Mengenal Rotary Club Kupang Timor Raya dan Kiprahnya

by -52 views

KUPANG – Rotary didirikan di Chicago, Amerika Serikat, pada 23 Februari 1905 oleh seorang pengacara bernama Paul Harris. Mulanya Paul Haris mengajak relasinya untuk mengadakan pertemuan secara bergantian di tempat anggotanya (Rotasi). Mereka bertukar pikiran, membangun relasi dan melakukan kegiatan bersama, hingga perkumpulan ini dinamakan ROTARY, dengan lambang roda bergigi.

Di Indonesia, gerakan Rotary dimulai tanggal 26 Agustus 1927 di Yogyakarta, sedangkan di Kupang baru dimulai Februari 2012, yang beranggotakan 20 orang dari kalangan profesional, pengusaha, pendeta, jaksa dan ibu rumah tangga. Saat ini di seluruh dunia ada sekitar 35 ribu club yang tersebar di lebih dari 200 negara dengan jumlah anggota sekitar 1,2 juta. Rotary club disatukan dibawah naungan organisasi Rotary Internasional yang berpusat di Evanston, Illinois, Amerika Serikat.

Di Indonesia, Rotary Club terbagi atas 2 distrik (2200 anggota, tergabung di 100 club) yakni Distrik 3410 Barat meliputi Jakarta, Sumatera dan Kalimantan, sementara Distrik 3420 Timur meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, NTB, NTT, Ujung Pandang dan Irian Jaya.

Proyek Nirlaba Rotary Internasional yang terbesar saat ini adalah pembasmian penyakit polio (end polio now) yang dimulai sejak 1976, yang telah menghabiskan dana miliaran dollar dalam jangka waktu puluhan tahun. Lebih dari 30 juta anak balita Indonesia diimunisasi polio. Rotary juga fokus pada kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial dengan 6 area fokus kegiatan rotary yakni pengentasan kemiskinan (poverty evaluation), pendidikan (education), kesehatan (health), air bersih (clean water), pemeliharaan lingkungan hidup (environment) dan pengembangan generasi muda (youth), yang bermuara pada 2 aspek besar kehidupan manusia yakni Better Life and Better Future (Kehidupan dan masa depan yang lebih baik). Sumber pendanaan Rotary berasal dari member/club, fundraising, partner in service, Rotary Partner, Rotary Foundation, Muhibah, CSR, donatur, goverment (pemerintah), dll.

Aksi RCK Timor Raya

Kepada mediantt.com, Sabtu (15/10), Presiden Rotary Club Kupang Timor Raya, Marthin J. Lalay, menjelaskan, sejak berdiri Februari 2012, Rotary Club Kupang (RCK) Timor Raya telah melakukan pelbagai kegiatan kemanusian seperti feeding di Panti Asuhan, bhakti sosial dan donor darah, bersih hutan mangrov, bersih pantai dan launching Wisata Kuliner di Oesapa, khusus kegiatan pelatihan Kriya Limbah Anorganik dan penyuluhan kesehatan bagi umat Gereja Bait-El Kampung Baru Penfui, yang berlangsung dari 15-16 Oktober 2016.

Pantauan mediantt.com, warga dan umat Gereja begitu antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan tentang kesehatan gigi, rumah sehat, kesehatan wanita, beauty class pada Minggu (16/10/2016), dan kegiatan Kriya Limbah Anorganik berupa pelatihan membuat pelbagai barang-barang rumah tangga, cermin, tatakan gelas, perhiasan (anting, gelang dan kalung), sandal kamar tidur, dan lainnya dari bahan limbah berupa koran bekas, plastik, kartu undangan, botol dan gelas plastik.

Kegiatan ini dipandu dan dilatih oleh Vice President Rotary Club Bandung, Ibu Diana. Diharapkan agar ibu-ibu yang mengikuti pelatihan dapat memanfaatkan potensi dan sumber daya mereka menjadi berguna bagi sesama.

Menurut Marthin Lalay, beberapa bulan ke depan, Rotary Club Kupang bersama Rotaract berencana menggelar seminar tentang bahaya narkoba dan edukasi kesehatan di Stikes CMHK dan Stikes Nusantara.

Pendeta Gereja Bait-ElĀ  menyambut dengan sukacita dan memberikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Rotary Club memberikan penyuluhan dan pelatihan yang bermanfaat bagi umat Gereja Bait-El dan masyarakat Kampung Baru Penfui. (rony banase)

Foto : Rotary Club Kupang Timor Raya menggelar pelatihan Kriya Limbah Anorganik di Gereja Bait-El Penfui.