Tujuh Siswa SDN Seba Digorok di Ruang Kelas, Pelaku Tewas Dirajam Massa

by -186 views

SEBA – Kabar memilukan datang dari Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Tujuh siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Seba, menjadi korban ulah biadap pria, yang teridentifikasi bernama Irwansyah. Pelaku yang bukan warga Sabu itu menikam para korban di ruang kelasnya, Selasa (13/12) pagi. Tidak ada korban jiwa. Pelaku telah diamankan di Polres, namun tewas bersimbah darah setelah dirajam oleh warga yang marah dengan ulah tak berperikemanusiaan itu.

Kepada wartawan di Puskesmas Seba, Wali Kelas IVB SD Negeri 1 Seba, Helena Haga menjelaskan, sekitar pukul 08.30 Wita, saat siswa sedang ujian remedial, tiba-tiba pelaku datang dan langsung masuk ke ruangan kelas. Ia menghampiri siswa dan langsung memegang kepala dan menggorok  leher para siswa. Semua siswa histeris dan satu per satu lari keluar ruangan. “Dia (pelaku) seperti orang kerasukan. Dia lari dari satu ruangan ke ruangan lain dan menggorok leher siswa. Tujuh orang siswa terkena pisau,” cerita Helena Haga.

Selain membacok atau menggorok leher siswa-siswi, pelaku juga berteriak untuk membunuh semua guru di sekolah tersebut. Melihat itu, para siswa dengan berani mengerumuni wali kelasnya sehingga akhirnya  mereka terjatuh. “Anak-anak lagi datang di beta dan peluk beta supaya beta jangan dibunuh pelaku. Akhirnya beta dengan anak-anak terjatuh,” katanya.

Helena mengaku tidak mengetahui pasti apakah teriakan pelaku untuk menghabisi semua guru, adalah ajakan kepada orang lain ataukah teriakan itu diperuntukkan bagi dirinya sendiri.

Menurut dia, karena siswa histeris akhirnya berlari keluar ruangan hingga ke jalan raya, sehingga Danramil Seba yang bersebelahan dengan sekolah datang dan langsung menangkap pelaku yang sementara menodong pisau di leher salah satu siswa.

Ia juga bercerita, tujuh orang siswa yang mengalami penikaman secara biadab oleh Irwansyah, tidak ada yang meninggal dunia. “Mereka semua hanya mengalami luka-luka yang cukup serius,” ujar Helene.
Ketujuh korban itu adalah Juniarto Ananda Apri Dimu (11) mengalami luka robekan pipi kiri, lengan kanan, dan robekan bekas pisau pada daun telinga kanan.

Naomi Oktoviani Pawali (10) mengalami luka sayatan di leher dan luka pada bibir depan. Maria Katrina Yeni (8) mengalami luka di leher dan jari tunjuk dan jari tengah. Keduanya kemungkinan menghindar saat pelaku hendak mengggorok leher mereka.

Selain itu, Gladis Riwu Rohi (11), Dian Suryanti Kore Bunga (11), Alberto Tamelan (10), dan Aldi Miha Djami (11), semuanya mengalami luka sobek sayatan pisau di bagian leher.

Kapolsek Sabu Timur Kapolsek Sabu Timur Ipda Nawawi ketika dikonfirmasi mengatakan, pelaku saat masuk langsung menuju ke bangku belakang di mana Naomi Pawali duduk. Ia langsung memutar wajah Naomi dan menggorokkan pisau yang dipegang ke leher korban. Setelah itu, ia keluar dan mencari anak lain sehingga korbannya menjadi tujuh orang.

Melihat anak-anak berlari, Danramil Sabu Raijua Mayor (Inf) I Ketut Nesa langsung memerintahkan anggotanya ke lokasi SDN 1 Sabu Barat dan mengamankan pelaku. Di saat bersamaan anggota Polsek Sabu Barat dipimpin Panit I Intel juga sudah memasuki area SDN 1 Sabu Barat dan langsung mengamankan dengan mengevakuasi pelaku ke Mapolsek Sabu Barat.

Dirajam

Situasi di Kelurahan Meba, Kecamatan Sabu Barat benar-benar memanas. Ribuan massa dari berbagai tempat di Kelurahan Sabu Barat sekitar pukul 12.00 Wita, merangsek masuk ke dalam sel Polsek Sabu Barat ingin menemui Irwansyah, pelaku “pengggorok leher” tujuh siswa itu.

Kurangnya personel di Polsek tersebut membuat massa yang sudah tampak emosi membobol tembok tahanan. Pelaku kemudian dirajam dengan batu hingga tewas di tempat.

Massa tersulut emosinya ketika kapal KM Pulau Ndana 11 milik TNI AD tidak membawa apa-apa dari feri cepat KM Shantika Express 77 yang berlabuh di tengah laut. Padahal, beredar informasi di media sosial bersama foto-foto bahwa tujuh teman Irwansyah yang sudah diamankan TNI AD dan segera dipulangkan ke Polsek Sabu Barat. Ini yang memicuh emosi massa membara lalu menuju ke Polsek Sabu Barat yang jaraknya hanya sekitar 1 Km dari Pelabuhan Seba.

Massa yang sudah kalap itu langsung merangsek masuk. Meski sempat dihadang dan diberi pengertian oleh polisi, namun massa tidak peduli. Maka terjadilah aksi rajam batu yang menewaskan Irwansyah.

Panit II Polsek Sabu Barat Jefri Loedu menenangkan massa dan meminta mereka untuk kembali ke rumah masing-masing. Dengan kejadian itu, kata Jefri, akan semakin sulit polisi mendapatkan informasi penting yang diinginkan. “Sumber utama sudah meninggal jadi kita pasti akan sulit. Tapi kami akan tetap menuntaskan penyelidikan,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, langsung sudah turun ke lokasi kejadian untuk menenangkan warganya. Wakil Bupati Nikodemus Rihi Heke langsung menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran Forkopimda. Hadir di antaranya Danramil Sabu Barat Ketut Mesa, Kapolpos TNI AL Wahyudi,  Pater Frans Lakner, Pdt Sarah Bani, dan Pdt Daniel Hendrik, Kapolsek Sabu Timur Ipda Nawawi.

Jangan Terprovokasi

Ketua Sinode GMIT, Pdt Dr. Merry Kolimon mengecam aksi brutal terhadap para siswa SDN 1 Seba. “Kami mengecam dengan keras penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada jam belajar di Seba. Kekerasan terhadap anak adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. Kami minta pemerintah dan pihak keamanan bekerja dengan sungguh-sungguh mengungkap pelaku, tindakan penyerangan, dan motivasinya. Kami juga mohon jemaat/masyarakat tidak terprovokasi,” tulis Pdt. Dr Merry Kolimon

Pdt Merry jugaminta agar umat lintas beragama di Sabu saling menjaga untuk memelihara kerukunan dan bersama-sama bersuara menuntut keadilan bagi anak-anak kita. “Mari kita jaga Pulau Sabu dan NTT sebagai rumah bersama. Kita tolak tegas semua tindakan memprovokasi dengan cara tidak membiarkan diri terprovokasi. Kami himbau tokoh2 agama saling berkoordinasi untuk memastikan kita merawat toleransi dan kerukunan,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen (TNI) Heri Wiranto menghimbau warga Sabu baik yang ada di Sabu Raijua maupun diluar untuk tetap tenang terkait insiden yang dialami para siswa itu.

Menurutnya, pasca kejadian itu, jajaran TNI di Sabu dibawa komando Danramil bersama aparat polisi dan pemda sudah mengambil langkah menolong para korban dan menangkap pelaku.

Ia berharap, warga tetap tenang dan jangan terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan. “Biarlah penanganan kasus ini ditangani aparat kepolisian sehingga bisa diketahui apa motif yang dilakukan pelaku ini,” katanya kepada wartawan di Kupang. (*/jdz)

Ket Foto : Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke bersama unsure Forkompinda berusaha memenangkan massa di Mapolsek.