Gedung Kebaktian Jemaat Syalom Airnona Ditahbiskan

by -172 views

Kupang, mediantt.com – Gedung Kebaktian Jemaat Syalom Airnona Kupang, telah selesai dikerjakan sejak dibangun tahun 2010 lalu. Dan, Selasa (24/5), gereja tersebut ditahbiskan, yang ditandai dengan

pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnoni, disaksikan Wakil Walikota Kupang, Herman Man, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Jusuf Nakmofa, Sesepuh Sinode GMIT, Esthon Foenay, Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu dan para Pendeta Majelis Jemaat Syalom dan seluruh Jemaat Syalom Airnona Kupang.Gedung Kebaktian Jemaat Syalom. Pembangunan kembali gereja ini dilakukan sejak 24 Mei 2010, dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur NTT saat itu, Ir. Esthon Foenay.

Acara penahbisan itu dirangkai dengan serah terima Ketua Majelis Jemaat Syalom melalui pergantian antara waktu periode 2013-2017 dari Pdt. Stefanus A. Pandi kepada Pdt.Desiana Rondo Efendi. Selain itu, digelar juga acara pisah sambut dari Pdt. Stefanus A. Pandi kepada Pdt. Hendrik Abineno. Pdt. Stefanus mendapat tugas pelayanan baru di lingkup jemaat Imanuel Oepura. Sedangkan Pdt. Hendrik Abineno, sebelumnya bertugas di Sinode GMIT Kupang.

Rangkaian acara penahbisan diawali dengan penyerahan rumah kebaktian kepada Majelis Sinode GMIT untuk ditahbiskan sebagai tempat berbakti kepada Tuhan, penyerahan perlengkapan kebaktian, penyerahan Alkitab, alat-alat baptis dan perjamuan kudus. Dilanjutkan dengan kebaktian yang dipimpin Pdt. Jusuf Nakmofa, bertema “Yesus Kristus Adalah Tuhan”, dengan sub tema, “Tetapi Aku dan Seisi RumahKu, Kami akan Beribadah Kepada Tuhan”.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni memberikan apresiasi kepada Majelis Sinode GMIT dan Majelis Jemaat Syalom yang telah berupaya membangun gedung kebaktian yang megah sebagai tempat beribadah. Untuk itu, kata Wagub Litelnoni, pemerintah provinsi (pemprov) NTT berharap kegiatan pelayanan kepada jemaat dapat berjalan lancar. “Pemprov NTT menghargai upaya gereja menciptakan suasana kesejukan dan keharmonisan dalam beribadah kepada Tuhan. Sehingga melalui gedung gereja yang megah, dapat digunakan dengan sebaik-baik bagi pelayanan kepada jemaat,” tutur Wagub.

Sementara itu, Suara Gembala Majelis Sinode yang disampaikan Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Jusuf Nakmofa, mengatakan, rumah gereja adalah sebuah prestise bagi persekutuan jemaat Syalom Airnona. “Wujudkan kebersamaan dalam pelayanan untuk berkarya bersama sehingga nama Tuhan, dipuji dan dimuliakan.Lanjut Pdt. Nakmofa, provisiat yang tulus dalam menghadirkan prestise bagi persekutuan jemaat,” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Syalom, Airnona, Mes Saba, mengatakan, luas bangunan gedung kebaktian 1.300 meter persegi, tiga lantai dengan kapasitas tampung jemaat 1.600 orang. Sedangkan waktu pelaksanaan 6 tahun sejak 24 Mei 2010, menelan biaya Rp 5 miliar 17 juta. Sumber dana berasal dari dana awal Rp 686.522.944, kantong persembahan setiap minggu Rp 1.956.545.425, kas jemaat Rp 1.170.000.000, proposal Rp 101.390.000, lewat jemaat Syalom dan jemaat sekitar Kota Kupang Rp 848.805.200, jasa Bank Rp 53.877.607 dan konser rohani Rp 93.431300. (hms/jk)

Foto : Wakil Gubernur, Beny Litelnoni menggunting pita disaksikan Wakil Walikota Herman Man.