Doa Seorang Suster Mikaela Beding….

by -434 views

Doa itu nafas hidup kita….

Doa…segala-galanya bagi kita…

Dalam suka dan duka, dalam senang dan susah

Doa itu kekuatan kita….                                                       

Doa itu cinta kita kepada Tuhan

Yang sudah lebih dahulu mencintai kita

sebagaimana adanya kita,

Doa itu adanya kita sejujur-jujurnya di hadapan Tuhan

Doa itu bukan penyelesaian masalah,

Tetapi dalamnya kita bergumul sedalam-dalamnya

dengan hidup kita,

Doa itu mengajari kita untuk tabah, setia dan tekun dalam salib kita

Marilah kita berdoa bagi semua mereka yang menyayangi kita,

dan yang kita sayangi, Juga yang mungkin tidak manaruh kasih pada kita…..

ITULAH refleksi iman Suster Mikaela Swai Beding, ADM, tentang filosofi doa. Ia menyebut doa itu “Doa Nafas Hidup Kita”, seperti yang tertuang dalam buku karyanya “DOA SALVE kepada SAKRAMEN MAHA KUDUS dan DOA DOA PRIBADI”. Karya luar biasa yang berisi doa-doa ini adalah hadiah terindah Suster Mikaela Beding pada peringatan 29 Tahun hidup membiara dalam asuhan Susteran Amalkasih Darah Mulia (ADM), khususnya di Komunitas Weetebula, Sumba Barat Daya, yang dirangkai-satukan dengan pesta perak, 25 Tahun, hidup membiara Sr Thomasin, SSpS dan Sr Hermine, SSpS.

Syukur untuk perayaan 25 dan 29 tahun Profesi Religius ini digelar bersama dalam Ekaristi Kudus di Gereja Santo Petrus dan Paulus Lamalera, pada Minggu, 10 Juli 2016, yang dilengkapi dengan ramah tamah. di rumah keluarga alm Bapak Thomas Dile Beding, di Wutunglolo, Lamalera, Lembata.

Dalam buku setebal 142 halaman ini, Suster Mikaela, anak dari Bapak Thomas Dile Beding (alm) dan Ibu Theresia Ero Blikololong (alm), memberikan banyak tips berdoa yang sederhana kepada Sakramen Maha Kudus. Bagian pertama diawali dengan ‘Tata Perayaan Ekaristi Kebaktian kepada Sakramen Maha Kudus’, yang dirangkai dengan ‘Doa Sebagai Nafas Kita’. Selanjutnya pembaca diajak untuk lebih menyelami ‘Tahun Kerahiman Ilahi’ dalam ‘Gema Tahun Kerahiman Ilahi’, yang memuat tentang ‘Doa Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi’ dan ‘Novena Khusus (kepada Kerahiman Ilahi)’.

Bagian berikutnya adalah ‘Koronka Kerahiman Ilahi, Doa Jam Kerahiman (pukul 15.00 sesuai Tradisi ADM’, disertai ‘Novena Kepada Kerahiman Ilahi’ (hal 16-25).

Melengkapi khazanah iman pembaca, Suster Mikaela Beding juga memaparkan ‘Doa Doa di Hadapan Sakramen Maha Kudus’, yang memuat doa-doa antara lain, ‘Doa-Doa St Faustina, Doa Permohonan Kepada Darah Mulia, Doa Ekaristi dari Fatima, Doa kepada Hati Kudus dalam Ekaristi, Syukur Atas Darah dan Air Yang Memancar dari Lambung Kristus, Basuhlah Aku dengan Darah-Mu, Doa kepada Darah Mulia, Doa Permohonan dengan Ketujuh Sabda Allah, Doa kepada Maria, Bunda Darah Mulia, Doa St Klara (Pujian kepada Luka-Luka Yesus), Doa dalam Lima Luka Yesus, Doa Penyerahan Keluarga kepada Hati Terkudus Yesus, serta doa-doa lainnya yang bisa disimak di halaman 38-111 buku ini.

Pada bagian akhir, Suster Mikaela menggugah dengan ‘Renungan di Hadapan Sakramen Mahakudus’ (hal 115-138), yang disadur secara ringkas dari berbagai sumber, seperti, Memandang Salib, Dan Darahnya, Doa Romano Guardini, Doa Itu, Allah Yang Tak Berdaya, Allah Yang Maha Perkasa, Tuhan Kita Berkata, Cintailah Aku Seadamu, Aku Dicinta, dan Darah Yesus.

Bagi yang berminat memiliki Buku Doa ini, silahkan menghubungi Suster Mikaela Swai Beding, ADM, Jln Weetebula, Sumba Barat Daya.

“Syukur kepada Tuhan atas kekuatan rahmat-Nya, dan terima kasih kami untukmu semua yang telah mendukung kami dengan caranya masing-masing, dan yang telah memberikan kebahagiaan kepada kami dalam melanjutkan panggilan hidup membiara. Doa dan cinta kami selalu untukmu semua,” begitu kata hati Sr Mikaela Swai Beding, ADM, Sr Hermine, SSpS, dan Sr Thomasin, SSpS. (jdz)

Foto : Dari kiri ke kanan, Suster Hermine, SSpS, Sr Thomasin, SSpS, dan Sr Mikaela Beding, ADM