Diduga Gagal Konstruksi, Dermaga Feri di Kewapante Ambruk

by -202 views

Maumere, mediantt.com – Dermaga Feri Namangkewa di Kecamatan Kewapante, ambruk, Senin (6/2) malam sekitar pukul 21.30 Wita. Bagian catwalk dermaga ini roboh diterpa banjir ROB. Diduga, akibat pekerjaan proyek yang gagal konstruksi.

Pantauan wartawan di lokasi kejadian, Selasa (7/2), salah satu catwalk sudah putus. Besi pengaman di sampingnya sudah terlepas, dan terbawa ombak. Praktis, tidak ada lagi jalan penghubung bagi anak buah kapal untuk memasang tali feri.

Gorgonius Nago Bapa, Ketua Fraksi Partai Golkar Sikka yang ikut memantau di lokasi menduga, terjadi korupsi pada pekerjaan fisik dermaga yang belum berumur 1 tahun itu. Dia meminta pemerintah melakukan audit atas pekerjaan dermaga feri itu.

Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar yang memantau kerusakan dermaga feri ini, belum bisa memastikan robohnya dermaga feri akibat gagal konstruksi ataukah karena faktor lain. Dia hanya mengatakan, gelombang pasang yang cukup tinggi kurang lebih sepekan ini, bisa jadi salah satu faktor yang membuat dermaga ini roboh.

Heri Ngisol, staf Bidang Angkutan Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi NTT, yang tiba Selasa (7/2) pagi dari Kupang, mengelak memberikan keterangan soal dugaan gagal konstruksi. Dia beralasan tidak memiliki kewenangan memberikan pernyataan tentang dugaan gagal konstruksi.

Dia memgaku tidak yakin kalau robohnya dermaga feri tersebut akibat gagal konstruksi. Dia lebih menduga hal itu terjadi karena cuaca ekstrim yang terjadi satu minggu terakhir ini.

“Kalau bilang gagal konstruksi, saya yakin tidak seperti begini rusaknya. Dengan cuaca ekstrim seperti sekarang, tentu akan lebih hancur lagi. Kondisi cuaca seperti ini tidak saja terjadi di Maumere, tetapi di berbagai tempat di perairan NTT juga terjadi cuaca ekstrim,” tegas Heri.

Dermaga feri Namangkewa ini umurnya belum sampai 1 tahun karena baru diresmikan pada Mei 2016. Proyek senilai Rp 30 miliar lebih ini ada pada Satker Perhubungan NTT. Pemkab Sikka sama sekali tidak ikut terlibat sejak perecanaan hingga pelaksanaan.

“Ini proyek dari provinsi. Kami tidak ikut terlibat, kami hanya tahu terima bersih saja,” jelas Paolus Nong Susar.
Heri Ngisol menambahkan, kedatangannya bersama Santo dari Dinas Perhubungan NTT hanya untuk memantau kondisi kerusakan yang terjadi pada dermaga feri. Nantinya mereka akan membuat laporan.

Menyoal perbaikan kembali, Heri Ngisol mengaku Dinas Perhubungan NTT tidak memiliki anggaran. Menurut dia, pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan dengan menggunakan alokasi APBD. Jika biaya perbaikan terlalu tinggi, maka Pemkab Sikka bisa mengajukan usulan ke Dinas Perhubungan NTT untuk kemudian dilanjutkan ke Kementerian Perhubungan. (vicky da gomez)

Ket Foto: Belum sampai satu tahun, dermaga feri Namangkewa di Kecamatan Kewapante ambruk akibat banjir ROB, Senin (6/2) malam.