HKN Jadi Momentum Memaknai Pentingnya Kesehatan

by -38 views

Kupang, mediantt.com – Selasa, 15 November 2016, yang diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52, sejatinya menjadi momentum terbaik untuk memaknai betapa pentingnya kesehatan. HKN 2016 yang bertema ‘Indonesiaa Cinta Sehat’, dengan sub tema ‘Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Sehat’ ini juga menjadi momentum menguatkan komitmen.

“Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 merupakan momen untuk berbagi tantangan, menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat kita semua, untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Semangat melayani, semangat menggerakan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan, dalam pencapaian derajat kesehatan, harus menjadi konsep pembangunan nasional kita,” begitu harapan Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, pada peringatan HKN ke-52 di Lapangan Upacara RST Wirasakti Kupang.

Menkes mengingatka masyarakat bahwa sehat itu harus dijaga, bisa menjadi gaya hidup sehat dan supaya seluruh masyarakat berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional. Dengan demikian bisa terbangun kemandirian masyarakat, masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai  Indonesia yang kuat.

“Tantangan kesehatan saat ini adalah indonesia menghadapi masalah kesehatan triple burden, yaitu masih tingginya penyakit inveksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi,” katanya, sambil menekankan pentingnya upaya kesehatan preventif dan promotif.

Disebutkan, menurut Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular yaitu stroke menduduki peringkat pertama. Trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup di masyarakat. Tentunya, hal ini menjadi ancaman bagi produktifitas bangsa kita. Usia produktif yang besar dan seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan akan terancam, apabila derajat kesehatanya terganggu oleh penyakit tidak menular dan perilaku hidup yang tidak sehat.

Karenanya, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat bergantung pada perilaku individu. Didukung pula kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, penciptaan sumberdaya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi.

Gubernur Lebu Raya juga menyampaikan lima hal penting yang menjadi perhatian untuk mewujudkan visi pembangunan nasional,  sejalan dengan tema HKN tahun ini. Pertama, Pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penopang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan mesti lebih didorong pada aspek promotif dan preventiv tanpa melupakan aspek kuratif dan rehabilitatif.

Kedua, Kementrian kesehatan mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota serta provinsi yang telah mengalokasikan 10 % dari anggaran pembangunan untuk sektor kesehatan. Ketiga, Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup sehat harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian dari masyarakat terkecil yang membentuk kepribadian, dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian.

Keempat, Diperlukan kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor, akademisi, kepala daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan bangsa, khususnya kualitas Sumberdaya Manusia yang mampu bersaing dengan bangsa lain.

Kelima, kembali pada Gerakan Revolusi Mental di jajaran kesehatan dengan tiga nilai utama yaitu, integritas, kereja keras dan gotong royong yang harus menjadi budaya kerja bangsa Indonesia  agar dapat memberi warna dan arah pada pembangunan kesehatan. (ayu/hms/jk)

Ket Foto: Gubernur Frans Lebu Raya foto bersama para petugas media usai peringatan HKN di halaman RST Wirasakti Kupang.