Politisi Rendah Hati Itu Telah Pergi Untuk Selamanya

by -31 views

KUPANG – Jumat, 1 Juli 2016, kabar itu duka itu mengagetkan seluruh warga NTT. Jagat politik NTT berkabung. Kader dan politisi Partai Demokrat yang juga ketua Fraksi Demokrat DPRD NTT, Jonathan Kana, SE, kembali ke Haribaan Sang Ilahi di usia yang ke-65 tahun, pada pukul 14.30 Wita. Ia meninggal ketika sedang menjalankan tugas, kunjungan kerja, di daerah pemilihannya, Sumba Timur. Tak ada yang menduga, begitu cepat Ama Kana atau JK, begitu ia selalu disapa, meninggal dunia. Politisi Demokrat yang rendah hati dan disiplin ini meninggalkan sejuta kenangan bagi pare kolega politiknya di DPRD NTT, juga di Partai Demokrat, yang pernah ia besarkan.

Selain menjabat Ketua Fraksi Demokrat, Ama Kana juga dipercayakan sebagai Wakil Ketua Komisi I yang membidangi urusan pemerintahan. Ia selalu dekat dengan siapa saja, sehingga sosok humoris, selalu tampil energik dan murah senyum itu, selalu mengundang gelak tawa ketika ngobrol bersamanya.

Informasi yang diterima mediantt.com, Jumat (1/7) petang, Ama Kana menghembuskan nafas terakhir di rumah keluarganya di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, sekitar pukul 14.30 Wita. Jenazahnya lalu disemayamkan di rumah Pdt. Julius Djara, di Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu. Istri Julius Djara merupakan saudari dari Jonathan Kana.

Ketua DPC Demokrat Sumba Timur, Ridwan Untono mengatakan Ama Kana berada di Sumba Timur dalam rangka melaksanakan tugas sebagai anggota Dewan.

Sehari sebelum meninggal, kata Ridwan Untono, Ama Kana bersama beberapa anggota Dewan lainnya melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah, termasuk wilayah Malolo. “Informasinya, malamnya (Kamis malam) beliau masih di Malolo. Setelah itu pulang tidur di keluarganya di Kambaniru. Saat dibangunkan untuk makan siang, ternyata beliau sudah meninggal,” jelas Ridwan Untono.

Informasi lainnya, Kamis malam Ama Kana masih menemui keluarga dan koleganya di Malolo. Sepulang dari Malolo, ia menginap di rumah Dimu Lomi, anggota keluarganya di Kelurahan Kambaniru.

Ketika pagi tiba, pemilik rumah mencoba membangunkan Jonathan Kana. Saat pintu diketuk, tidak ada suara dari dalam kamar. Saat itu tidak ada kecurigaan sama sekali dengan kondisinya.

Saat hari siang, pintu kamarnya kembali diketuk. Namun tidak ada respon sedikit pun. Hingga pukul 15.00, keluarga membuka paksa pintu kamar yang terkunci, dan menemukan Jonathan Kana sudah meninggal. Keluarga membawa jenazahnya  ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha untuk dilakukan otopsi. Pukul 17.15 Wita, jenazah Ama Kana dibawa dengan mobil ambulance ke rumah Pdt. Julius Djara untuk disemayamkan.

Diwarnai Isak Tangis

Sabtu (2/7), sekitar pukul 12.00 Wita, jenazah anggota DPRD NTT, Jonathan Kana, tiba di Kupang dengan pesawat Nam Air. Keluarga dan ratusan  kerabat juga simpatisan telah menunggu. Isak tangis pun pecah ketika jenazah diturunkan dari pesawat dan disemayamkan di ruang VIP Bandara El tari Kupang.

Di ruang VIP sudah menunggu keluarga dan ratusan kerabat dan kenalan. Di antaranya Wakil Ketua DPRD NTT Gabriel Beri Bina dan Nelson Matara serta sejumlah anggota DPRD dan staf sekretariat. Selain itu, turut menjemput jenasah Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu Kore dan mantan Ketua DPD Partai Demokrat John Kaunang.

Seorang anggota keluarga mengatakan, tidak tahu penyebab meninggalnya anggota DPRD yang dekat dengan wartawan tersebut. Di kalangan wartawan, mendiang Jonathan Kana sering dipanggil dengan sebutan JK.

“Pagi hari sebelum meninggal, pak Jonathan sempat makan pagi. Setelah itu ia masuk kembali ke kamar dan tidur,” kata salah satu anggota keluarga.

Karena berjam-jam tidak keluar kamar, keluarga mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam. Pintu kamar kemudian dibuka paksa dan menemukan anggota DPRD dua periode ini terbujur kaku. Saat ini jenasah sudah tiba di rumah duka di Jalan Amabi, Tofa. (*/jdz)

Foto : Politisi Partai Demokrat, Jonathan Kana (kanan), bersama Ketua Demokrat NTT 2011-2016, Johna Kaunang dan Anggota Dewan Pertimbangan Barnabas nDjurumana ketika melakukan fiit and proper test terhadap bakal cabup dan cawabup di Hotel Ima, beberapa waktu lalu.