Ketika Anak Bangsa Bersatu Bebaskan Sandera

by -18 views

KABAR menggembirakan datang di awal Mei ini ketika 10 anak buah kapal asal Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina akhirnya dibebaskan. Tak cuma melegakan buat sanak keluarga para sandera, pembebasan itu sekaligus menjadi prestasi besar bagi bangsa dan negara.

Pembebasan 10 WNI dari cengkeraman kelompok radikal Abu Sayyaf ialah sebuah kegemilangan. Ia kesuksesan luar biasa karena ke-10 sandera bisa dibebaskan dengan selamat. Pembebasan juga dilakukan tanpa perlu melepaskan satu pun peluru, bahkan tanpa harus mengeluarkan sepeser pun tebusan.

Jika menilik sepak terjang kelompok Abu Sayyaf, segala catatan indah itu sepertinya mustahil digoreskan. Kelompok Abu Sayyaf selama ini dikenal tak pernah mau berkompromi ketika tuntutan mereka diabaikan. Beberapa hari sebelum kebebasan 10 WNI, mereka bahkan mengeksekusi sandera asal Kanada lantaran tebusan yang diinginkan tak juga diberikan.

Akan tetapi, lewat negosiasi dan diplomasi, kita berhasil membebaskan sesama anak bangsa yang sudah sebulan lebih mereka sandera. Upaya panjang yang ditempuh dengan melakukan segala pendekatan kepada penyandera tak sia-sia. Tentu, kita patut berbangga karena lagi-lagi negara ini menunjukkan kepiawaian mengatasi penyanderaan.

Dengan tinta tebal pula kita menggarisbawahi bahwa keberhasilan membebaskan 10 ABK asal Indonesia yang disandera sejak 26 Maret silam itu bukanlah keberhasilan orang per orang, juga bukan kelompok per kelompok. Seperti yang ditegaskan Presiden Joko Widodo, pembebasan para sandera ialah buah kerja sama seluruh anak bangsa.

Kita mengapresiasi pemerintah yang tiada henti menempuh segala cara untuk membebaskan para sandera. Kita juga angkat topi kepada TNI yang sejak penyanderaan terjadi langsung bersiaga penuh jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam operasi pembebasan. Lewat operasi intelijen pula TNI terlibat aktif lewat jalur diplomasi dan negosiasi.

Semua itu menunjukkan negara hadir ketika anak bangsa membutuhkan. Dalam kasus penyanderaan itu, negara telah menunaikan tugas konstitusional sebagai pelindung rakyat di mana pun berada. Sekali lagi, kita mengapresiasi.

Lebih dari itu, keberhasilan membebaskan sandera tak lepas dari peran kelompok masyarakat. Lewat jalur informal, tapi tetap sepengetahuan dan di bawah koordinasi pemerintah, mereka mengoptimalkan jaringan yang dimiliki untuk bernegosiasi dengan penyandera. Hasilnya pun tak percuma.

Keterlibatan kelompok masyarakat tersebut menggembirakan karena itulah bentuk kepedulian nyata dari rakyat ketika negara tengah menghadapi masalah pelik. Kita salut kepada mereka yang telah peduli, kita juga berharap kepedulian seperti itu terus dirawat sehingga berbiak menjadi viral di masyarakat luas.

Ketika seluruh anak bangsa berpadu, tak ada satu pun persoalan bangsa yang tak bisa diatasi. Kekuatan sebuah bangsa bukan terletak pada kehebatan pemerintahan dan militer semata, melainkan lebih kepada soliditas seluruh anak bangsa itu sendiri.

Keberhasilan membebaskan sandera ialah bukti tak terbantahkan bahwa kerja sama seluruh elemen bangsa merupakan kekuatan super untuk mengatasi setiap masalah, betapa pun berat masalah itu. Dengan kerja sama seluruh anak bangsa, kita juga optimistis empat WNI yang masih disandera di Filipina bisa segera dibebaskan. (miol/jdz)

Foto : Para sandera yang dibebaskan.