Jalan Oelamasi-Lelogama Terancam Putus, Ratusan Anak Sungai Meluap

by -48 views

KUPANG – Akses jalan yang menghubungkan pusat pemerintahan Kabupaten Kupang di Oelamasi dengan Lelogama di Kecamatan Amfoang Selatan, terancam putus akibat amblasnya ruas jalan di beberapa titik kawasan pegunungan Amfoang.

“Beberapa titik di kawasan tersebut mengalami longsor dengan panjang longsoran antara lima sampai 10 meter setinggi satu meter,” kata kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Kupang Joni Nomseo kepada Antara di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan amblasnya ruas jalan poros tengah di Kabupaten Kupang itu akibat curah hujan yang tinggi serta angin kencang di pegunungan Amfoang.

Dikatakannya, pemerintah Kabupaten Kupang,segera memasang bronjong di lokasi longsoran guna menghindari terjadinya longsoran yang lebih parah, agar akses transportasi dari Lelogama-Oelamasi tetap lancar.

“Petugas teknis dari Dinas Pekerjaan Umum sudah melakukan pemantauan ke lokasi longsoran untuk melakukan perbaikan,” kata Namseo.

Ia mengatakan, longsor yang terjadi di ruas jalan negara itu sudah disampaikan ke Bupati Kupang Ayub Titu Eki yang sedang dalam perjalanan menuju Amfoang Selatan untuk urusan keluarga.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya longsoran di ruas jalan poros tengah Kabupaten Kupang itu.

“Memang benar ada dua titik longsoran, jika tidak ditangani secara cepat maka akses transportasi dari lima kecamatan di Amfoang menuju Oelamasi putus total,” katanya.

Pemerintah Kabupaten akan segera melaporkan kerusakan itu kepada pemerintah pusat, karena ruas jalan poros tengah itu merupakan jalan negara.

Ratusan Anak Sungai Meluap

Secara terpisah, Camat Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Andreas Naisunis mengimbau warganya agar waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor menyusul meluapnya ratusan anak sungai pada wilayah pegunungan Amfoang di daerah itu.

Naisunis ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat, mengatakan, dalam kondisi cuaca sangat ekstrim saat ini dibutuhkan kewaspadaan warga Amfoang Utara yang hendak berpergian ke kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Hujan deras disertai angin kencang di wilayah pegunungan Timau dan Amfoang dapat memicu terjadinya tanah longsor. Saat ini ratusan anak sungai di pegunungan Amfoang meluap akibat tingginya curah hujan di pegunungan Timau dan Amfoang, Kabupaten Kupang,” tegasnya.

Ia mengatakan, kondisi ruas jalan menuju Kupang ditutupi lumpur sehingga tidak memungkinkan dilintasi kendaraan umum.

Menurut dia, pada musim hujan perjalanan dari Naikliu ke Kupang saat ini ditempuh selama 12 jam yang seharusnya dalam waktu enam jam.

“Ratusan anak sungai di daerah pegunungan Amfoang sedang dalam kondisi banjir menyebabkan waktu tempuh perjalanan sangat lama, selain itu ancaman tanah longsor dan pohon tumbang akibat angin kencang juga selalu terjadi di daerah ini,”tegasnya.

Ia mengimbau warga di daerahnya untuk sementara tidak berpergian ke luar dari Naikliu jika tidak terlalu mendesak. “Sebaiknya warga Amfoang Utara tidak melakukan perjalanan keluar daerah ini, karena kondisi alam saat ini sangat berbahaya jika melakukan perjalanan melintasi sungai yang sedang dalam kondisi banjir,” tegasnya. (ant/jk)

Ket Foto : Sebuah kendaraan yang sedang berusaha menerobos banjir di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang.