Tour de Flores Resmi Dibuka di Larantuka

by -29 views

LARANTUKA – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli resmi membuka dan meluncurkan lomba balap sepeda Tour de Flores (TdF), Rabu (18/5) malam. Acara pembukaan dan peluncuran tur dengan jarak tempuh 661,5 kilometer yang terbagi dalam lima etape ini, dilakukan di Taman Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Hadir pada acara itu, antara lain Kepala Dinas Pariwisata NTT, Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, Chairman TdF Primus Dorimulu, Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung, dan Presiden ISI, Radja Sapta Oktohari. Hadir juga para pembalap dari 16 negara yang tergabung dalam 20 tim.

Acara ini diramaikan juga oleh pementasan musik suling dari sanggar awet muda Solor Barat. Penyanyi Ivan Nestorman juga ikut memeriahkan acara ini serta kelompok paduan suara Dinas Pariwisata Kabupaten Flotim. Warga Kota Larantuka antusias mengikuti acara tersebut. Tua, muda, laki-laki, perempuan, dan anak-anak memenuhi taman kota.

Dalam sambutannya Rizal Ramli mengaku tidak ada yang menyangka bahwa di Flores akan digelar acara balap sepeda berskala internasional.

“Tadinya Flores tidak diperhitungkan, tetapi karena pemuda-pemuda Flores punya leadership akhirnya barang ini jadi juga. Persiapannya hanya enam bulan. Di tempat lain persiapannya dua tahun. Luar biasa,” kata Rizal.

Menurut Rizal Ramli, Flores adalah pulau yang sangat indah. Tetapi keindahannya tersembunyi. Dari ujung timur hingga ke barat, Pulau Flores memiliki keunikan dan menyimpan keindahan tiada tara. Flores Timur adalah awal mula peradaban. Sementara, Ende adalah tempat pembuangan presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.

“Bila Anda di Labuan Bajo, Anda tentu saja akan melihat komodo yang sudah sangat terkenal itu. Keindahan lainnya adalah perairan yang dikelilingi puluhan pulau. Juga, di Pulau Komodo pada setiap pukul 18.15, puluhan ribu kelelawar keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak ada hal seperti ini di tempat lain. Mengagumkan,” jelas Rizal Ramli.

Sedangkan, Primus Dorimulu menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pembalap dari penjuru dunia. Ia berharap para pembalap maklum bila ditemukan kekurangan pada ajang ini, karena lomba balap sepeda internasional ini baru pertama kali digelar di kawasan timur Indonesia. Ia bertekad untuk menggelar kembali acara ini tahun depan.

“Sampai jumpa tahun depan,” ujar Primus pada akhir sambutannya.

Senada dengannya, Presiden ISI Radja Sapta Oktohari menegaskan bahwa TdF harus kembali digelar tahun depan. “Tahun depan Tour de Flores harus digelar lagi. Saya harap semua pihak mendukung acara ini. Ketika saya menerima proposal dari Flores, saya khawatir apakah bisa acara ini bisa berlangsung, tetapi ternyata sekarang ini dimulai dan besok mulai dengan etape pertama,” imbuhnya.

Kembali Digelar Tahun Depan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli juga memastikan bahwa Tour de Flores (TdF) akan diselenggarakan lagi tahun depan. Hanya saja ia berharap, persiapannya dilakukan lebih matang lagi sehingga penyelenggaraannya pun berlangsung lebih baik.

“Tahun depan akan dilakukan lagi lebih bagus lagi dan dipersiapkan matang sehingga bupati-bupati lebih semangat lagi,” kata Rizal dalam jumpa pers setelah pembukaan dan peluncuran Tour de Flores di Taman Kota Larantuka, Rabu (18/5) malam. Hadir pada jumpa pers itu antara lain Chairman TdF Primus Dorimulu, Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, dan Presiden ISI Radja Sapta Oktohari.

Ia melanjutkan, “Tour de Flores sangat historis untuk Flores karena ini lomba balap sepeda pertama di Indonesia Timur. Tadinya Flores tidak dibicarakan. Tapi kami mau menunjukkan bahwa bangsa ini memang bangsa yang berlari cepat dan siap bersaing.”

Menurutnya, sebuah bangsa yang maju tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonominya, tapi juga dalam bidang-bidang lain termasuk olahraga. Ia pun berharap, ke depan olahraga sepeda Indonesia semakin maju. Ia mencontohkan Jepang dan Korea Selatan. Mereka tidak hanya maju secara ekonomi tapi dalam bidang olahraga mereka juga sangat jago.

Pada bagian lain, Rizal berharap, acara ini bisa meningkatkan pariwisata di kawasan ini. Pasalnya, pariwisata akan menjadi tulang punggung perekonomian ke depan. “Saat saya masuk (menjadi Menko Kemaritiman dan Sumber Daya) kita tentukan 10 destinasi unggulan di luar Bali. Sebab kalau daerah-daerah ini terbang maka daerah-daerah sekitarnya juga ikut terbang,” pungkasnya.

Sementara Radja Sapta Oktohari mengaku paling berbahagia dengan acara TdF. Dengan acara ini, ia memiliki pakem baru untuk mendorong daerah lain menggelar tour serupa. “Saya akan dengan mudah berkampanye, masa Flores saja bisa, daerah lain kok tidak bisa,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap acara ini akan berlangsung terus, termasuk tahun. “Tapi kami akan memberi koreksi banyak agar lomba tahun berikutnya bisa lebih bagus,” ucapnya. (brts/sp/jdz)

Foto : Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli didampingi Chairman Tour de Flores, Primus Dorimulu saat membuka Tour de Flores di Larantuka, Rabu 18 Mei 2016.