Sidang Perdana Digelar, Kuasa Hukum Dira Tome Yakin Menang Lawan KPK

by -37 views

Kupang, mediantt.com – Setelah tertunda satu pekan, sidang perdana praperadilan Pemohon Marthen Luther Dira Tome terhadap Termohon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/5). Tim Kuasa Hukum Pemohon menyatakan sangat yakin bisa menang melawan lembaga antirasuah itu. Sebab, penetapan tersangka oleh KPK terhadap Pemohon, minim bukti.

Ketika dihubungi ke ponselnya, Ketua Tim Kuasa Hukum Pemohon, John Rihi, menjelaskan, sidang perdana itu dimulai tepat pukul 10.00 Wita, dan akan berlangsung selama tujuh hari ke depan.

Menurut dia, dalam persidangan tersebut, yang mewakili pemohon sebagai kuasa hukum terdiri dari dirinya, Yanti Siubelan, Abdul Wahab, Lorens Mega Man, Marsel Radja, dan Semuel Haning. Sementara pihak termohon diwakili 6 orang, namun yang hafir siding perdana itu hanya dua orang. Pemohon sendiri memantau langsung jalannya persidangan tersebut.

Ketika persidangan dibuka, majelis hakim mempersilahkan tim kuasa hukum pemohon membacakan permohonan praperadilan dengan materi yang telah dipersiapkan, diantaranya KPK menetapkan Marthen Dira Tome sebagai tersangka tanpa melalui suatu proses yang benar.

Disamping itu, KPK menetapkan Bupati Sabu Raijua yang juga mantan Kabid PLS di Dinas PPO NTT, tanpa melalui pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu.

Selain itu, penetapan pemohon sebagai tersangka jauh sebelum pemerikasaan saksi-saksi. Bahkan, orang yang telah meninggal juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

“Herannya jauh sebelum dilakukan pemeriksaan saksi-saksi KPK sudah tetapkan pemohon sebagai tersangka. KPK tetapkan tersangka terlebih dahulu baru mereka cari alat buktinya,” kata Rihi.

Lorens Mega Man menambahkan, usai membacakan permohonan Praperadilan, pihak termohon KPK meminta waktu untuk menyampaikan pendapatnya pada Rabu (11/5) dan majelis hakim mengabulkannya.

Usai kedua pihak menyampaikan pendapatnya, siding akan dilanjutkan dengan pemeriksaan bukti-bukti dan keterangan ahli. “Sidang akan berlangsung selama 7 hari hingga mendapatkan putusan hakim. Kami telah mempersiapkan segala sesuatu untuk melawan KPK, sehingga kami sangat optimis akan memenangkan praperadilan ini,” tegas Lorens Mega Man.

John Rihi juga menegaskan, meski datang dari kampung dan bertarung di Ibukota Negara, ia tetap optimis bisa menang dalam sidang praperadilan melawan KPK.

“Kita datang dari jauh, dari kampung untuk bertarung di Ibu kota, tentu kita harus membuktikan bahwa kita yang dari kampung ini juga bisa menang bertarung di ibu kota negara ini” kata Jhon Rihi.

Menurut dia, pihanya memiliki data, fakta dan bukti serta kesaksian para penerima dan pengelola dana PLS saat itu yang semuanya akan dibuka secara jelas dan terang benderang pada pembuktian yang sudah diagendakan, Kamis (12/5).

Ia juga menyebutkan, jadwal sidang selanjutnya yakniRabu 11 Mei 2016, agenda sidang jawaban termohon. Kamis, 12 Mei 2016, agenda sidangnya adalah pembuktian oleh pemohon.

“Hari Kamis 12 Mei kami akan membuktikan permohonan kami. Pembuktian selain melalui data dan fakta, juga para saksi yang kami bawa dari NTT. Selain itu ada dua saksi ahli yag kami bawa yakni Dr. Agus Sudaryanto dari Universitas Widya Gama  Malang dan Samuel Lena dari Fakultas Hukum Undana Kupang,” katanya.

Agenda selanjutnya, Jumat 13 Mei, pembuktian dari termohon, dan pada Senin, 16 Mei 2016, kesimpulan dari hakim atas permohonan dan pembuktian dari pemohon dan termohon. “Sekitar Selasa atau Rabu pekan depan sudah ada keputusan PN Jakarta Selatan,” kata John Rihi. (che)

Foto : Suasana sidng perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tampak para pemgacara dan pemohon serius mengikuti jalannya sidang perdana itu, Selasa (10/5).