Tersangka Pencemaran Nama Baik Dilimpahkan ke Kejari Kupang

by -112 views

Kupang, mediantt.com – Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT telah melimpahkan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook dengan tersangka Bernadus Beda Moron, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang.

“Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang. Dalam pelimpahan tahap satu itu, penyidik melimpahkan berkas perkara dan barang bukti (BB) berkas untuk diteliti oleh jaksa penyidik Kejari Kupang,” jelas Kabid Humas Polda NTT,  AKBP Jules Abraham Abast  kepada wartawan, Minggu (24/4).

Abast menjelaskan, berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/356/X/2015/SPKT Polda NTT, tanggal 31 Oktober 2015, kejadiannya pada Rabu (28/10) sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Amabi, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa.

Dalam kasus ini, tersangka Ben Moron dengan sengaja tanpa hak mengirim informasi transaksi elektronik yang berisi penghinaan dan pencemaran nama baik kepada korban atas nama Yoseph Nahak.

Menurut Abast, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, sejumlah saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut, serta mengambil keterangan ahli bahasa dan ahli ITE yang menjelaskan adanya tindak pidana pencemaran tersebut.

“Hasil pemeriksaan terhadap keterangan saksi dan ahli menjelaskan bahwa tersangka Ben Moron telah sengaja dan tanpa hak melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap korban melalui facebook, dan semua unsur-unsurnya telah terbukti,” ujar Abast.

Mantan Kapolres Manggarai Barat ini menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka Ben Moron dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Adapun ancaman hukumannya yakni pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 1 Milyar.

“Kami sangat serius menyikapi kasus kejahatan dunia maya, seperti pencemaran nama baik melalui media sosial, serta transaksi elektronik lainnya yang meresahkan, sehingga ada upaya pembelajaran bagi masyarakat agar tidak seenaknya menggunakan media sosial untuk terlibat aktif dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” kata Abast, mengingatkan.

Menurutnya, semua laporan yang terkait dengan kejahatan dunia maya tetap diproses hingga tuntas, bahkan telah ada beberapa kasus serupa yang telah ditangani hingga dinyatakan tuntas (P-21). (che)

Foto: AKBP Jules Abast