375 Desa di NTT Krisis Air Bersih

by -31 views

KUPANG – Sebanyak 375 desa/kelurahan di sembilan kabupaten di Nusa Tenggara Timur saat ini krisis air bersih akibat kekeringan, terutama di wilayah pesisir.

Pemerintah daerah mengajukan bantuan dana kekeringan kepada pemerintah pusat. Namun, dari enam kabupaten itu, baru dua kabupaten yang mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat untuk mengatasi kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tadeus Tini di Kupang, Senin (29/8/2016), mengatakan, kini harga air bersih melonjak dari Rp 500.000 menjadi Rp 750.000 per tangki ukuran 5.000 liter. Harga itu berlaku di sejumlah desa di pesisir selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Kondisi jalan yang buruk menyebabkan sopir-sopir enggan masuk, tetapi dengan harga air yang tinggi mereka bersedia. Satu tangki air untuk memenuhi kebutuhan selama satu pekan bagi sekitar lima anggota keluarga. Itu pun dimanfaatkan untuk minum dan memasak. Sementara untuk kebutuhan mencuci dan mandi, mereka mencari sumber air lain, letaknya sekitar 12 kilometer dari permukiman,” kata Tini.

Laporan dari sembilan kabupaten itu sudah diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tetapi baru dua kabupaten yang mendapatkan bantuan.

Kabupaten Flores Timur mendapatkan bantuan senilai Rp 1,1 miliar untuk pembuatan dua sumur bor dan distribusi air bersih. Adapun Kabupaten Rote Ndao mendapatkan bantuan Rp 260 juta untuk distribusi air bersih.

Daerah lain belum mendapat tanggapan dari BNPB karena mereka belum mempertanggungjawabkan anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan kekeringan pada tahun sebelumnya.

Enam dari sembilan kabupaten sudah mendapatkan bantuan mobil tangki (air), tetapi empat kabupaten tidak mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional mobil, termasuk honor sopir sehingga mobil itu tidak dimanfaatkan. (kompas.com)

Foto : Ilustrasi air bersih