Mahasiswi Unmer Tertarik Meneliti Kasus Cabul di Wutik

by -138 views

Maumere, mediantt.com – Heboh kasus pencabulan yang dilakukan Kepala SDNI Wutik terhadap empat orang siswanya, menarik perhatian Maria Inasensia Kartina. Mahasiswi program pasca sarjana di Uneversitas Merdeka (Unmer) Malang ini berniat melakukan penelitian atas kasus asusila tersebut.

Untuk memantapkan niatnya, Maria Inasensia Kartina mendatangi Mapolres Sikka, Kamis (12/1). Dia bermaksud menyampaikan niat tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Sikka Andriz Setiawan. Perempuan lajang ini diantar oleh Viktor Nekur, salah seorang pengacara yang berpraktik di Kabupaten Sikka.

“Saya sudah bertemu Pa Kasat Reskrim, menyampaikan niat saya melakukan penelitian terhadap kasus pencabulan di Wutik. Nanti termasuk juga kasus pelecehan seksual di Nirangkliung yang terjadi tahun lalu. Pa Kasat sarankan agar saya menyampaikan surat resmi kepada Kapolres Sikka,” jelas Kartina, yang mengambil jurusan Magister Manajemen dengan fokus Manajemen Pendidikan.

Saat ini, Maria berada di Sikka untuk supervisi pengawasan kepala sekolah dan guru terhadap kinerja guru. Supervisi ini untuk mendukung studinya pada program pasaca sarjana. Kebetulan di saat sedang supervisi dia mendapat informasi tentang kasus pencabulan di Wutik.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Maria Inansia Kartina pernah mengajar di SMPN 2 Nita, ketika terjadi peristiwa pencabulan di sekolah itu. Persis saat itu, alumni IKIP Budi Utomo Malang ini tengah mempersiapkan diri mengikuti program pasca sarjana. Munculnya kasus pencabulan Wutik makin menarik mantan Guru Bahasa Inggris ini untuk meneliti perilaku penyimpangan guru terhadap anak murid sendiri. (vicky da gomez)

Ket Foto: Maria Inansia Kartina, mahasiswa program pasaca sarjana Unmer Malang, berniat melakukan penelitian terhadap kasus cabul di Wutik dan kasus pelecehan seksual di Nirangkliung.