Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Mengaku Disuruh

by -101 views

MEDAN –  Sebuah upaya percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef di Jalan Dokter Mansur, Medan, Sumatera Utara, pada saat misa, Minggu (28/8) pagi. Pelaku IAH, 18, mengaku disuruh seseorang untuk meledakkan bom di rumah ibadah Santo Yosep, di Jalan Dr Mansur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan pengakuan itu disampaikan pelaku saat polisi memeriksanya.

“Dari interogasi yang disampaikan Kapolresta Medan, pelaku mengaku hanya disuruh seseorang yang ditemuinya di jalan untuk melakukan peledakan,” ujar Kombes Rina Sari Ginting, Minggu (28/8).

Sementara itu, di lokasi kejadian, petugas menemukan tiga pipa besi yang diduga merupakan bagian dari bom rakitan. Satu di antaranya sempat meledak. Namun, ledakannya tidak membahayakan banyak orang dan hanya mengenai pelaku.

Pelaku sempat mencoba melukai pemuka agama Albert S Pandingan sebelum akhirnya dihentikan umat yang hadir.

“Untuk memperkuat keterangan pelaku, kami membawa dia ke indekosnya. Di sana kami menggeledah apakah masih ada benda yang diduga bom maupun peralatan atau amunisi untuk merakit bom yang masih tersisa,” kata Rina.

Untuk menjaga ketenteraman Kota Medan, seluruh Polsek di Sumut diperintahkan memperketat pengamanan di tempat ibadah.

Pemuka agama Albert S Pandingan diserang lelaki berinisial IAH saat akan berkhotbah di depan mimbar, Minggu (28/8) pagi. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah salah satu bom rakitan yang digendongnya meletup.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku.

Johannes Tarigan, saksi mata, menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya si pembawa bom mengalami luka luka terkena ledakan sendiri. “Peristiwanya terjadi saat pastor akan berkotbah, pembawa bom dengan membawa ransel berlari mendekati pastor ke Altar. Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut dan mulai membakar dirinya sendiri,” tegas Johannes.

Menurut dia, pembawa bom terus mengejar pastor. Melihat gelagat tidak baik, pastor pun berlari menghindar. Sedangkan, umat gereja terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar.

“Pastor dan semua umat selamat. Pembawa bom luka luka dan sedang diinterogasi oleh polisi.

Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri. Di dalam ransel ditemukan, bom rakitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya,” pungkasnya.

Berdasarkan KTP yang ditemukan, identitas pelaku bernama Ivan Armadi Hasugian, kelahiran Medan 10 Oktober 1998. Ivan tinggal di Jl Setia Budi, Gang Sehati, no 28, Tanjung Sari, Medan Selayang, Sumut.  (mi/jdz)

Ket Foto : Umat yang berhamburan keluar dari gereja setelah upaya bom bunuh diri yang gagal dan mengenai pelaku.