Negara Tak Boleh Tunduk Pada Kekuatan Ekstrim Fundamentalis

by -48 views

Kupang, mediantt.com – Aksi demo damai pada 4 November lalu yang berkahir ricuh oleh ulah penyusup, memantik reaksi elemen pemuda di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kelompok muda yang menamakan diri Aksi Rakyat Bersatu Nusa Toleransi Tinggi (AKRAB NTT), menggelar aksi damai di Kantor Gubernur NTT, Selasa (8/11).

“Kami menolak Negara tunduk kepada kekuatan-kekuatan ekstrim fundamentalis, apalagi yang mengatasnamakan agama. Dalam urusan bernegara, baiklah isu SARA tidak dibawa-bawa. Hal ini telah mengusik hati nurani kami,” demikian salah satu butir pernyataan sikap AKRAB NTT.

Aksi damai AKRAB NTT ini diterima oleh Kepala Biro Humas NTT, Semuel D. Pakereng. AKRAB NTT ini terdiri dari unsur Parade NTT, GMNI Cabang Kupang, Bara JP NTT, Lentera Hati Kupang, Hipmatim Kupang, Himper Kupang, Permahi Kupang, Iman Kupang, Hikmas Kupang, Parmaperu Kupang, Ikmar Kupang, Amapai Kupang, Bara Care Kupang dan F Prodem K NTT.

Aksi damai yang dipimpin Marianus Lodwick Dea itu, AKRAB NTT menyampaikan tujuh pernyataan sikap. Pertama, mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan atas nama agama dalam bentuk apapun. Kedua, mengutuk penggunaan isu SARA untuk mencapai kepentingan politik dalam bentuk apapun dan menyerukan penghentian isu SARA dalam seluruh praktek kehidupan berbangsa sekarang juga.

Ketiga, Adili dan bubarkan organisasi-organisasi fundamentalis dan radikal yang berjubahkan agama. Organisasi-organisasi itu adalah kelas lumpen proletariat yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan rakyat. Membiarkan keberadaan mereka, justru telah menciptakan Negara Fasis. Keempat, Adili dan bubarkan Front Pembela Islam (FPI). Sebab FPI bukan merupakan representatif umat Islam. Dalam berbagai aktivitasnya, FPI justru melakukan berbagai tindakan kekerasan, menggunakan isu SARA untuk menghancurkan Persatuan Nasional. Dalam pandangan kami, Umat Islam sejati di seluruh belahan dunia Cinta Damai, memiliki toleransi yang tinggi, menghargai berbagai perbedaan dan anti kekerasan.

Kelima, tangkap dan adili Ahmad Dhani, musisi kerdil dan dangkal yang tidak menghargai kebhinekan, yang melakukan penghinaan terhadap presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dalam aksi 4 November lalu. Keenam, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan rakyat NTT secara khusus, untuk tidak terpancing dengan berbagai isu SARA yang dihembuskan, termasuk dalam menyikapi situasi nasional dengan tetap menunjukan jati diri rakyat NTT sebagi rakyat yang menghargai perbedaan, rakyat yang tetap bersatu dalam perbedaan. NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi.

Ketujuh, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia dan rakyat NTT secara khusus, untuk tetap menjaga Persatuan Nasional, tetap memupuk semangat solidaritas dan persaudaraan, tetap memupuk semangat Cinta Kasih, tetap memupuk semangat solidaritas antar umat beragama. NTT adalah Kebhinekaan, Kebhinekaan adalah NTT. (hms/jdz)

Ket Foto : Karo Humas Setda NTT, Samuel Pakereng, menerima pernyataan sikap AKRAB NTT, yang menggelar aksi damai di kantor Gubernur NTT, Selasa (8/11).