Gunakan Mobil Untuk Perluas Pelayanan Perempuan dan Anak!

by -131 views

KUPANG – Kamis, 26 Januari 2017, Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya menyerahkan mobil Perlindungan Perempuan dan Anak kepada melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungn Anak NTT. Gubernur berpesan agar mobil tersebut digunakan dengan baik untuk memperluas pelayanan kepada perempuan dan anak.

“Gunakanlah fasilitas mobil ini dengan baik,  demi memperluas jangkauan pelayanan dan sosialisasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,“ kata Gubernur Lebu Raya, di ruang rapat gubernur, Kamis (26/1).

Gubernur mengatakan, segala upaya untuk menurunkan dan menghilangkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus sejalan dengan kultur atau budaya masyarakat setempat. Artinya,

tindak kekerasan harus dipandang dari berbagai aspek, baik itu aspek ekonomi, sosial dan budaya.

‘’Kekerasan bukan hanya persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) tetapi juga harus ditilik dari aspek budaya. Misalnya budaya belis yang banyak dipelintir sebagai upaya jual beli perempuan. Pandangan itu, tidak serta merta dijawab dengan menghilangkan budaya belis dalam masyarakat. Karena, sejatinya belis berkaitan dengan harga diri dan pemakluman  terhadap orang lain, bahwa wanita tersebut telah dipersunting. Sikap dan pandangan terhadap perempuan harus menjadi pemahaman bersama sehingga tercipta rasa saling menghargai,“ tegas Gubernur Lebu Raya, mengingatkan.

Gubernur juga menghimbau jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  agar melibatkan berbagai komponen masyarakat  dalam upaya meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak.

”Ajaklah tokoh-tokoh agama dan masyarakat  untuk mendiskusikan masalah perempuan dan anak. Rangkullah kalangan media massa, agar mewartakan hal-hal positif terkait persoalan ini. Sosialisasi harus dimulai dari keluarga karena keluarga adalah fondasi dasar pendidikan” kata Gubernur kepada ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang hadir.

Terkait bantuan mobil perlindungan perempuan dan anak sejumlah delapan unit itu, Gubernur menyatakan beberapa kriteria Kabupaten/Kota penerima bantuan. Salah-satu kriterianya didasarkan pada kinerja dan prestasi, dalam memfasilitasi upaya penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

”Penilaian  ini dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berdasarkan hasil kajian tim dari Universitas Nusa Cendana, Kupang,” katanya.

Ia juga berharap bantuan ini menjadi pemicu bagi daerah lainnya, untuk semakin gencar menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Maria Bernadeth Usboko menyatakan, pemberian mobil tersebut bertujuan untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

”NTT patut berbangga karena mendapatkan bantuan lebih banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya. Selain bantuan delapan mobil, ada juga bantuan operasional berupa dua unit motor yang sementara dalam perjalanan. Mobil-mobil ini dilengkapi dengan fasilitas kesehatan standar, genset dan alat-alat sosialisasi seperti layar dan LCD. Ada opetrator khusus yang telah dilatih oleh kementerian untuk mengoperasikan mobil ini”ungkap Erni Usboko dalam kesempatan tersebut.

Dia meyakini bahwa seluruh kabupaten di NTT nantinya akan mendapat bantuan serupa. Adapun kedelapan mobil tersebut diberikan kepada Peprov NTT, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Rote Ndao, Sumba Timur dan Manggarai.

Setelah penyerahan kunci secara simbolis kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, Gubernur berkenan melihat langsung berbagai fasilitas mobil perlindungan perempuan dan anak tersebut.

Hadir saat itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari tujuh kabupaten/kota penerima bantuans bersama pejabat struktural Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT. (hms/jdz)

Ket Foto  :  Gubernur Lebu Raya menyerahkan kunci mobil secara simbolis kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang.