Ayo! Tingkatkan Keberagaman Pasca-Ramadan

by -18 views

SYAWAL, bulan ketika kita merayakan Idul Fitri, bermakna peningkatan. Oleh karena itu, awal Syawal yang menandai akhir Ramadan semestinya kita maknai sebagai awal mempertahankan dan meningkatkan segala kebaikan yang kita capai selama Ramadan.

Bila dikatakan Ramadan merupakan bulan ujian melawan berbagai keburukan, Syawal menjadi bulan ujian mempertahankan dan meningkatkan segala kebaikan. Namun, orang sering kali berkata lebih sulit mempertahankan ketimbang merebut kemenangan.

Ujian sesungguhnya ialah bagaimana mempertahankan dan memperkukuh kemenangan itu. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila kita katakan ujian sesungguhnya justru berlangsung setelah Ramadan, dan Syawal menjadi awalnya.

Tak ada maknanya bila kita berhasil mencapai atau merebut berbagai kebaikan, tetapi kita gagal mempertahankan dan meningkatkannya.

Keberagaman menjadi salah satu perkara mahapenting yang mesti kita pertahankan dan tingkatkan. Kita menyaksikan selama Ramadan bangsa ini relatif sukses menumbuhkan toleransi dan silaturahim yang menjadi substansi keberagaman.

Toleransi memang tercederai dengan kekerasan yang menimpa Ibu Saeni ketika Satpol PP Kota Serang merazia warung serta menyita makanan yang dijualnya. Namun, pemerintah relatif berhasil menyelesaikan kasus ini. Kita tahu pangkal kekerasan yang menimpa Saeni ialah peraturan daerah yang diterbitkan Pemerintah Kota Serang.

Pada kenyataannya memang banyak sekali perda yang mencederai bahkan menegasikan keberagaman. Menjadi tugas pemerintah pusat mengevaluasi dan mencabut perda-perda yang tidak memuliakan keberagaman.

Itu bila negara ini sungguh-sungguh ingin mempertahankan dan meningkatkan kebaikan bernama keberagaman. Kita sungguh mengapresiasi berbagai rencana memperkukuh keberagaman dan toleransi di seputar Idul Fitri besok.

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Ambon, Maluku, misalnya, kelompok agama berbeda akan mengamankan perayaan Idul Fitri di sana. Ini sungguh sebuah langkah awal yang amat baik untuk mempertahankan dan meningkatkan keberagaman.

Mengapa begitu penting meningkatkan keberagaman? Pertama-tama, keragaman dan perbedaan merupakan keniscayaan, sunatullah, atau kehendak Ilahi, terlebih bagi bangsa Indonesia. Kita tahu bangsa ini kaya akan keragaman dan perbedaan, baik etnik, agama, maupun budaya.

Kegagalan mempertahankan dan meningkatkan keberagaman bisa menyebabkan bangsa ini tercerai-berai, tinggal menjadi kenangan, hanya tercatat dalam lembaran sejarah. Kesuksesan kita meniti jembatan transisi demokrasi saat ini juga amat ditentukan keberhasilan kita mengelola keberagaman.

Bila kita berhasil mengelola keberagaman, kita akan sukses menyeberangi jembatan transisi demokrasi untuk sampai ke tepian demokrasi sesungguhnya, demokrasi sebenar-benarnya.

Sebaliknya, bila kita gagal mengelola keberagaman, kita bakal gagal menyeberangi titian transisi demokrasi dan malah terjerembap ke kubangan otoritarianisme, bahkan fasisme.

Tiada jalan lain bagi bangsa ini selain secara sungguh-sungguh mempertahankan dan memperkukuh keberagaman. Akhir Ramadan atau awal Syawal menjadi momentumnya. (mi/jdz)

Foto : Presiden Jokowi yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri 2016 di Masjid Raya, Sumatera Barat.