Doa dan Simpati Warga Sabu Raijua untuk Bupati Dira Tome

by -31 views

MENIA – Bupati Marthen Luther Dira Tome punya daya magis luar biasa bagi masyarakatnya di Sabu Raijua. Kehadirannya menjadi kekuatan dan spirit bagi pembangunan di wilayah seribu lontar itu. Karena itu, begitu mendapat kabar buruk bahwa pemimpin yang merakyat itu ditangkap lembaga antirasuah, KPK, warga protes, juga marah, meski ada yang tertawa, tapi umumnya semua ‘berduka’ atas musibah yang dialami bupatinya itu.

Yang memprihatinkan, aktifitas pemerintahan terganggu. Para ASN tidak punya semangat bekerja, karena pemimpinnya yang inovatif  tak lagi memotivasi mereka. Sebagai wujud kepedulian dan simpati atas apa yang dialami pemimpinnya, doa berasama pun digelar selama tiga malam. Melibatkan semua unsur di Sabu Raijua. Semua bersatu berdoa menyalahkan 1000 lilin bagi pemimpin yang mereka kagumi dan banggakan.

Di halaman kantor Bupati di bilangan Menia, Rabu (16/11) malam, semua bersujud dalam doa bersama. Tokoh-tokoh agama lintas agama hadir mendaraskan doa; semoga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera membebaskan Bupati Dira Tome. Ada derai air mata di sela doa bersama. Tokoh muslim, Haji Mohamad Yasin Albone, yang juga Ketua MUI Sabu Raijua, harus berurai air mata saat memberikan sambutan di malam doa bersama itu.

“Saya minta KPK membebaskan pemimpin kami, karena tanpa dia kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Haji Yasin Albone.

Ia menuturkan, setelah mendengar Marthen Dira Tome ditangkap, seluruh masyarakat bersedih. ”Kami semua sedih mendengar kabar kalau pak bupati sudah ditangkap dan ditahan oleh KPK,” katanya. Karena itu, menurut dia, tidak ada yang bisa dilakukan masyarakat Sabu Raijua kecuali berdoa kepada Yang Maha Kuasa dan memohon kebijakan dari KPK.

“Saya minta seluruh masyrakat Sabu Raijua agar terus memanjatkan doa sehingga bupati kita diberi jalan terbaik,” katanya, mengingatkan.

Doa bersama yang ditandai dengan pembakaran seribu lilin malam itu dihadiri ribuan warga Sabu yang dikordinir langsung oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Doa didaraskan secara berantai, mulai dari pemimpin umat Kristen Protestan yang diwakili Pdt .Karel Lobo, lalu pimpinan Agama Khatolik dan diakhri oleh pimpinan Umat Islam H. Mohhamad Yasi Albone.

Ketua FKUB Pdt.Karel Lobo, S.th seusai kegiatan kepada wartawan menegaskan, “Misi utama doa bersama ini adalah untuk mendukung Bupati Marthen Dira Tome agar seger dibebaskan,” tegasnya, dan menambahkan, sebagai umat beragama tentunya sebuah persoalan harus diserahkan kepada Sang Pencipta. “Sebagai umat beragama tidak ada cara lain selain meminta pertolangan kepada Yang Maha Kuasa,” katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sabu Raijua H.Mohamad Yasin Alboneh menegaskan, sebagai pucuk pimpinan di Sabu Raijua, Bupati Mathen Dira Tome harus segera dibebaskan. “Kami minta KPK segera bebaskan pemimpin kami,” tegasnya.

Pimpinan umat Islam di Sabu Raijua ini meminta agar proses hukum yang dilakukan KPK dapat berjalan sesuai aturan. “Kami menghargai proses hukum tapi harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Doa bersama malam itu juga dihadiri Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke , Sekretaris Daerah Yulius Uli dan juga sejumlah anggota DPRD Sabu Raijua.

Pincang

Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke kepada wartawan mengakui bahwa tanpa kehadiran Bupati sejak ditangkap KPK, roda pemerintahan pincang, tidak berjalan stabil sebagaimana biasa. Pelayanan kepada masyarakat pun terganggu.

“Setelah ditangkap KPK banyak pegawai yang tidak punya semangat kerja akibatnya pelayanan terhadap masyarakat terganggu, “ tutur Wakil Bupati Rihi Heke kepada wartawan, Rabu (16/11/2016).

Ia mengatakan, sebagai pimpinan ia sudah menghimbau agar pelayananan terus diberikan secara maksimal kepada masyarakat, namun semangat kerja para ASN yang bertugas di Sabu Raijua benar-benar surut setelah ditangkapnya Bupati oleh KPK. “Kami coba menghimbau agar terus bekerja seperti biasa namun tidak mengembalikan semangat kerja mereka,” ujarnya.

Rihi Heke juga menegaskan, pemerintah dan seluruh masyarakat Sabu Raijua sangat menyayangkan cara penangkapan yang dilakukan KPK. “Masyarakat sangat sedih melihat cara menangkap pimpinan kami seolah dia adalah teroris sehingga penangkapannya di rumah makan seperti itu,” tegasnya.

Menurut dia, setelah mendengar berita penagkapan Bupati, hampir setiap hari ada saja masyarakat yang mendatangi kantor bupati menanyakan perkembangan kasus yang  menimpa Buapati Sabu Raijua. “Hampir Setiap hari ada warga yang menanyakan keberadaan pak Marthen Dira Tome,” ujarnya, dan menghimbau seluruh ASN di Sabu Raijua untuk tetap menjalankan aktifitas dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. (jdz)

Ket Foto : Suasana Doa Bersama membakar seribu lilin untuk kebebasan Bupati Marthen Luther Dira Tome dari kasus hukum yang tengah dilakukan KPK.