Kenakan Pakaian Adat Sumba, Dira Tome Makin Percaya Diri

by -45 views

Waitabula, mediantt.com – Bupati Sabu Raijua, Ir Marthen Luther Dira Tome, semakin tegar memantapkan langkah menuju Pilgub NTT 2018. Di setiap titik yang dikunjungi, selalu ada energi baru yang diperoleh.  Kali ini, dalam kunjungan ke Sumba, khususnya di Sumba Barat Daya (SBD),  figure pembaharu ini mendapat lagi energi baru. Itu dialami ketika kepadanya dikenakan pakaian adat yang sehari-hari digunakan orang Sumba, symbol kepercayaan diri dan kebesaran.

Ketika menginjakan kaki di Negeri Sandelwood itu untuk mempromosikan Garam Nataga dan Air Minum Oasa, Dira Tome bersama Ny Irma mendapat kehormatan diterima secara adat, dan dikenakan pakaian adat keseharian orang Sumba. Di kepalanya melingkar ikat kepala sebagai simbol kebesaran dan keperkasaan lelaki Sumba. Istrinya, Ny Irma pun demikian, turut dibaluti dengan lembaran kain Sumba.

“Saya merasa hari ini menjadi orang Sumba. Saya sangat percaya diri karena hari ini saya bersama dengan bapa mama di sini dan saya dikenakan pakaian adat keseharian masyarakat Sumba,” tutur Dira Tome, Kamis (3/11),  di Kampung Lobo Watutakula, Sumba Barat Daya.

Bupati Sabu Raijua pun mengatakan, karakteristik wilayah Sumba Barat Daya dan Sabu hampir sama, karena memiliki daratan yang curah hujannya rendah, namun SBD tetap menjadi lebih bagus dari Sabu. “Kita hampir sama dalam sisi karakteristik daerah, namun SBD lebih unggul karena potensi wilayahnya, sepanjang jalan saya melihat ada banyak jambu mente, ternak sapi, kuda dan kerbau, sedangkan di Sabu kami minim potensi seperti yang ada di sini,” ungkap dia.

Di SBD, Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome (MDT) mengatakan, untuk konteks NTT yang lebih luas, pembangunan harus didasarkan pada potensi-potensi lokal spesifik yang menjadi keunggulan setiap daerah yang harus dikembangkan dan dibangun pada setiap daerah di NTT.

“Kenali potensi dulu baru kita kembangkan, jangan kita buat-buat lalu pada akhirnya kita bikin program untuk semua daerah sama. Itu tidak boleh, dari Belu sampai Manggarai Barat satu program. ini masyarakat bisa miskin hanya karena program tidak sesuai dengan keunggulan wilayah, masyarakat bisa jadi miskin diakibatkan oleh program-program yang tidak sesuai dengan potensi wilayah, dan ini yang harus kita rubah,”  tegas Bupati Dira Tome.

Salah satu warga, Ros de Taru, dalam sesi dialog dengan polos menuturkan, figur Bupati Sabu Raijua adalah pemimpin dengan visi yang kuat dan telah berhasil membawa Kabupaten Sabu Raijua maju dengan tiga pabrik. “Kesuksesan itu perlu dipelajari atau ditularkan ke daerah-daerah lain di NTT, termasuk di Sumba. Saya melihat Bupati Sabu Raijua memiliki visi yang sangat bagus untuk NTT dan pantas untuk menjadi pemimpin NTT ke depannya,” kata Ros de Taru. (tim media/jdz)

Ket Foto : Bupati Marthen Dira Tome bersama Ny Irma mengenakan pakaian adat keseharian orang Sumba, saat diterima Kamis (3/11) di Sumba Barat Daya.