Iban Medah Himbau Pilih Gubernur Yang Petani

by -64 views

Waikabubak, mediantt.com – Politisi Partai Golkar Ibrahim Agustinus Medah makin memantapkan diri menuju NTT Satu pada Pilgub 2018. Dari Negeri Sandelwood, Iban Medah menyatakan diri sebagai petani yang memahami betul pahit getirnya hidup bertani, maka ia berani meminta seluruh elemen untuk memilih gubernur seorang petani.

Pernyataan politik ini dilontarkan Iban Medah selaku Ketua DPD I Golkar NTT ketika membuka Musda Golkar Sumba Tengah, Senin (5/12).

“Saat ini selain sebagai senator, saya juga sebagai seorang petani. Kebun saya ada di Noelbaki sekitar 10 hektar dan di Rote ada sekitar 100 hektar. Saya merasakan betul bagaimana sulitnya para petani terkendala air dan sulitnya mengolah lahan. Karena itu, saya mengajak semua elemen politik dari berbagai parpol dan juga seluruh kader Golkar harus membuat NTT ini keluar dari kemiskinan. Karena itu, pilih gubernur seorang petani yang mengerti betul tentang pertanian. Jangan pilih gubernur yang pake jaz, pake dasi ketawa-ketawa pasang potser dan baliho dimana-mana, tetapi tidak mengerti masalah pertanian. Saya menghayati benar-benar bagaimana kesulitan petani. Kalau gubernur petani maka dia mengerti dan mampu mengatasi masalah kekurangan air, juga lahan pertanian dan bagaimana pemasarannya,” tegas Medah.

Dalam press release yang diterima mediantt.com, Rabu (7/12), dilaporkan, Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Tengah menggantikan Marthen Ngadu Oly dalam Musda yang digelar di Wisma Pemda Sumba Tengah, Senin (5/11/2016). Di hari yang sama, Wakil Ketua DPRD Sumba Barat Daniel Bili, juga secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPD II Partai Golkar menggantikan Yulianus Pote Leba dalam Musda yang dihelat di Aula Hotel Monalisa Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Medah mengatakan, akar persoalan yang menyebabkan kemiskinan di NTT selama ini karena sektor pertanian yang tidak terurus dengan baik oleh pemerintah. Mantan Bupati Kupang dua periode itu menjelaskan, data statistik menempatkan NTT saat ini berada pada urutan 32 Provinsi termiskin di Indonesia. Bahkan, berdasrkan hasil evaluasi badan-badan nasional, IPM NTT juga berada di nomor 32 dari 34 Provinsi. “IPM ini terdiri dari kesehatan, pendidikan dan daya beli. Terkait daya beli, korelasinya dengan income per kapita dan NTT hanya ada di angka 7 jutaan, sedangkan secara nasional sudah mencapai diatas 34 juta. Jika kita tidak serius membangun NTT, maka NTT masih akan tetap seperti sekarang,” katanya.

Menurut Medah, sebagai senator, saat ini  ia diberikan tunjangan dan fasilitasi yang nyaman. “Namun justeru saya merasa tidak nyaman ketika masyarakat NTT yang memilih saya menjadi senator masih miskin. Karena itu, NTT harus bangkit dengan memberantas kemiskinan. Golkar menugaskan saya sebagai Cagub dan saya siap meninggalkan kenyamanan sebagai senator. Saya siap tinggalkan sona nyaman karena saya ingin NTT keluar dari kemisikinan,” tandas Medah.

Ia juga menegaskab, untuk memberantas kemiskinan di NTT, maka aspek utama yang harus diurus adalah sektor pertanian. Sebab, rakyat NTT lebih dari 70 persen hidup dari pertanian. “Karena mayoritas rakyat NTT adalah petani dan masih miskin maka sektor pertanian belum berhasil. Apa yang menyebabkan mayorts masyarakat NTT yang petani ini tidak maju, yang pertama soal air dan kedua soal lahan pertanian yang diolah,” katanya.

Kata Medah, selama ini untuk membiayai infrastruktur air di NTT, kita hanya berharap dari APBN. “Saya selaku senator sudah sampaikan ke Menteri PU juga ke Menteri Peranian bahwa NTT membutuhkan infrastruktur air yang banyak, sehingga mulai tahun ini, tahun depan dan seterusnya, jumlah infrastrktur air dikasih dua kali lipat atas desakan kita di Komite II DPD RI yang membidangi pertanian dan infratruktur. Tetapi itu saja belum cukup, bahkan 10 sampai 20 tahun APBN untuk NTT belum cuckup karena kondisi topografi NTT tidak sama dengan Jawa. NTT masih banyak sekali membutuhkan cekdam, waduk, dan embung sesuai dengan tekstur dan topogarfi kita. Bahkan infstrstktur air dibuat di setiuap dusun di NTT sehgga pada musim kemarau bisa memenuhi kebutuhan air bagi manusia, pertanian, dan ternak,” katanya.

Dikatakan, setelah melakukan kajian dengan sederet pengalaman birokrasi yang diemban, pemerintah daerah jangan lagi terlalu bergantung pada APBN. “Kita harus lebih fokus pada penggunaan APBD pada pembangunan air. APBD seluruh kabupaten dan provinsi NTT harus bisa disisikan tersendiri untuk membangun cekdam, embung dan irigasi sehingga kekurangan air bisa teratasi. Jika pertanian di NTT maju maka kemiskinan di NTT akan habis, karena sektor lain akan bertumbuh. Pertanian maju, maka sektor parwisata, industri dan perdagangan akan maju. Sehingga untuk memberantas kemiskinan  di NTT, sektor pertanian harus diperbaiki. Apakah ini bisa dilakukan? Kalau saya gubernur NTT pasti bisa,” tegas Medah.

Konsolidasi

Ketua Golkar Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk usai terpilih mengatakan, pekerjaan besar kedepan selain konsolidasi kepengurusan Golkar, juga dilakukan konsolidasi idologi dan wawasan agar Golkar kembali dicintai dan dipercaya masyarakat.

“Hingga sekarang sudah ada empat parpol yang tawar saya jadi calon wakil gubernur, tetapi saya merasa sangat tidak elegan dan tak beretika jika saya dicalonkan oleh partai lain, hal itu yang membuat saya kembali ke Golkar. Orang tua saya pendiri Golkar di Sumba dan saya sangat sadar, orang tua saya tempat pengabdian terakhirnya di Golkar dan moral itu saya miliki,” kata Bupati Sumba Tengah dua periode ini.

Ketua Golkar Sumba Barat,  Daniel Bili, berjanji akan melakukan konsolidasi dimulai dari desa dan kecamatan. “Kami semua bersepakat untuk siap memenangkan Pak Ibrahim Agustinus Medah dalam Pigub NTT 2018. Dan, kepercayaan ini adalah tanggungjawab kami untuk memenangkan Golkar. Golkar akan menjadi Partai terbuka, dan semua unsur akan dilibatkan supaya Golkar Sumba Barat kembali berjaya,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumba Barat itu. (laurens leba tukan)

Ket Foto:  Ketua DPD Golkar NTT Drs Ibrahim Agustinus Medah (ketigadari kiri) saat pembukaan Musda Golkar Sumba Barat di Aula Hotel Monalisa, Waikabubak, Senin (5/11/2016).