Kesetrum Listrik, Kakak Beradik Tewas

by -21 views

Kupang, mediantt.com – Tiga buruh bangunan tewas akibat kesetrum listrik ketika sedang mengerjakan bangunan Millenium Convention Hall, di Jln Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima. Dalam peristiwa naas itu, sedikitnya lima buruh bangunan yang sedang memasang rangka plafon di bangunan itu, tiba-tiba terjatuh dari ketinggian sekira 10 meter. Kelimanya ternyata kesetrum aliran listrik ketika sedang asyik bekerja. Akibatnya, nyawa tiga orang buruh melayang sia-sia. Sementara dua lainnya selamat. Kejadian naas ini terjadi Rabu (29/6) sekitar pukul 13.30 Wita.

Ketiga buruh yang meninggal dunia setelah dilarikan ke RSU S.K Lerik dan ke RSUD Prof. DR. W.Z Johannes Kupang yakni Vinsensius Ola, Servinus Ola dan Richard Bifel. Dua pekerja yang selamat yakni Rikorius Ola dan Joni Faimau. Kelima korban adalah warga Desa Suanae, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU.

Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Samuel Sumihar Simbolon kepada wartawan, Kamis (30/6) menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan TKP dengan memasang police line setelah dilakukan olah TKP.

“Kami akan tindaklanjuti kasus ini hingga tuntas dengan memeriksa para saksi seperti kepala tukang, pengawas serta pemilik bangunan Millenium Convention Hall. Kami juga akan dalami soal perlengkapan pengaman kerja apakah diberikan ke para buruh bangunan ataukah tidak. Kita juga akan dalami soal adanya pekerja yang masih di bawah umur yang ikut diperjakan di TKP,” kata Samuel.

Secara terpisah, Rikorius Ola, salah satu saksi mengaku, ketika mereka sementara asyik memasang rangka plafon, tiba-tiba mereka kesetrum aliran listrik.

“Kami ada sementara pasang rangka plafon (rangka aluminium), tiba-tiba kena strom. Saya juga tidak tau kenapa tiba-tiba ada strom di rangka plafon. Kami langsung kaget dan jatuh. Saya jatuh tapi kena di tripleks,” ujar Rikorius

Akibat terjatuh, kepala Vinsensius Ola, Servinus Ola dan Richard Bifel remuk karena terbentur di lantai. Kelima korban langsung dilarikan ke RSU S.K Lerik Kota Kupang. Namun nyawa Vinsensius Ola dan Servinus Ola tidak tertolong karena kehabisan darah. Kedua korban yang juga kakak beradik itu tewas setelah ditangani pihak medis di RSU S.K Lerik.

Korban lainnya, Richard Bifel kritis harus dirujuk ke RSUD Kupang. Namun nayawanya juga tak tertolong. Dua korban selamat Rikorius Ola dan Joni Faimau hanya menjalani rawat inap karena kondisinya tidak parah.

Kepala tukang, Epi Fahik mengaku, saat kejadian, dirinya tak ada di TKP. “Saya tidak tahu kejadian itu karena saat kejadian saya sementara di rumah. Saya baru tahu ketika ditelepon dan diinformasikan oleh tukang lainnya,” sebut Epi.

Ditanya terkait salah satu korban selamat yang ternyata masih di bawah umur atas nama Joni Faimau, kepala tukang mengaku bahwa Joni kebetulan libur sekolah dan datang ke Kupang untuk cari uang dengan bantu kerja di TKP.(che)

Foto: Kompol Samuel Simbolon