Kadis PU Sabu Raijua Menunggu Giliran Jadi Tersangka

by -35 views

Kupang, mediantt.com  – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang, saat ini tengah berupaya menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek biogas skala rumah tangga di Kabupaten Sabu Raijua, yang dikerjakan CV Netanya, dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar lebih yang bersumber dari APBD tahun 2013. Salah satu calon tersangka yang sedang diincar adalah Kepala Dinas PU Sabu Raijua, Lay Rohi.

“Saat ini tim penyidik Tipidsus Kejari Kupang telah mengantongi beberapa nama sebagai calon tersangka,”  tegas Kasi Pidsus Kejari Kupang, Indi Premadasa, kepada wartawan Jumat (1/7).

Ia menjelaskan, penyidik mengantongi beberapa nama yang memiliki peran penting dalam proyek itu. Nama-nama tersebut berpelung untuk menjadi tersangka.

“Kami sudah turun ke lokasi proyek dan sudah lakukan pemeriksaan bersama-sama dengan ahli dari Politeknik Negeri Kupang (PNK) beberapa waktu lalu. Sudah ada beberapa oknum yang berpeluang menjadi tersangka, “ terang Indi.

Menurut dia, dalam pemeriksaan fisik itu, penyidik memeriksa sedikitnya 30 titik proyek yang melibatkan tim ahli sipil dan perencanaan. Pemeriksaan 30 titik proyek itu juga turut melibatkan CV Netanya Yudha Perkasa sebagai pelaksana proyek dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sabu Raijua sebagai pemilik proyek.

Akan tetapi, sebut Indi, terkait dengan hasil pemeriksaan itu penyidik Tipidsus pada Kejari Kupang belum mengantongi laporan hasil pemeriksaan (LHP) ahli. “Kami pastikan akan ada tersangka, tapi , saat ini penyidik belum bisa menyebut nama calon tersangka. Soal ada tidaknya kejanggalan dalam proyek itu, saat ini kita masih lakukan perampungan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, termasuk menunggu LHP ahli,” tegas Indi.

Ia juga menegaskan, dalam pekan ini, LHP dari tim ahli sudah bisa diperoleh. Dari fisik proyek biogas itu, ada beberapa yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan ada beberapa lagi yang sama sekali tidak bisa dimanfaatkan. Proyek biogas yang belum bermanfaat itu, sampai saat ini sedang ditelusuri.

Setelah menerima LHP dari ahli, menurut Indi, pihaknya akan mempelajarinya dan melanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi sebelum dilakukan penetapan tersangka.

Dalam kasus itu juga, sebut dia, tim penyidik Tipidsus telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas PU Sabu Raijua, Lay Rohi. “Ia (Kadis PU Sabu Raijua) memiliki peran penting dalam kasus itu yakni sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Jadi untuk Kadis PU ini tinggal menunggu waktu. Sudah ada indikasi korupsi dan perbuatan hukumnya sudah jelas, tapi kami masih tunggu hasil dari ahli dulu. Kalau itu sudah ada, ya kami langsung tetapkan tersangka,“  tegas Indi. (che)

Foto: Indi Premdasa