Dugaan Korupsi Rp 4 Miliar, Bupati Mabar Segera Diperiksa

by -26 views

Kupang, mediantt.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT Brigjen Pol.  E Widyo Sunaryo memastikan akan segera memeriksa Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula, terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar senilai Rp 4 miliar.

“Kita tidak main-main dengan kasus Lando-Noa ini. Ini adalah masalah bangsa. Makanya Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula akan segera diperiksa dan itu pasti,” tegas Kapoloda  NTT, Brigjen   Pol E. Widyo Sunaryo kepada wartawan, Senin (25/4).

Menurut Kapolda Sunaryo, dalam kasus dugaan korupsi itu, hingga kini belum ada tersangka, meski sudah dinaikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan sejak September 2015 lalu.

“Kalau kasus korupsi jalan Lando-Noa yang bikin lama adalah perhitungan kerugian negara dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) NTT,” kata Kapoloda NTT.

Ia mengatakan, dalam perkara ini, pelaku yang terlibat tidak hanya satu atau dua orang, melainkan banyak orang. Sehingga sebagian ditangani oleh Polda, dan sebagian ditangani oleh Polres Mabar.

Kata Kapolda, penyidikan dugaan korupsi Lando-Noa sudah dilakukan sejak September 2015. Setidaknya ada 26 saksi yang sudah diperiksa, dan kebanyakan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam kasus itu, nama bupati Mabar disebut-sebut oleh beberapa saksi ikut berperan dalam  memutuskan pengerjaan proyek tersebut, antara lain memberikan disposisi bencana pada jalur Lando-Noa sehingga proyek tersebut ada dan dikerjakan tanpa melalui proses tender.

Bupati Mabar juga disebut oleh saksi dari CV Sinar Lembor Indah menelepon langsung untuk segera mengerjakan proyek tersebut. Selain Dula, Mateus Hamsi, yang saat itu menjadi Ketua DPRD Manggarai Barat disebut CV Sinar Lembor ikut menelepon untuk segera mengerjakan proyek tersebut.

Hamsi tidak menampik adanya telepon itu, tetapi ia mengatakan itu dalam kapasitasnya sebagai ketua Gapensi Manggarai Barat. Hamsi sudah pernah diperiksa dua kali oleh penyidik. Hanya Dula yang belum pernah diperiksa. (che)

Foto: Brigjen Pol. E. Widyo Sunaryo bersama Ibu dalam kunjungan ke Maumere, Sikka, beberapa waktu lalu.