Ini Kata Melchias Mekeng, Komisi XI Harus Jadi Kupingnya Rakyat

by -31 views

JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, kembali dipercayakan memimpin Komisi XI DPR RI. Usai dilantik, Mekeng menyatakan bahwa Komisi XI sudah semestinya memberi atensi yang lebih besar dalam hal politik anggaran bagi kepentingan pembangunan di daerah-derah miskin, daerah perbatasan, dan daerah terluar.

“Segenap Anggota Komisi XI harus mampu berperan sebagai kupingnya rakyat. Anggota DPR itu kan ibaratnya menjadi kuping rakyat. Apa yang menjadi keluhan rakyat di daerah-daerah miskin, khususnya daerah perbatasan dan daerah terluar, mesti mampu dijawab melalui perjuangan politik anggaran,” tegas Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng, Selasa (22/8) petang, beberapa saat seusai memimpin rapat interen komisi.

Fraksi Partai Golkar DPR RI di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto melakukan rotasi kepemimpinan fraksi, di mana Ketua Komisi XI dipercayakan kepada Melchias Markus Mekeng, menggantikan posisi Ahmadi Noor Supit.

Pengukuhan jabatan baru Mekeng itu dilakukan langsung oleh Ketua DPR RI Ade Komarudin, dalam suatu rapat interen Komisi XI, Selasa (23/8/2016). Mekeng bertekad melakukan sejumlah terobosan dalam kepemimpinannya di Komisi XI yang bermuara pada kepentingan rakyat banyak.

Dia juga sudah meminta semua Anggota Komisi XI memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan paling mendesak di dapil masing-masing, khususnya yang bersentuhan dengan sarana infrastruktur.

Menyinggung soal program tax amnesty atau pengampunan pajak, Mekeng menilai masih ada persoalan serius dalam hal strategi sosialisasi, yakni dengan tendensi mengancam wajib pajak. “Kalau di daerah, sosialisasi belum efektif. Banyak petugas pajak yang menyampaikan sosialisasi dalam nada mengancam. Kalau kamu enggak ikut ini, saya akan tangkap, kena hukuman segala macam. Akibatnya orang takut ikut Tax Amnesty ,” kata Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia menyesalkan ketidaksiapan para petugas pajak yang belum mampu melakukan sosialisasi secara efektif. “Padahal, Presiden Jokowi sudah cukup baik menyoalisasikan program ini. Sayangnya, gaya sosialisasi itu tak diikuti dengan baik oleh para petugas petugas pajak di lapangan,” sesal Politisi Golkar dari Daerah Pemilihan NTT-1 ini.

Menurut Mekeng, sosialisasi yang kurang berhasil ini mengakibatkan hasil tax amnesty masih jauh dari target uang tebusan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 165 triliun. “Hingga saat ini baru tercapai Rp 1 triliun. Akhir tahun bisa dapat Rp 20 triliun saja sudah bagus,” ujar Mekeng.

Komisi XI, kata Mekeng, berencana memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis (25/8/2016) untuk membahas perihal sosialisasi tax amnesty yang kurang maksimal. “Pemanggilan Menkeu Sri Mulyani juga akan membahas pemotongan anggaran sebesar Rp 133 triliun yang dilakukan pemerintah. Kita ingin tahu pemotongan anggaran ini sebenarnya bagaimana,” tandas Mekeng. (jdz)

Ket Foto: Ketua DPR RI Ade Komarudin memimpin acara pengukuhan Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng, Selasa 23 Agustus 2016, di Ruang Rapat Komisi XI, Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta.