Ribuan Warga Teken Petisi Bebaskan Dira Tome, ASN Surati Jokowi

by -78 views

MENIA – Setelah tiga malam menggelar seribu lilin untuk Bupati Marthen Dira Tome, ribuan warga Sabu Raijua menandatangani (teken) petisi diatas kertas putih 200 meter. Isinya, mendesak KPK agar segera membebaskan Bupati Marthen Dira Tome. Selain itu, warga juga menuliskan pesan-pesan moral kepada Presiden Jokowi. Sementara Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sabu Raijua juga mengirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Rakyat Sabu Raijua terus berjuang dengan ketulusan hati untuk bebasnya pemimpin mereaka.

“Petisi ini merupakan ungkapan hati seluruh masyarakat Sabu Raijua terhadap Bupati Dira Tome,” kata panitia aksi, Artho Bule Logo kepada wartawan, Kamis (17/11).

Ia menyebutkan, selain petisi, panitia juga menggalang dana dengan Gerakan Seribu (Geser) untuk keadilan. “Kami juga menjalankan aksi gerakan seribu untuk keadilan,” ujarnya.

Menurut dia, kain putih berisi petisi dan diteken bersama itu akan dibawah ke DPRD Sabu Raijua, selanjutnya disampaikan kepada Presiden Jokowi agar tahu apa sesungguhnya yang menjadi tuntutan dan harapan masyarakat Sabu Raijua untuk bupati yang juga bapak dari masyarakat Sabu Raijua, yang tengah menjadi korban kriminalisasi oleh KPK. .

“Petisi yang ditanda tangani tersebut akan diserahkan ke DPRD Kabupaten Sabu Raijua kemudian di bawa ke istana negara,” tegasnya.
Wakil bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke juga ikut membubuhkan tandatangan dukungan dan menuliskan “Jangan mematikan hukum di Indonesia”, sementara itu Sekretris Dinas PPO Sarai Putu juga ambil ikut bagian.
Disaksikan media, berbagai bentuk seruan melalui tulisan diatas kain selain tandatangan tersebut, diataranaya adalah ‘Save MDT, Hentikan Kriminalisai, Bebaskan MDT karena MDT tidak bersalah, dan Harus Kembali ke Sabu Raijua untuk mempin Sabu Raijua serta berbagai tuntutan dan seruan moral yang disampaikan masyarakat sebagai kerinduan dan dukungan kepada pemimpinnya.

ASN Surati Jokowi

Sementara itu, ratusan ASN bbersama masyarakat  yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sabu Raijua untuk Keadilan, mengirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi. ISinya, menuntut agar Presiden segera memerintahkan komisioner KPK untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sabu Raijua perihal proses hukum yang dialami Bupati Dira Tome.

Mereka juga meminta Presiden Jokowi memberhentikan komisioner KPK dan para penyidik karena dinilai bekerja tidak professional.

Selain itu, mereka menuntut, Jokowi segera memerintahkan KPK membebaskan Dira Tome dari jeratan hukum, sehingga roda pemerintahan di Sabu Raijua dapat kembali normal. Aliansi ini juga mengancam; jika dalam waktu 7×24 jam tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti. akan ada pengerahan massa lebih besal dan juga mogok kerja secara masal.
Koordinator aksi, Erastus Riwu kepada wartawan usai aksi di kantor DPRD Sabu Raijua menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk protes kepada KPK dan Pemerintah Pusat yang dinilai tidak adil dalam menetapkan tersangka kepada Bupati Sabu Raijua.
“Peputusan yang diambil KPK tidak adil,” kata Erastus, Jumat  (18/11/2016).

Menurut dia, aksi itu merupakan bentuk solidaritas seluruh masyarakat Sabu Raijua untuk Dira Tome yang merupakan simbol kabupaten Sarai, ”Pak bupati itu simbol kabupaten Sabu Raijuara,” tandas dia.

Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua Welem Kale Dipa mengatakan, seluruh anggota DPRD Sabu Raijua sangat mendukung aksi tersebut.
Ia menyebutkan, dari hasil pertemuan para anggota DPRD, mereka telah memutuskan untuk mengantarkan surat terbuka pada Rabu, (23/11/2016). “Kami sudah putuskan kami akan antarkan surat terbuka tersebut ke istana pada Rabu pekan depan. Anggota DPRD Kabuapten Sabu Raijua telah bersepakat untuk ikut membubuhkan tanda tangan pada petisi.

Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke mengatakan, keterlibatan para ANS itu merupakan ungkapan hati bawahan kepada pimpinannya yang diperlakukan tidak adil. ”Itu ungkapan hati dari bawahan kepada pimpinannya,” ujar Rihi Heke. (*/jdz)

Foto : Parade doa bersama sembari menyalahkan lilin untuk Bupati Marthen Dira Tome.