sekarang, umat beragama hidup berdampingan dengan damai. Hari-hari besar keagamaan dirayakan secara bersama dan melibatkan pemeluk agama lain. Acara natal dan halal bihalal bersama sudah menjadi tradisi masyarakat,” jelas Lebu Raya.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi NTT selalu berupaya menjalin kemitraan dengan para pemuka agama. “Minimal dua kali setahun, kami secara rutin bertemu dengan para pemuka agama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut dia, mereka diberi ruang untuk memberikan masukan dan mengevaluasi berbagai kebijakan yang telah dijalankan. Dengan ini, para pemuka agama tidak lagi berperan seperti pemadam kebakaran, tetapi sungguh merasa dilibatkan dalam setiap proses pembangunan.

“Setiap tahunnya kita juga menganggarkan bantuan untuk lembaga keagamaan untuk mendorong usaha ekonomi produktif umat serta membantu pembangunan rumah ibadat. Komunikasi dengan Forkompinda juga diintesifkan setiap bulannya demi menjaga kedamaian di bumi Flobamora,” tegas Gubernur Lebu Raya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Ahmad Supardi Hasibuan, selaku ketua rombongan menguraikan secara singkat profil Provinsi Riau serta tujuan kedatangan mereka.

Ia mengungkapkan, sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan Negeri Pujangga dan Negeri Asal Bahasa Melayu, orang Riau sejak zaman kerajaan sudah  sangat terbuka dengan orang luar. Dengan jumlah penduduk, sekitar 6,3 juta jiwa yang tersebar di dua kotamadya dan sembilan kabupaten, penduduk aslinya adalah orang Melayu.

“Sebagian besar penduduk Riau beragama Islam. Sampai sekarang, tidak ada persoalan konflik agama yang berarti di daerah kami. Tujuan kedatangan kami adalah untuk belajar tentang  kehidupan umat beragama di NTT karena pada akhir 2015 NTT dianugerahi Penghargaan Provinsi dengan Kerukunanan Beragama Terbaik dari Kementerian Agama.  Selain itu, kami juga mendengar tentang adanya Laboratorium Sosial di sini,” jelas Ahmad Supardi.

Ke-45 anggota rombongan ini terdiri dari Unsur Pimpinan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dan 11 Kabupaten/Kota, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Menurut agenda, kunjungan tersebut akan berlangsung selama 3 hari, terhitung mulai tanggal 14 hingga 16 Februari. Hari Pertama, rombongan akan mengunjungi beberapa tempat ibadah di Kota Kupang. Hari kedua akan diisi dengan kunjungan ke tempat wisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. (hms/jdz)

Ket Foto : Dari kiri ke kanan; Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Gubernur Frans Lebu Raya dan Kakanwil Kemenag NTT.