Selama 2016, 25 TKI Ilegal asal NTT Meninggal di Malaysia

by -28 views

KUPANG – Sebanyak 25 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2016 dilaporkan meninggal di Malaysia. Namun tidak semua TKI yang meninggal itu dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

“Total TKI yang meninggal ada 27 orang, hanya dua orang yang berangkat ke Malaysia secara legal, sisanya ilegal,” kata Kepala BP3TKI NTT Tato Tirang kepada Tempo, Jumat, 2 September 2016.

TKI yang meninggal di Malaysia, menurut dia, tidak semuanya dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Ada sebagian TKI yang dimakamkan di Malaysia dan Tanjung Pinang, Riau. “Ada dua TKI yang dimakamkan di Malaysia, dan dua TKI di Tanjung Pinang,” katanya.

Dia mengatakan banyak penyebab yang dilaporkan TKI asal NTT meninggal, di antaranya akibat bunuh diri dan jatuh dari kendaraan. “Tidak ada laporan yang menyebutkan korban meninggal akibat kekerasan dari majikannya,” katanya.

Kepala Seksi Penyiapan dan Penempatan TKI, John Salukh mengatakan TKI ilegal yang meninggal di Malaysia, rata- rata tidak punya ketrampilan dan tanpa melalui pemeriksaan kesehatan saat diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia. “Yang berangkat ke Malaysia lebih banyak TKI ilegal,” ujarnya.

Harusnya, menurut dia, TKI ilegal ini bukan menjadi tanggungjawab dari BP3TKI, karena tidak terdaftar sebagai TKI. Namun, karena rasa kemanusiaan dan kedekatan dengan KBRI di Malaysia, sehingga BP3TKI membantu mencari keluarga TKI yang meninggal. “Banyak yang kami temukan, nama dan alamat TKI tidak sesuai dengan yang tertera di paspor, karena dipalsukan,” katanya.

Dia berharap calon TKI yang hendak diberangkatkan ke Malaysia harus mengikiti prosedur yang benar, sehingga sebelum diberangkatkan bisa diberikan pelatihan dan melalui pemeriksaan kesehatan. “Gunakan jalur legal kalau mau jadi TKI,” pintanya. (tempo.co)

Foto : Ilustrasi