Hama Belalang Serang Empat Kecamatan di Sumba Timur

by -21 views

Kupang, mediantt.com – Hama belalang di Kabupaten Sumba Timur dilaporkan makin memprihatinkan. Hingga saat ini, teridentifikasi ada 40 titik hama belalang yang tersebar di empat kecamatan. Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, dengan melibatkan instansi lainnya, untuk bersama menangani masalah hama belalang ini.

“Saat ini Distanbun NTT telah mengirimkan tim terdiri dari lima orang untuk mengatasi masalah itu. Lima petugas itu terus berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Sumba Timur dalam mengatasi hal itu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) NTT, Yohanis Tay Ruba kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (15/7).

Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran, diketahui bahwa saat ini terdapat 40 titik hama belalang di 4 Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur dan saat ini pun tim dari Distanbun NTT, TNI dan Pemda Kabupaten Sumba Timur dibantu masyarakat setempat, tengah berupaya untuk mengusir hama belalang tersebut.

“Kami sudah kirim 5 orang dari dinas untuk ke Sumba Timur. Disana mereka koordinasi dengan pemda setempat ditambah TNI, dan para petani sedang berupaya untuk mengusir hama belalang yang ada 40 titik di 4 kecamatan, “ kata Tay Ruba.

Menurut dia, saat ini tim bersama TNI serta para petani di Kabupaten Sumba Timur mengalami kesulitan mengatasi hama belalang. Alasannya, banyak belalang yang sudah bisa terbang sehingga ketika diracuni menggunakan pestisida selalu lolos. Namun, itu tidak menjadi masalah serius bagi pihak Distanbun NTT dan Pemda Kabupaten Sumba Timur.  “Karena penyemprotan pestisida untuk membunuh hama belalang akan dilakukan pada malam hari di saat hama sedang berkumpul di suatu tempat,” katanya.

Ia juga menjelaskan, kondisi lahan para petani masih aman. Hama belalang belum menyerang hingga lahan para petani. Namun untuk mengantisipasi hal itu, tim yang bekerja sama dengan TNI, Pemda Kabupaten Sumba Timur serta masyarakat terus berkoordinasi untuk mengusir hama menggunakan pestisida yang diberikan oleh pemerintah.

Pihaknya terus berupaya untuk memusnahkan hama belalang itu, karena tim bekerja siang dan malam untuk mengusir hama belalang.

Ia menambahkan, soal hama belalang ini sudah diantisipasi sejak tahun 2015 lalu, karena Distanbun NTT belajar dari pengalaman hama belalang menyerang Kabupaten Belu dan TTU, yang bisa diatasi.

“Kami yakin hama belalang di Sumba Timur dapat diatasi. Untuk itu, kerjasama dan koordinasi terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah hama belalang di Kabupaten Sumba Timur,” katanya. (che)

Foto: Yohanis Tay Ruba.