Kader PKK Ditantang Lakukan Terobosan Diversifikasi Pangan

by -27 views

Waingapu, mediantt.com – Hari keluarga yang dirangkai dengan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), di Desa Kuta, Waingapu (Sumba Timur), Jumat (29/4), memiliki makna tersendiri bagi pengurus dan kader PKK dalam menciptakan ketahanan keluarga. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi keluarga, termasuk ketahanan keluarga akan pangan.

“Melalui gelar Teknologi Tepat Guna (TTG), saya harap pengurus dan kader PKK dapat berkreasi menciptakan beragam pangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kita tidak bisa hanya mengkonsumsi pangan beras tapi bagaimana jenis pangan lainnya dapat menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Jagung, singkong dan beragam jenis pangan dapat dikemas dengan baik untuk kebutuhan keluarga,” kata Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Jumat (29/4), di Desa Kuta, ketika mencanangkan BBGRM ke 13, Hari Kesatuan Gerak PKK ke 44, Hari Keluarga ke 23 dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) kedua tingkat provinsi NTT tahun 2016.

Undangan yang hadir, Ketua TP PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, Wakil Ketua TP PKK, NTT, Fransisca Litelnoni, Ketua DPRD Sumba Timur, Palulu P. Dima, Anggota DPRD NTT, Yeni Feronika, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora dan Umbu Lili Pekuwali, Bupati Sumba Tengah, Umbu S. Pateduk, Bupati Sumba Barat, Agustinus N Dapawole, Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera, Bupati TTS, Paul Mella, Bupati TTU, Raymundus Fernandes, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Wakil Bupati Flotim, Valentinus Tukan, Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, dan Kader PKK, Kader Posyandu serta masyarakat Desa Kuta.

Menurut Gubernur, Pemprov NTT hingga saat ini masih mendatangkan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebanyak 115 ribu ton. Tentu jumlah tersebut tidak sedikit jika disalurkan kepada 5,6 juta jiwa penduduk NTT. Karena itu, perlu dilakukan diversifikasi pangan. Jangan hanya tergantung pada beras tetapi harus mendorong masyarakat mengkonsumsi jagung, pisang, singkong maupun pangan lainnya. Diversifikasi pangan, lanjut Lebu Raya, sangat diperlukan terutama melalui upaya TTG dan kreativitas para kader PKK. “Saya minta bantuan para Bupati untuk mendukung kegiatan PKK agar dapat memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Gubernur.

Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lebu Raya, yang menetapkan Sumba Timur sebagai penyelenggara BBGRM 2016 dengan mengisi berbagai kegiatan yang sangat bermartabat. “TP PKK Sumba Timur selalu aktif dalam berbagai kegiatan melibatkan kader PKK di 22 Kecamatan. Hal ini terbukti dengan adanya 22 desa dari 22 kecamatan di Sumba Timur yang tampil melalui pameran TTG dan kerajinan tenun,” katanya.

Satukan Tekad

Gubernur Lebu Rayajuga mengingatkan, semua rangkaian kegiatan itu dimaksudkan untuk senantiasa mendorong masyarakat menempatkan sikap hidup gotong royong di tengah interaksi sosial yang cenderung terkikis oleh sikap hidup individualistik yang kurang sensitif terhadap situasi dan kondisi.

Selain itu, untuk mendorong jajaran Tim Penggerak PKK dengan struktur organisasi hingga ke pedesaan, menjadi sebuah kekuatan dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program PKK. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam membangun keluarga kecil, bahagia dan sejahtera serta memotivasi masyarakat menemukan inovasi terkait TTG dengan memanfaatkan semua sumberdaya yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan keluarga.

Menurut Lebu Raya, gotong royong menjadi kata kunci dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebab, sejarah bangsa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, tidak ada satu orang pun yang bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Tidak ada satu kelompok yang dapat hidup sendiri tanpa pertolongan dari kelompok lain dan itulah cermin dari sendi hidup gotong royong. “Bukan individualisme yang dibangun di negeri ini. Tugas kita adalah terus membangun semangat gotong royong. Kita tidak boleh bangun semangat individualisme dari desa tapi dari desa kita bangkitkan semangat gotong royong terutama gotong royong dalam membangun desanya,” tandas Lebu Raya.

Ia juga menegaskan, melalui bulan bakti, mari satukan tekad untuk membudayakan semangat untuk hidup bergotong royong membangun desa dan NTT. Bangun desa melibatkan seluruh masyarakat. Pembangunan infrastruktur di desa dilakukan dengan melibatkan sumber daya lokal. Apalagi saat ini dihadapkan dengan kekeringan, gagal tanam maupun gagal panen. Karena itu, lanjut Lebu Raya, melalui dana desa yang tersedia supaya membangun sarana yang dapat mengatasi berbagai kekurangan dengan sistem padat karya.

Terkait Hari Keluarga, Lebu Raya mengajak masyarakat NTT untuk membangun ketahanan keluarga masing-masing. Perlu membangun keluarga sejahtera dan berkualitas melalui program keluarga berencana. Hari Keluarga menjadi momentum refleksi dan untuk merefleksikan keluarga masing-masing dan menjadi tauladan bagi keluarga lainnya. “Saya mengakui masyarakat NTT mulai menyadari betapa pentingnya program KB dalam menciptakan keluarga sejahtera. Sebab, program KB untuk merencanakan keluarga masa depan dengan tepat,” tutur Gubernur.

Mengenai TTG sebagaimana disinggung Gubernur Frans Lebu Raya, sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. TTG dimaksudkan untuk merangsang masyarakat memiliki inovasi baru terkait dengan penciptaan TTG. TTG diupayakan untuk menciptakan usaha rumah Tangga masyarakat bagi pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. “Melalui gelar TTG ke 2 tahun 2016, saya yakin bantuan peralatan teknologi yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Gubernur.

Ketua TP PKK/Dekranasda NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, ketika membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK, Erny Guntarti Tjahyokumolo, mengatakan, perlu memaknai hari kesatuan gerak PKK dalam mensejahterakan keluarga. Untuk itu, seluruh jajaran TP PKK secara berjenjang mampu membuktikan kinerjanya dengan berupaya keras untuk memperkuat peranan kelompok dasa wisma yang merupakan ujung tombak gerakan PKK. “Jajaran TP PKK dapat memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitasi yang berkelanjutan kepada kader PKK termasuk kader dasa wisma,” ujarnya.

Melalui pencanangan BBGRM, di desa Kuta, diserahkan sejumlah bantuan berupa, alat mol jagung, alat pengupas kacang tanah, 50 paket bantuan Dinsos NTT kepada warga miskin, satu unit kapal ikan, bibit ikan lele 5000 ekor, mobil alih teknologi dan informasi kepada pemda Sumba Timur, bibit ternak kambing, IUD kit kepada Bidan, BKB Kid dan penyerahan implant kit kepada Bidan serta penyerahan perangko kampung keluarga berencana. (hms/st)

Foto : Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya ketika mencanangkan BBGRM ke-13, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44, Hari Keluarga ke-23 dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun 2016, di Desa Kuta, Jumat (29/4).