Kejari Kota Kupang Gencar Pulbaket Kasus PD Sasando

by -27 views

Kupang, mediantt.com – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, hingga kini gencar melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Sasando Kupang.

Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Indi Premadasa kepada wartawan, Senin (18/7) menjelaskan, saat ini tim penyidik masih melakukan Pulbaket kasus dugaan korupsi di PD Sasando. Pulbaket disertai dengan pemeriksaan saksi-saksi oleh tim penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang.

Menurut Indi, pulbaket dan pemeriksaan skasi itu berdasarkan surat perintah tugas (sprintug) untuk tim penyidik Tindak Pidana Korupsi pada Kejari Kota Kupang untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada PD Sasando. Dengan dikeluarkannya sprintug tersebut, upaya penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi di PT Sasando Kota Kupang sudah mulai dilakukan.

Ia mengatakan, dengan adanya Sprintug tersebut, pihaknya kini mendalami dugaan penyimpangan dalam pengelolaan uang negara di PT. Sasando, yang selama ini selalu mendapatkan dana hibah dari Pemkot Kupang.

“Sprintug ini menjadi pegangan bagi kita dalam menjalankan tugas penyelidikan dan penyidikan,” kata Indi.

Ia menjelaskan, saat ini penyidik Tipidsus Kejari Kupang sedang melakukan pendalaman atas adanya dugaan tindak pidana korupsi pada PT. Sasando. Hanya saja, ia belum memastikan anggaran tersebut bermasalah di PD. Sasando adalah anggaran tahun berapa dan berapa besar jumlahnya.

Untuk diketahui, adanya dugaan penyelewengan keuangan di PT. Sasando yang merupakan perusahaan pelat merah milik Pemkot Kupang. Penyertaan modal senilai Rp 2 miliar dari Pemkot Kupang tak mampu dikelola dengan baik. Akibatnya perusahaan mengalami kerugian.

Pada tahun 2014, PT. Sasando mengusulkan tambahan anggaran ke Pemkot Kupang sebesar Rp 4 miliar. Dana tersebut rencananya untuk mendukung usaha periklanan berupa penambahan titik iklan dan papan iklan, peternakan ayam berkapasitas 20 ribu ekor, peternakan babi dan unit usaha percetakan.

Namun, dari dana Rp 4 miliar yang diusulkan itu, setelah melalui pembahasan bersama Pemkot dan DPRD, akhirnya hanya menyetujui dana penyertaan modal senilai Rp 2 miliar. Berdasarkan hasil penelusuran PIAR NTT, nilai kerugian PT Sasando tahun 2011 sebesar Rp 407.225.952,00, tahun 2012 sebesar Rp 528.874.660,00 dan tahun 2013 sebesar Rp 819.989.059,45.

Sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT, total kerugian negara di PT Sasando mencapai Rp 111.638.748. Total kerugian ini harus segera dikembalikan oleh PT. Sasando ke kas Pemda Kota Kupang. (che)

Foto: Indi Premadasa, SH