Kado Terindah Kebersamaan Rakyat dan Jokowi

by -67 views

JAKARTA – Kehadiran Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla pada doa bersama dan sholat Jumat dalam Aksi Damai Bela Islam III di Monumen Nasional pada 2 Desember 2016 atau dikenal dengan peristiwa 212 menjadi kado terindah akhir tahun ini yang menunjukkan kebersamaan antara umara, ulama, dan ummat.

Tidak sedikit kalangan yang memperkirakan bahwa pasangan pemimpin negeri ini tidak akan hadir pada acara yang dikoordinasikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPFMUI) itu tetapi ternyata mereka menunjukkan kenegarawanannya di hadapan rakyat yang mereka pimpin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin saja mengatakan Presiden Jokowi memutuskan hadir pada acara itu pada saat-saat terakhir sebelum tiba adzan sholat Jumat. Kehadiran Jokowi-JK pada acara yang diguyur hujan itu merupakan spontanitas.

“Memang spontan, tidak direncanakan. Toh ini kan kegiatan rakyat dan kita yakin itu pertemuan damai dengan doa,” kata Kalla.

Seusai shalat, Jokowi bahkan sempat memberikan sambutan yang antara lain berisi ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang mengikuti aksi doa bersama dengan tertib.

Kepala negara menyebut peran para ulama, habaib, kyai, ustadz, hadirin, dan hadirat yang hadir. Presiden berterima kasih atas doa dan dzikir yang telah dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara. Kepala Negara juga berkali-kali mengumandangkan takbir saat berpidato dan disambut dengan sangat antusias oleh ribuan peserta aksi doa bersama.

Setelah berpidato, massa langsung meneriakkan takbir berkali-kali, beberapa di antaranya berusaha mendekat ketika Presiden akan kembali ke istana. Presiden kembali ke Istana Merdeka dengan berjalan kaki sambil memegang payung, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin yang berpayungan bersama. Jarak dari panggung utama ke istana sekitar 200-an meter.

Presiden juga melepas kepulangan hadirin dengan ucapan selamat kembali ke tempat asal masing-masing, ke tempat tinggal masing-masing.

Wapres setelah tiba di kantornya menambahkan bahwa Presiden Jokowi mendengarkan aspirasi rakyat yang meminta agar Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama diproses secara hukum.

Kehadiran Jokowi-JK didampingi pula oleh Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sebelum hadir di tempat itu, Jokowi meninjau Stadion Gelora Bung Karno di Senayan yang dipersiapkan sebagai salah satu tempat pertandingan untuk ajang Asian Games, sedangkan Jusuf Kalla di kantornya memantau jalannya acara doa bersama itu melalui siaran langsung televisi.

Wiranto bahkan menyebut kegiatan doa bersama itu merupakan kegiatan yang diikuti peserta dengan jumlah luar biasa namun dapat berlangsung tertib dan aman.

Ini merupakan kegiatan yang tadinya berupa unjuk kekuatan, tetapi dengan komunikasi yang baik antara aparat dengan peserta maka secara mufakat berubah menjadi aksi super damai.

Dengan perubahan itu maka Presiden Jokowi langsung ke tempat acara itu untuk beribadah bersama. Setelah adanya kesepakatan dalam pertemuan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan GNPFMUI di Kantor Pusat MUI pada Senin (28/11) yang antara lain berisi bahwa acara itu merupakan doa bersama di Monas. Presiden juga sempat menanggapi hasil kesepakatan itu bahwa acara 212 itu merupakan doa bersama, bukan berdemonstrasi unjuk  rasa.

Safari

Terkait dengan kebersamaan tersebut, Jokowi beberapa pekan pada tahun ini juga melakukan serangkaian kegiatan safari ke berbagai institusi militer dan organisasi kemasyarakatan serta menghadiri pertemuan yang digelar partai politik serta institusi sipil lainnya hingga mengundang para pemimpin partai politik ke istana.

Urgensi dari safari Kepala Negara ini dilakukan setelah Aksi Damai Bela Islam II yang menyemut di Jakarta pada 4 November lalu. Presiden bahkan sempat menunda kunjungan kenegaraan ke Australia pada 5-8 November dengan pertimbangan melihat situasi dan kondisi terkini di Tanah Air yang memerlukan keberadaan Presiden.

Dalam safari yang dimulai pada Senin (7/11), Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi TNI telah memimpin upacara prajurit TNI di Mabes TNI Angkatan Darat, lalu ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan bertemu Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Sekjen Helmy Faishal Zaini, dan Ro’is Aam Ma’ruf Amin, serta sejumlah pengurus lainnya.

Pada keesokan harinya, Presiden memberi pengarahan kepada 602 orang perwira Polri di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian), lalu bertandang ke Gedung Dakwah Muhammadiyah yang dijaga ekstra ketat untuk bertemu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti.

Presiden Jokowi melanjutkan safari pada Rabu (9/11) dengan menghadiri Musyawarah Nasional VIII LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia).

Sore harinya, Kepala Negara bersilaturahim dengan pimpin berbagai organisasi kemasyarakatan Islam seperti Al Irsyad Al Islamiah, Jamiiyatul Washliyah, Ikadi, Perti, Majelis Rasulullah, Syarikat Islam, Nasyiatul Aisyiah, Muslimat NU, KAHMI, Mathla’ul Anwar, dan Hidayatullah, di Istana Merdeka.

Pada Kamis (10/11) memberikan pengarahan kepada prajurit Kopassus (Korps Pasukan Khusus) TNI AD di Lapangan Upacara Markas Kopassus. Pada Kamis sore, Presiden bersilaturahim dengan sekitar 70 kiai dan ulama pimpinan pondok pesantren di wilayah Banten dan Jawa Barat di Istana Negara.

Markas Korps Brimob menjadi tujuan safari Presiden Jokowi pada Jumat (11/11) untuk memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran korps di Kepolisian RI itu. Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan ke Markas Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Acara Silaturahim Nasional Ulama Rakyat bertema “Doa untuk Keselamatan Bangsa” yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa pada Sabtu (12/11) juga dihadiri oleh Presiden Jokowi. PKB sengaja mengumpulkan ulama dari seluruh Indonesia untuk bersama-sama berdoa guna keselamatan bangsa.

Presiden juga menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Rapat Pimpinan Nasional Partai Persatuan Pembangunan pada Minggu (13/11).

Pada Selasa (15/11), Kepala Negara menyambangi Markas Komando Korps Pasukan Khas (Paskhas) di Bandung untuk memberi pengarahan dan menyatakan bahwa negara dalam keadaan aman. “Saya datang ke markas-markas di TNI dan Polri ini untuk memberikan rasa tenteram bagi masyarakat. Negara aman, sangat aman,” kata Kepala Negara.

Bagi Jokowi, TNI dan Polri menjadi salah satu perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta garda terdepan dalam menjaga kemajemukan bangsa.

Presiden juga menginstruksikan agar seluruh komponen bangsa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, mempertahankan Undang-Undang Dasar 1945, serta senantiasa menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Presiden juga mengingatkan agar para pasukan selalu mewaspadai segala ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

Setelah dari markas pasukan elit TNI Angkatan Udara itu, di Kota Kembang, Presiden melanjutkan safari ke Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat untuk memberikan pengarahan secara tertutup kepada komandan kodim dan korem seluruh Indonesia.

Safari Jokowi berlanjut pada Rabu (16/11), dengan mengunjungi Markas Komando Divisi I Kostrad di Cilodong, Jawa Barat. Dalam pengarahan di markas tentara baret hijau itu, Jokowi memerintahkan kepada seluruh prajurit Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) untuk meneruskan tugas sejarah yang mulia, yakni maju tak gentar dalam menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Presiden Jokowi pada Kamis (17/11) menerima kunjungan Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Sebelumnya, kedua tokoh yang saling bersaing keras dalam Pemilu Presiden 2014 telah bertemu ketika Jokowi menemui Prabowo di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat pada akhir Oktober.

Sebelum menerima Prabowo di Istana Merdeka itu, Presiden juga menerima Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Presiden meminta Partai Golkar untuk ikut menjaga suasana damai di tengah-tengah masyarakat demi persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan dalam sepekan, Setnov, panggilan akrab Setya Novanto yang sejak 30 November 2016 kembali menjabat Ketua DPR RI, dua kali diterima Jokowi.

Presiden juga menerima Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden V RI pada Senin (21/11), menerima Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy pada Selasa 922/11), menerima Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar pada Selasa (29/11), dan menerima Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR RI pada Rabu (30/11).

Dengan komunikasi antara pemimpin dengan rakyatnya, kian menunjukkan kebersamaan seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan RI. (ant/jk)

Ket Foto : Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kedua kiri), Menko Polhukam Wiranto (kiri), dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kanan), melaksanakan salat Jumat di Silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).