Brigade Meo Desak Bubarkan FPI, Stop Diskriminasi Kaum Minoritas

by -133 views

Kupang, mediantt.com – Menyikapi situasi di Tanah Air pasca demo 4 November 2016 lalu, kelompok anak  muda NTT yang tergabung dalam Brigade Meo Timor menggelar aksi damai ke DPRD NTT, Kamis (10/11). Salah satu tuntutan mereka, meminta menghentikan diskriminasi terhadap kaum kaum minoritas dan non muslim di negeri ini.

“Kami Brigade Meo Timor meminta hentikan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum minoritas dan non muslim di negeri ini. Indonesia milik semua anak bangsa. Semua anak bangsa mempunyai hak yang sama di negeri ini,” demikian salah satu butir tuntutan Brigade Meo Timor yang dibacakan di depan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dan Ketua Komisi V Winston Rondo, ketika menerima para pengunjuk rasa, di halaman gedung DPRD NTT, Kamis (10/11).

Selain itu, Brigade Meo juga mendesak agar Front Pembela Islam (FPI dan ormas radikal lainnya dibubarkan. “Bubarkan FPI, HTI dan ormas-ormas radikal lainnya yang selama ini merongrong empat pilar kebangsaan serta melakukan intimidasi dan keonaaran, serta menghancurkan kedamaian dui bumi Indonesia. Tidak boleh ada ruang sejengkal pun bagi ormas-ormas ini di Bumi Indonesia,” begitu butir lain tuntutan Brigade Meo.

Tuntutan lainnya, “Tangkap dan proses hukum Habibi Riziq, Buni Yani, Ahmad Dani, Ustad Sulaiman dan oknum-oknum lainnya yang telah melakukan penghinaan terhadap Pancasila, terhadap Presiden dan melakukan provokasi yang telah dapat memecah belah NKRI”.

Mereka juga mengancam aparat kepelisian dan TNI juga pemerintah, jika melakukan pembiaran dan tidak membubarkan ormas-ormas radikal dan menangkap serta memproses hukum  oknum-oknum diatas dalam dua minggu ke depan, maka Brigade Meo Timor akan kembali menggelar aksi besar-besaran dengan melibatkan seluruh masyarakat NTT umumnya dan masyarakat Kota Kupang khususnya.

Kepada wartawan Ketua Umum Brigade Meo NTT Pendeta Ady Ndiy, mengatakan, perbuatan Habib Rizigiq merupakan sebuah tindakan yang merusak NKRI. Selain itu, Habib Riziq juga melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, karena menghina Pancasila, memaki presiden dan mengancam orang lain dengan menggunakan jubah agama.

“Kami melihat Habib Riziq seolah orang yang kebal hukum di negeri ini, pasalnya Ia sering melakukan tindakan yang menghina Pancasila, memaki presiden dan mengancam orang lain dengan kekuatan agama tertentu. Kami minta hukum jangan tebang pilih, siapa saja yang bersalah harus dihukum di Negara ini,” kata Ady.

“KamiBrigade Meo selaku anak bangsa ini, siap menjadi garda terdepan bersama Kepolisian dan TNI dalam menjaga 4 Pilar Kebangsaan, menjaga kedamaian di Bumi Indonesia dan khususnya Flobamora. Perbedaan suku dan agama tidaklah menjadi soal bagi kami, karena bagi kami semua adalah anak bangsa, saudara sekandung dari rahim Ibu Pertiwi. Mari bersatu dan bergandeng tangan kita kawal Pancasila dan UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai harga mati,” demikian butir terakhir pernyataan sikap Brigade Meo.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, ketika menerima para pendemo mengatakan, akan melanjutkan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. “Ini adalah rumah besar aspirasi rakyat NTT, dan kami menerima dan akan melanjutkan aspirasi ini ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti. Mari kita kawal bersama agar terjadi proses hukum yang berkeadilan. Mari kita jaga persatuan dan perdamaian di NTT,” kata Anwar. (jdz)

Ket Foto : Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, dan Ketua Komisi V Winston Rondo pose bersama Brigade Meo usai menyampaikan aspirasi di DPRD NTT, Kamis (10/11).