Bikin Onar di Gereja Mauloo, Warga Perancis Dievakuasi Paksa Polisi

by -158 views

Maumere, mediantt.com – Seorang warga asal Perancis dievakuasi paksa aparat Polres Sikka, Minggu (12/2). Nathanael Jacques Leopold Wadbleq dievakuasi untuk menghindari amuk ratusan umat Paroki Salib Suci Mauloo di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga.

Sebelumnya pria pelancong ini membuat onar di Greja Salib Suci Mauloo saat perayaan ekaristi yang dipimpin Romo Bosko Edo, OCarm. Dia menerima komuni dari Suster Agneta PIJ, namun hosti sebagai simbol Tubuh Kristus itu tidak langsung disantap sebagaimana kepercayaan orang Katolik, tapi justeru diisinya di kantong celana depan bagian kanan. Dia baru menyantap hosti tersebut setelah selesai perayaan ekaristi sekitar pukul 08.30 Wita, itu pun karena terdesak ditegur seorang umat.

Kondisi ini memancing kemarahan ratusan umat lainnya yang mengikuti perayaan ekaristi sejak pukul 06.45 Wita. Spontan umat pun menginterogasi pria berumur 34 tahun ini. Untung saja beberapa umat dan pihak gereja langsung mengamankan Nathanael ke Rumah Paroki yang tidak jauh dari gereja.

Informasi tentang peristiwa ini pun simpang siur mengalir begitu cepat. Apalagi diembuskan isu pencemaran terhadap agama Katolik. Pantauan wartawan di Rumah Paroki pukul 11.30 Wita, ratusan umat memadati halaman Rumah Paroki. Mereka mendesak agar pelaku yang sedang diamankan di dalam Rumah Paroki dikeluarkan.

Pastor Paroki Romo Mento Ocarm berusaha memberikan pemahaman kepada umat tentang persoalan yang terjadi sebenarnya. Dia memberikan gambaran secara kronologis dan meminta umat agar menjaga suasana yang kondusif. Namun umat justeru tidak menerima, dan suasana pun tambah panas.

Di dalam Rumah Paroki, pelaku diamankan di ruang tamu. Beberapa suster dari Ordo Sang Timur menggali keterangan dari pelaku. Beberapa orang aparat dari Polsek Paga dan juga anggota DPRD Siflan Angi tampak ada di situ.

Soal Tradisi

Kepada mediantt.com, Romo Mento menjelaskan, pelaku adalah seorang Katolik. Sebelum mengikuti perayaan ekaristi di Gereja Salib Suci, pelaku sempat mengikuti perayaan ekaristi di Gereja di Wolowiro. Kebetulan waktu itu Romo Mento yang memimpin perayaan ekaristi.

“Dia ikut misa di Wolowiro, saya yang pimpin, dan saya sempat lihat dia di bagian belakang, ikut tanda salib, berlutut, seperti biasa, setelah habis bacaan, saya sudah tidak lihat lagi,” jelas Romo Mento.

Setelah ditanya, pelaku mengaku tidak mengerti Bahasa Indonesia, karena itu dia berusaha mencari gereja yang menggunakan Bahasa Inggris. Pelaku beranggapan karena ini daerah pantai, dan juga ada objek wisata bisa saja ada gereja lain yang menggunakan Bahasa Inggris.

Dari keterangan yang diperoleh, tambah Romo Mento, pelaku ikut antri untuk menerima hosti. Karena umat menerima hosti dengan tangan, pelaku pun bingung. Alasan pelaku, tradisi Gereja Katolik Eropa, umat menerima hosti dengan cara membuka mulut dan langsung dimasukan oleh Imam.

“Pelaku ini beragama Katolik. Persoalannya hanya pada tradisi cara menerima Tubuh Kristus. Ini yang membuat dia bingung. Dalam keadaan bingung dia pun membungkusnya dengan tisu lalu menyimpan di saku celana,” jelas Romo Mento.

Romo Mento menambahkan, setelah diinterogasi, pelaku mengakui kesalahannya. Di hadapan Romo Mento, beberapa pastor dan suster, termasuk juga Wakapolres Sikka Muhammad Saleh, pelaku sempat menangis dan meminta maaf atas kesalahan yang dia buat. Dia tidak menyangka hal itu justeru melukai umat Katolik di Mauloo.

Dramatis

Evakuasi terhadap Nathanael dipimpin Wakapolres Sikka, berlangsung dramatis. Satu-satunya jalan untuk mengevakuasi pelaku yakni melalui halaman Rumah Paroki. Saat itu umat masih memadati halaman Rumah Paroki dan menuntut pelaku diadili. Mereka masih belum percaya jika pelaku beragama Katolik.

Aparat keamanan kemudian memberanikan diri mengevakuasi pelaku. Mobil pribadi milik Siflan Angi digunakan sebagai kendaraan evakuasi. Mobil ini diparkirkan rapat ke pintu masuk Rumah Paroki, dan melalui pengawalan ketat pelaku pun dimasukkan ke dalam mobil yang disetir sendiri Siflan Angi.

Pelaku pun dikeluarkan dan langsung masuk ke mobil. Ratusan orang di halaman Rumah Paroki pun berteriak. Tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan. Di depan gerbang keluar, beberapa orang sempat menghadang dengan kayu, namun mobil evakuasi tetap melaju. Pelaku dievakuasi ke Polres Ende untuk kemudian dimintai keterangan lebih lanjut.

Usai evakuasi, masyarakat pun berangsur meninggalkan halaman Rumah Paroki. Beberapa masih tampak berkelompok menceritakan peristiwa ini. Suasana pun kembali kondusif dan berangsur normal. (vicky da gomez)

Foto: Nathanael Jacques Leopold Wadbleq (baju kaos hitam, kacamata), warga Perancis, yang diduga membuat keonaran di Gereja Salib Suci Mauloo, saat perayaan ekaristi di gereja itu, Minggu (12/2), sedang dimintai keterangan polisi di Rumah Paroki Mauloo.