Nelayan Sikka Hanyut Tiga Jam, Namparnos Batal ke Adonara

by -67 views

Maumere, mediantt.com – Gelombang pasang yang cukup besar sejak Selasa (7/2) pagi, tidak menyurutkan niat Andrew untuk mencari ikan di perairan Laut Flores. Buntutnya, motor laut jenis ketinting yang dia kemudikan terbalik. Kurang lebih 3 jam dia hanyut di perairan lepas, persis di depan Cafe Turap.

Warga Kampung Bajawa Kelurahan Beru itu hanya berdiri saja di atas motor laut yang terbalik. Dia berupa memberikan signal untuk meminta bantuan dari sejumlah kapal motor yang agak besar, yang saat itu sedang berlabuh di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok.

Orangtua Andrew dan sejumlah keluarga hanya menyaksikan dari pesisir pantai. Mereka tidak berani memberikan pertolongan karena gelombang pasang yang cukup besar siang itu. Fransiskus Pela, ayah korban yang juga seorang nelayan, hanya pasrah saja.

Beberapa warga sempat menginformasikan peristiwa ini kepada Tim Basarnas Maumere. Sementara itu ada juga yang meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka.

Setelah hampir tiga jam, barulah datang pertolongan dari sebuah kapal motor milik seorang pengusaha ikan di Kota Maumere. Kapal motor ini berhasil merapat ke motor laut yang terbalik. Nahkoda kapal motor membuang tali ke laut, dan kemudian Andrew pelan-pelan berenang menuju ke kapal motor tersebut. Evakuasi Andrew ini berlangsung cukup dramatis.

Andrew yang masih lajang ini mengaku terpaksa melaut untuk mencari ikan. Dia berlasan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini sedang ekstrim membuat harga ikan di pasaran menjadi mahal.  

Batal ke Adonara

Sementara itu, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Namparnos membatalkan keberangkatan menuju Pelabuhan Deri Adonara. Gelombang pasang dan ombak besar memaksa Sukoso, sang nahkoda berlindung di Pelabuhan Laurens Say Maumere.

Sebelumnya kapal berkekuatan 167 GT itu bersandar di Dermaga Feri Namangkewa di Kewapante, sejak Kamis (2/2). Karena merasa tidak nyaman akibat gelombang pasang, pada Minggu (5/2), Sukoso memindahkan Namparnos ke Pelabuhan Laurens Say, persisnya di dermaga yang biasa digunakan untuk kapal-kapal rakyat ke Pemana dan Palue.

Namparnos berangkat ke Adonara pada (Senin 6/2) dari Pelabuhan Laurens Say. Tidak ada penumpang yang diangkut, kecuali sejumlah barang seperti kursi, spring bed, televisi, dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Setelah 6 jam pelayaran sampai ke Pulau Babi, Namparnos dihadang gelombang pasang yang cukup besar. Sukoso pun mengambil sikap untuk mencari tempat berlindung di Pelabuhan Laurens Say.

Sukoso yang ditemui di KMP Namparnos, Selasa (7/2), mengaku belum berani memberangkatkan kapal ke pelabuhan berikut di Deri, Adonara. Dia beralasan masih menunggu sampai kondisi cuaca kembali normal.

“Saya sudah informasikan ke pimpinan, dan diminta untuk sementara bertahan sampai ada petunjuk lebih lanjut. Jadi sementara ini saya parkir saya, bersama 2 mualim dan 14 anak buah kapal,” tutur pria yang baru satu tahun menahkodai Namparnos.

KMP Namparnos melayani rute Maumere-Pemana-Pulau Besar-Pemana –Maumere-Palue-Deri-Maumere. Kapal ini untuk sementara menggantikan KM Umakalada. (vicky da gomez)

Ket Foto: Evakuasi terhadap Andre, warga Kampung Bajawa, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, yang terhanyut setelah motor lautnya diterpa gelombang pasang, Selasa (7/2) sore.