Ketika ‘Baleo’ Menggema di Expo Alor 2016

by -65 views

Kalabahi, mediantt.com – Satu-satunya tradisi yang dimiliki Lamalera, Lembata, perburuan ikan paus, turut menjadi daya tarik di arena Expo Alor ke-10. Tradisi warisan leluhur dengan ritual unik dihadirkan dalam pentasan penangkapan ikan paus di dihadapan peserta Sail Indonesia dalam bentuk tarian. Teriakan Baleo pun menggema dan menjadi daya tarik bagi para peserta Expo Alor, terutama para turis peserta Sail Indonesia.

Selasa (9/8) petang, menjelang malam, di acara pembukaan expo alor 2016, tarian penangkapan ikan paus dipentaskan. Putra-putri Lembata yang turut memeriahkan Festival Budaya Lahamolot, sebagai sesama saudara ‘Bela’, memeragakan budaya penangkapan ikan paus.

Delapan matros (meng) memasuki panggung setelah ada teriakan baleo, setelah melihat ikan paus bergerak perlahan sembari mengeluarkan semburan. Hilibe…hilibe…pun mereka terian serentak mengejar sang mamalia laut, hingga akhirnya dalam posisi yang tepat, sang lamafa (tukang tikam) menghujamkan harpunnya ke tubuh sang paus. Itulah salah satu khazana budaya unik dari Lembata yang diperagakan di arena Expo Alor 2016.

Selain itu, kaum ibu yang diperagakan para putri, memerankan tradisi penetang, menjual daging ikan paus ke gunung untuk ditukarkan dengan makanan. Cara barter yang terus dipertahankan hingga saat ini. Dengan obor di tangan, mereka menuju ke daerah pegunungan untuk melakukan barter. Semua dilakonkan dalam gerak dan tari yang aduhai dan memukau para peserta arena Expo Alor 2016.

“Inilah salah satu budaya kita yang harus terus dipromosikan, bahhwa ini hanya ada di Lamalera, Lembata sebagai salah satu destinasi wisata dunia,” kata Kadis Pariwisata Lembata, Longginus Lega kepada mediantt.com di arena Expo Alor.

Di Expo Alor 2016 ini, hanya Kabupaten Lembata yang ikut berpartisipasi dalam Festival Budaya Lamaholot, minus Flores Timur. Di stand Lembata, ditampilkan atribut budaya khas Lembata seperti kain tenun, peledang mini Lamalera lengkap dengan asesorisnya, gigi dan tulang ikan paus, dll, yang dijaga oleh staf Dinas Pariwisata Lembata. “Lembata ikut memeriahkan Festival Budaya Lamaholot karena kita adalah sesama saudara yang terikat sumpah ‘bela’ sebagai warisan nenok moyang watan lema,” kata Kepala Seksi Promosi Pariwisata Lembata, Yohanes Betekeneng.

Expo Alor 2016 ini dimeriakan 70 stand dari 17 kecamatan yang ada di Alor, juga TNI, Polri, BUMD, dan swasta, termasuk dari kabupaten Lembata dan Sabu Raijua. (jdz)