Jessica Dovonis 20 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Ajukan Banding

by -131 views

JAKARTA – Hakim PN Jakarta Pusat memvonis Jessica Kumala Wongso bersalah atas pembunuhan berencana Wayan Mirna Salihin. Jessica diganjar hukuman 20 tahun penjara. Menghadirkan lebih 50 saksi, sejumlah kejanggalan masih mengiringi proses persidangan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggunakan bukti tak langsung, atau circumstance evidence dalam memutuskan Jessica Kumala Wongso bersalah melakukan pembunuhan berencana kepada Wayan Mirna Salihin.

Salah satu pertimbangan Majelis Hakim adalah berdasarkan Jessica terbukti menaruh racun sianida ke es kopi vietnam yang diminum Mirna.

“Secara formal untuk membuktikan tindak pidana, tidak perlu ada saksi mata. Apabila terdakwa menggunakan instrumen racun yang dimasukkan ke dalam minuman maka tidak perlu ada orang yang melihat orang memasukkan racun. Maka hakim dapat menggunakan circumstance evidence atau bukti tak langsung,” kata Ketua Majelis Hakim Kisworo saat membacakan putusan di PN Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Circumstance Evidence yaitu bukti menceritakan suatu fakta yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi.
Dalam putusan hakim, bukti tak langsung berasal dari beberapa kejadian, yaitu siapa yang memesan, siapa yang menguasai minuman itu, dan ada gerak-gerik mencurigakan.

“Bukti yang satu diperkuat dengan bukti lain kendati itu hanya menjadi circumstance evidence. Secara materiil apabila terdakwa tidak mau mengakui sepanjang fakta terbukti dan saling berkesesuaian maka secara objektif terdakwa mlakukan perbuatan tersebut. Teori kesengajaan yang diobjektifkan terdakwa telah sengaja melakukan tindak pidana pada korban dan memenuhi unsur yang didakwakan JPU,” kata Kisworo.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan, majelis hakim dalam menjatuhkan putusan bisa menggunakan bukti langsung dan tak langsung.

Fickar menyebut tidak ada bukti langsung Jessica menaruh racun, namun hakim mendasarkan pada keterangan saksi dan alat bukti. Seperti Jessica datang, memesan hingga membayar kopi terlebih dahulu. “CCTV dan perpindahan tas di atas meja juga menjadi contoh bukti tak langsung,” ujarnya.

Dengan merangkai bukti-bukti yang berdiri sendiri itu, menurut Fickar, hakim berkeyakinan dalam menjatuhkan vonis berdasarkan bukti tak langsung.

“Bukti tidak langsung yaitu bukti yang tidak langsung membuktikan perbuatan tindak pidana seseorang,” katanya.
Fickar menambahkan, berdasarkan KUHAP Pasal 183, hakim bisa memvonis berdasarkan alat bukti dan keyakinan. Alat bukti yang dimaksud yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, alat bukti surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.  “Asal ada minimal dua alat bukti, majelis bisa menjatuhkan vonis,” katanya.  

 Jessica Ajukan Banding

Terpidana kasus pembunuhan berencana Jessica Kumala Wongso mengatakan, Majelis Hakim Pengadilan Negari Jakarta Pusat tidak adil. Tanpa pikir panjang, pengacara Jessica, Otto Hasibuan langsung merespons vonis 20 tahun penjara atas pidana pembunuhan berencana oleh Jessica tersebut.

“Setelah mendengar putusan majelis hakim, kami merasa prihatin dan kecewa. Saya melihat ada lonceng kematian hukum di pengadilan ini. Maka itu kami mengajukan banding,” ujar Otto di hadapan Majelis Hakim, Kamis (27/10).

Vonis itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jaksa mengatakan, alat bukti berupa keterangan saksi, ahli, surat, dan dari terdakwa yang saling berkesesuaian telah menguatkan fakta-fakta hukum yang tidak bisa disangkal kebenarannya.

Fakta-fakta itu memenuhi tiga unsur dalam pembunuhan berencana, yakni disengaja, direncanakan, dan merampas nyawa orang lain.

Hal-hal yang memberatkan pada Jessica yakni perencanaan terdakwa dilakukan secara matang, perbuatan sangat sadis karena menyiksa terlebih dahulu sebelum meninggal, keterangan berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya. Sementara hal-hal yang meringankan tidak ada.

Jessica didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang menewaskan Wayan Mirna Salihin. Mirna meninggal dunia pada 6 Januari 2016 setelah meminum kopi diduga beracun. Jessica pun ditahan oleh penyidik Polda Metro Jaya sejak 28 Januari 2016.  

Jessica Kena Tulah

Ayah korban Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin, mengaku lega setelah majelis hakim menjatuhkan vonis 20 tahun penjara atas Jessica Kumala Wongso dalam kasus pembunuhan puterinya. Menurutnya, Jessica terkena tulah akibat perbuatannya sendiri.

“Lega dong. Sudah tahu sekarang siapa yang bunuh. Jessica ini memang. Sekarang akibatnya dia kena tulah. Biar rasa dia,” ujar Darmawan setelah menghadiri sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Darmawan menyatakan puas dengan kinerja kepolisian, hakim, dan jaksa penuntut umum dalam proses peradilan ini. Namun ia masih kesal karena Jessica tetap tak mengaku bersalah. “Pokoknya yang saya bilang, polisi sudah bekerja profesional, JPU bagus, majelis hakim luar biasa. Ini yang susahnya Jessica-nya, memang. Kurang satu, Jessica mengaku saja. Kenapa sih?” katanya.

Sementara itu, suami dari Mirna, Arief Soemarko, mengaku tak puas dengan putusan majelis hakim. Menurutnya, putusan itu masih terlalu rendah dan tak bisa membuat Mirna kembali hidup. “Berarti hakim sudah yakin Jessica itu membunuh. Tapi kami tetap tidak puas, karena berapa pun hukumannya Mirna tidak bisa balik,” kata Arief.

Arief ingin Jessica divonis hukuman penjara seumur hidup. Dengan begitu, Jessica tak bisa keluar penjara dan kembali membunuh orang. Arief khawatir perbuatan Jessica ini akan ditiru orang lain. (cnn/jdz)

Ket Foto : Jessica Kumala Wongso di sidang pembacaan vonis, Kamis (27/10).