Diproduksi Dengan Mesin Canggih, Kualitas OASA Lebih Baik dari Aqua

by -530 views

Limanggu, mediantt.com –  Satu lagi terobosan hebat dilaunching Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome. Setelah sukses dengan Pabrik Rumput Laut dan Garam, kini sebuah produk unggulan yang bakal merajai pasar adalah Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), yang diberi nama Oasa. Produk pertama Oasa itu diluncurkan oleh Bupati Dira Tome pada Rabu (17/8) di Kelurahan Limanggu, Kecamatan Sabu Timur, Sabu Raijua.

“Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan negara kita ke-71, air minum dalam kemasan Oasa, secara resmi diluncurkan. Saya yakin air minum Oasa yang sangat higienis ini akan dipasarkan keluar daerah, dan menjadi salah satu ikon NTT. Kita akan promosikan minuman kebanggan Sabu Raijua ini ke seluruh wilayah Indonesia sehingga menjadi produk nasional, dan menjadi kualitas nomor satu di Indonesia,” tegas Bupati Dira Tome saat meluncurkan AMDK Oasa, sekaligus tost kenegaraan menggunakan air kemasan yang diolah dengan proses ozonisasi dan ultra violet itu.

Ia menjelaskan, pabrik air Oasa ini dibangun sejak tahun 2014 menelan dana APBD sebesar Rp 50 miliar lebih, meski masih banyak kekurangan yang harus segera dilengkapi dalam tahun anggaran berjalan.

”Pabrik ini sangat besar dan megah tapi belum memiliki gudang untuk menampung hasil produksi. Kita masih membutukkan kelengkapan berupa gudang dan mesin peniup botol. Saya akan usulkan dalam perubahan anggaran tahun ini. Dan direncanakan tahun 2017 akan dibangun pabrik karung karena kebutuhan karung di seluru NTT senilai Rp 75 miliar per tahun,” tegas Dira Tome.

Bupati Dira Tome juga menegaskan kehadiran sejumlah pabrik termasuk Oasa di Sabu Raijua, merupakan bagian dari upaya Pemkab Sabu Raijua menyediakan lapangan kerja. Karena salah satu penyebab kemiskinan adalah pengangguran.

“Saya punya prinsip, tidak boleh ada kemiskinan di Sabu Raijua, karen kemiskinan bukanlah julukan yang baik. Karena itu, perlu ada solusi dengan cara-cara yang cerdas. Oasa salah satunya. Sabu Raijua harus bisa melakukan jauh lebih baik dari apa yang dipikirkan,” tandas Dira Tome.

Ia juga meminta agar semua pedagang di Sabu Raijua untuk membantu mempromosikan Oasa kepada semua orang, dan meminta pengelolah untuk memberikan saingan yang ketat dengan air minum merk lain. “Dengan adanya Oasa bukan berarti harus melarang merk lain masuk ke Sabu, namun harus ditunjukan bahwa Oasa punya kualitas dan bisa bersaing,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sabu Raijua, Lewi Tandirura menjelaskan, pembangunan pabrik Oasa ini terdiri dari tiga tahap yakni tahun 2014 pembangunan fisik, tahun 2015 pengadaan peralatan dasar dan tahun 2016 pengadaan mesin produksi. “Semuanya dibangun murni dari dana APBD Sabu Raijua,” ujarnya.

Menurut dia, pabrik Oasa merupakan satu-satunya pabrik air mineral yang bisa memproduksi kemasan sendiri, baik berupa botol maupun galon. “Ini merupakan peran serta semua masyarakat beserta komponen yang ada di Sabu Raijua,” katanya.  

Salah seorang pimpinan manajemen AMDK Oasa yang juga pernah bekerja di pabrik AMDK Aqua, dalam penjelasannya mengatakan, seluruh peralatan pabrik Oasa berbahan stainless steel. “Saya pastikan kualitas Oasa akan jauh lebih baik dari aqua, karena OASA, yang berasal dari mata air alami diproses dgn peralatan dan mesin yang serba canggih secara transparan, dan semua tahapan diproses di dalam ruang kaca yang dapat disaksikan dengan mata telanjang. Ini yang membuat Oasa memiliki kualitas yang pasti mengungguli AMDK lainnya,’ katanya.

Ketua DPRD, Sabu Raijua, Paul Rabetuka mengatakan, kehadiran Oasa menjadi kebangaan masyarakat Sabu Raijua yang merupakan cita – cita pendiri negeri ini untuk mensejahterakan masyarakat.

”Bukan hanya pabrik air mineral, Sabu Raijua juga memiliki pabrik garam dan rumput laut. Ini juga tidak terlepas dari politik anggaran di DPRD,” katanya.

Ia berjanji akan menyiapkan anggaran untuk melengkapi kebutuhan pabrik air kemasan yang masih kurang dan barharap agar produksi air tersebut dipasarkan keluar dari Sabu Raijua, dan kalau bisa membangun cabang Oasa di Flores, daratan Timor dan Sumba.

Disaksikan mediantt.com, usai peluncuran produk perdana Oase dan tos kenegaraan, Bupati Dira Tome didampingi Ketua TP PKK, Wakil Bupati Nikodemus Rihi Heke bersama ibu dan Ketua DPRD, bersama anggota serta para undangan meninjau proses produksi Oase, yang diakhiri dengan makan bersama dan padoa bersama. (jdz)

Foto : Proses produksi air minum dalam kemasan Oasa di Kelurahan Linanggu, Kecamatan Sabu Timur, Sabu Raijua.